3 Alasan An Se Young Berbahaya pada Olimpiade Tokyo 2020

25 November 2020, 11:30 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Lily Indriyani
Chou Tien Chen (kiri) dan An Se Young pada saat konferensi pers Indonesian Master 2020 di Istora Senayan, Jakarta, 13 Januari 2020.
Chou Tien Chen (kiri) dan An Se Young pada saat konferensi pers Indonesian Master 2020 di Istora Senayan, Jakarta, 13 Januari 2020. /Jessica Margaretha/skor.id

  • An Se Young jadi salah satu andalan Korea Selatan pada sektor tunggal putri Olimpiade Tokyo, tahun depan.
  • An Se Young lolos tim nasional (timnas) utama Korsel saat masih duduk di bangku SMP.
  • Belum genap 20 tahun, An Se Young berhasil menaklukkan para pebulu tangkis senior nasional maupun internasional.

SKOR.id - Berbicara soal pebulu tangkis muda yang tengah bersinar, saat ini, tentu tak bisa melupakan sosok An Se Young asal Korea Selatan (Korsel).

An Se Young berstatus tunggal putri utama Korsel dalam berbagai turnamen bulu tangkis internasional, beregu maupun individu, sejak usianya belasan tahun.

Tak heran jika gadis muda asal Gwangju tersebut menjadi harapan terbesar Negeri Ginseng untuk meraih medali Olimpiade Tokyo, tahun depan.

An yang tahun depan berulang tahun ke-19, diharapkan mampu menyamai bahkan melampaui prestasi Bang Soo-hyun, seniornya. 

 

Bang Soo-hyun berhasil meraih medali perak tunggal putri pada Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat (AS).

Meski masih tergolong muda, An adalah pebulu tangkis yang tidak boleh dianggap remeh di ajang sekelas Olimpiade.

Berikut ini tiga alasan An Se Young sebagai "bocah ajaib" pada Olimpiade Tokyo: 

1. Atlet Muda dengan Progres Terbaik

An langsung menjadi tunggal putri utama Korea Selatan pada Uber Cup 2018 atau setahun setelah lulus dari kategori junior pada 2017.

Dia pun berhasil merangsek naik ke top 10 dunia. Saat ini, dia ada di peringkat ke-9, ketika usianya belum genap 20 tahun.

Berbekal catatan itu, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memberi gelar Pemain Paling Menjanjikan (Most Promising Player) pada 2019.

Tidak hanya itu, Forbes pun memasukkan nama An Se Young dalam daftar Forbes Asia's 30 under 30 di bidang olahraga dan hiburan.

2. Lolos Tim Nasional Korea Selatan saat SMP

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Shuttle Flash (@shuttle_flash)

An secara resmi terdaftar sebagai anggota utama tim nasional (timnas) bulu tangkis Korea Selatan sejak 2017 atau ketika 15 tahun.

Artinya, An baru duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) ketika lolos kualifikasi menjadi anggota timnas Korsel.

An menjadi pebulu tangkis termuda dalam jajaran timnas senior di negaranya. "Saya hanya bermain sekitar setahun di level junior."

"Saya merasa mereka (para pebulu tangkis senior Korsel) masih memperlakukan saya seperti bayi," kata An kepada Olympic Channel.

3. Taklukkan Banyak Pebulu Tangkis Top Dunia

Postingan foto dalam akun Instagran Tai Tzu Ying pada 7 Februari 2020.
Postingan foto dalam akun Instagran Tai Tzu Ying pada 7 Februari 2020. instagram.com/tai_tzuying

An hanya menduduki peringkat ke-78 ketika debut dalam BWF World Tour Finals 2019. Namun, ia mengalahkan beberapa pemain top dunia, jauh sebelumnya.

Contohnya ketika dia menang atas tunggal putri nomor satu dunia, Tai Tzu Ying, dalam ajang beregu Sudirman Cup 2019.

An juga berhasil mengimbangi tunggal putri terbaik Jepang, Akane Yamaguchi, dalam empat pertemuan mereka sejak 2019.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

BATC 2020: Tim Putri Jepang dan Korea Selatan Bersua di Final

Robin Tabeling, Penakluk Nomor 1 Dunia yang Bermimpi Tampil di Olimpiade Tokyo 2020

  • Sumber: bwfbadminton.com, Instagram, Wikipedia, olympicchannel.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Selasa, 17 November 2020

    Pusarla V Sindhu Tak Sabar Kembali Bertemu dengan Lawan Tangguh

    Pusarla Sindhu mengaku siap mental dan fisik untuk bertemu kembali dengan lawan-lawan tangguh, musim depan.

    Badminton

    Sabtu, 21 November 2020

    Berkaca dari Hasil Olimpiade London dan Rio, Tai Tzu Ying Pasang Target Realistis di Tokyo 2020

    Tai Tzu Ying mengaku tidak akan menyesal jika ternyata gagal meraih medali lagi di ajang Olimpiade ketiganya di Tokyo tahun depan.

    Terbaru

    Badminton

    Rabu, 20 Oktober 2021

    Hasil Denmark Open 2021: Gregoria Mariska Lolos, Siti Fadia/Ribka Terhenti

    Indonesia meloloskan wakil kedelapannya di Denmark Open 2021, Gregoria Mariska Tunjung, pada Rabu (20/10/2021).

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Rekap Hasil Denmark Open 2021: Indonesia Loloskan 6 Wakil ke 16 Besar

    Selasa (19/10/2021), sebanyak enam wakil Indonesia dipastikan lolos menuju babak kedua Denmark Open 2021.

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Hasil Denmark Open 2021: Taklukkan Popov Bersaudara, Minions Amankan Tiket 16 Besar

    Marcus Gideon/Kevin Sukamuljo menang atas Christo Popov/Toma Popov, di babak pertama Denmark Open 2021 pada Selasa (19/10/2021).

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Hasil Denmark Open 2021: Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja Tumbang di Laga Perdana

    Langkah pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja terhenti babak pertama Denmark open 2021.

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Ranking BWF: Efek Thomas Cup 2020, Para Debutan Indonesia Naik Peringkat Dunia

    Chico Aura Dwi Wardoyo dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin naik dua peringkat setelah Indonesia menang Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Hasil Denmark Open 2021: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Melaju Usai Atasi Wakil Malaysia

    Greysia Polii/Apriyani Rahayu langsung melewati duel alot kontra wakil Malaysia pada babak pertama Denmark Open 2021.

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Jadwal dan Link Live Streaming Denmark Open 2021: 9 Wakil Indonesia Turun di Hari Pertama

    Denmark Open 2021 digelar di Odense pada 19 hingga 24 Oktober 2021. Indonesia tercatat menurunkan 19 wakil dalam ajang ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.
    X