9 Bulan Pascainsiden All England 2021, Presiden BWF Sampaikan Permintaan Maaf ke NOC Indonesia

7 Desember 2021, 16:45 WIB
Penulis: Arin Nabila
Editor: Doddy Wiratama
Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Poul-Erick Hoyer Larsen (kedua dari kiri) melakukan pertemuan bersama Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari di sela-sela penyelenggaraan BWF World Tour Finals 2021, Minggu (05/12/2021)
Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Poul-Erick Hoyer Larsen (kedua dari kiri) melakukan pertemuan bersama Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari di sela-sela penyelenggaraan BWF World Tour Finals 2021, Minggu (05/12/2021) /NOC Indonesia

  • Ketua NOC IndonesiaRaja Sapta Oktohari melakukan pertemuan dengan Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer Larsen pada Minggu (5/12/2021).
  • Dalam pertemuan tersebut, Poul-Erik Hoyer menyampaikan permintaan maaf terkait insiden All England 2021 yang terjadi sembilan bulan lalu.
  • Poul-Erik Hoyer Larsen mengatakan bahwa Indonesia memiliki arti penting bagi dirinya.

SKOR.id - Raja Sapta Oktohari (Ketua NOC Indonesia) melakukan pertemuan dengan Poul-Erick Hoyer Larsen (Presiden BWF) pada Minggu (5/12/2021).

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah-tengah berlangsungnya BWF World Tour Finals 2021 yang digelar di Nusa Dua, Bali.

Dalam pertemuan itu turut hadir Anton Subowo (Presiden Badminton Asia), Alex Tirta (Ketua Harian PBSI), serta Teuku Arlan Perkasa Lukman (Komite Eksekutif NOC).

Raja Sapta Oktohari mengungkapkan bahwa dirinya dan Poul-Erik Hoyer Larsen sempat membahas insiden All England 2021 yang terjadi pada Maret lalu.

Poul-Erik dan Anton Subowo pun menyampaikan permintaan maaf mereka secara langsung atas kerugian yang dirasakan para pebulu tangkis Indonesia.

“Saya tak punya masalah pribadi. Tetapi sebagai representatif Indonesia di bidang olahraga yang juga mewakili warganet, wajar jika saya membela kepentingan atlet," ujar Okto.

"Ia menyampaikan permintaan maaf secara langsung, meski sebelumnya juga sudah diutarakan secara terbuka."

"Pak Anton juga mengatakan bahwa kejadian All England menjadi yang pertama bagi BWF dan mereka meminta maaf karena sebelumnya tidak pernah terjadi.”

"Tetapi yang sudah terjadi kan telah terjadi. Sekarang bagaimana kami, NOC Indonesia, PBSI, Badminton Asia, dan BWF berkomunikasi ke depan," ujarnya.

Permintaan maaf itu juga diikuti pernyataan bahwa BWF yang bakal memprioritaskan Indonesia di ajang bulu tangkis dunia.

“Saya katakan NOC Indonesia membuka pintu komunikasi dan saya juga tanya, 'what next for Indonesia?',” ujar Okto.

“Tanggapan Presiden BWF adalah dia akan selalu memprioritaskan Indonesia. Katanya terlihat di Badminton Festival 2021 karena tiga turnamen yang terselenggara di Bali.”

Sementara itu, Poul-Erik Hoyer Larsen mengatakan di depan Okto bahwa Indonesia memiliki arti penting bagi dirinya.

 

Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Poul-Erick Hoyer Larsen (kedua dari kiri) melakukan pertemuan bersama Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari di sela-sela penyelenggaraan BWF World Tour Finals 2021, Minggu (05/12/2021)
Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Poul-Erick Hoyer Larsen (kedua dari kiri) melakukan pertemuan bersama Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari di sela-sela penyelenggaraan BWF World Tour Finals 2021, Minggu (05/12/2021) NOC Indonesia

“Indonesia lebih besar dibanding Anda dan saya. Sebab, Indonesia dan bulu tangkis selalu ada di hati saya,” kata mantan pebulu tangkis asal Denmark itu.

Sebagai pengingat, insiden All England 2021 berawal ketika seluruh pebulu tangkis Indonesia dipaksa mundur dari turnamen yang baru memasuki hari pertama.

Keputusan itu diambil karena kontingen Merah Putih satu pesawat dengan pasien terinfeksi Covid-19 sehingga semua atlet harus menjalani karantina setibanya di Inggris.

Kendati proses karantina ini merupakan regulasi resmi pemerintah Inggris tetapi ada perlakuan berbeda yang diterapkan panitia All England dan BWF.

Hal ini sempat menjadi pertanyaan Marcus Fernaldi Gideon, mengingat Tim Bulu Tangkis Indonesia sudah sempat menjalani tes PCR setiba di hotel dan hasilnya dinyatakan negatif.

BWF dan Panitia All England tak melakukan tes ulang kepada atlet Merah Putih, sebagaimana yang terjadi dengan pemain Denmark, India, dan Thailand yang sempat positif Covid-19.

Baca Berita Lainnya:

Jawab Spekulasi Comeback, Tiger Woods Mengaku Masih Butuh Waktu

Buka Rakernas PRSI, Menpora Harapkan Cabang Akuatik Bersinergi dengan DBON

  • Sumber: NOC Indonesia
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Senin, 6 Desember 2021

    Cerita Minions yang Kelelahan di Final BWF World Tour Finals 2021

    Indonesia Badminton Festival resmi berakhir, seiring tuntasnya BWF World Tour Finals 2021 pada Minggu (5/12/2021).

    Badminton

    Senin, 6 Desember 2021

    Perjalanan Tunggal Putri Indonesia Sepanjang 2021: Momen Emas Putri KW, Apesnya Gregoria Mariska Tunjung

    Pebulu tangkis putri Indonesia banyak mendapat sorotan usai Greysia Polii/Apriyani Rahayu mendapat medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

    Badminton

    Senin, 6 Desember 2021

    Indonesia Kirim 16 Wakil untuk Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021

    Indonesia tercatat memiliki 16 wakil untuk berkompetisi dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis alias BWF World Championships 2021.

    Terbaru

    Badminton

    Rabu, 29 Juni 2022

    Mathias Boe Kritik Perkembangan Lambat Bulu Tangkis Dibanding Cabor Populer Lain di Dunia

    Mathias Boe membandingkan dengan tenis dan sepak bola yang mengundang legenda hidup di pertandingan masa kini.

    Badminton

    Rabu, 29 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: Susul Akane Yamaguchi, Yuta Watanabe/Arisa Higashino Juga Tersingkir Prematur

    Penampilan Yamaguchi dan Watanabe/Higashino di Malaysia Open terbilang menurun jika dibanding dengan Indonesia Open 2022.

    Badminton

    Rabu, 29 Juni 2022

    Rekap Hasil Malaysia Open 2022, Rabu (29/6/2022): Indonesia Tambah 4 Amunisi ke Babak 16 Besar

    Total 12 wakil Indonesia akan tampil di 16 besar Malaysia Open 2022 hari Kamis (29/6/2022).

    Badminton

    Rabu, 29 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: The Daddies Menang meski Sempat Kena Tikung dan Dirugikan Umpire

    Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menang 17-21, 21-15, 21-14 atas wakil Cina di babak pertama Malaysia Open 2022.

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: Raih Kemenangan Perdana, Rinov/PithaTak Terpengaruh Suporter Tuan Rumah

    Melawan wakil tuan rumah, Rinov/Phita mendapat tekanan dari suporter di Axiata Arena.

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Berbeda dengan Lee Zii Jia, Commonwealth Games 2022 Jadi Prioritas Loh Kean Yew

    Commonwealth Games 2022 punya arti yang berbeda bagi dua tunggal putra elit dunia, Lee Zii Jia dan Loh Kean Yew.

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: Rehan/Lisa Ditunggu Peraih Medali Emas Olimpiade di Babak Kedua

    Rehan/Lisa mengaku basih beradaptasi dengan angin Axiata Arena di babak pertama Malaysia Open 2022, Selasa (28/6/2022).

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Rekap Hasil Malaysia Open 2022, Selasa (28/6/2022): Indonesia Loloskan 8 Wakil ke 16 Besar

    8 dari 11 wakil Indonesia yang tampil di hari pertama Malaysia Open 2022 lolos ke babak 16 besar pada Selasa (28/6/2022).

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Praveen Jordan Jalani Operasi Tulang Belakang, Dipastikan Absen di Kejuaraan Dunia 2022

    Pemulihan Praveen Jordan diperkirakan memakan waktu paling cepat tiga bulan lamanya.

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: Kekompakan Jadi Senjata Utama Apriyani/Fadia Menangi Laga Pertama

    Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti jadi salah satu wakil Indonesia yang menang di hari pertama Malaysia Open 2022.
    X