Ajukan Perubahan Sistem Skor ke BWF, Ini Alasan PBSI

4 April 2021, 17:40 WIB
Editor: Doddy Wiratama
Ilustrasi artikel bulu tangkis.
Ilustrasi artikel bulu tangkis. /Grafis Dede S. Mauladi/Skor.id

  • Kabid Hubungan Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, menjelaskan perubahan sikap Indonesia soal format skor bulu tangkis dari 3x21 menjadi 5x11.
  • Pada 2018, PBSI menolak format 5x11 karena BWF dinilai terlalu buru-buru. 
  • Kini, PBSI menilai format tersebut baik untuk perkembangan bulu tangkis di masa depan. 

SKOR.id - Pada 2018, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menolak wacana perubahan sistem skor bulu tangkis dari 3x21 menjadi 5x11.

Namun, Sabtu (3/4/2021), Indonesia dikabarkan mendukung sistem skor 5x11. Bahkan, didukung Konfederasi Badminton Asia (BAC).

Dalam sistem tersebut, seorang pemain sah dinyatakan menjadi pemenang sebuah pertandingan jika sudah merebut tiga gim.

Kabid Hubungan Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, menjelaskan alasan di balik perubahan sikap Indonesia soal sistem skor tersebut.

Kata sosok yang akrab disapa Koh Roedy ini, penolakan yang dilakukan Indonesia tiga tahun lalu karena merasa BWF terlalu buru-buru. 

Saat itu, BWF hanya mengagendakan tiga atau empat ajang uji coba untuk skor 5x11 poin. Itu pun hanya dalam turnamen kecil.

"Pada 2018, kami memang menolak perubahan sistem skor. Mayoritas negara (anggota BWF) pun menolaknya," ia menjelaskan.

"Saat itu, BWF maunya mengubah (sistem skor) sesegera mungkin. Padahal, waktu itu, kualifikasi Olimpiade mau dimulai." 

"Untuk sekarang, kami malah mengajukan perubahan karena merasa format 5x11 akan mendukung kemajuan bulu tangkis dunia."

Bambang Roedyanto pada acara konferensi pers tahun 2019
Bambang Roedyanto pada acara konferensi pers tahun 2019 Jessica Margaretha/skor.id

Masih menurutnya, format 5x11 bakal membuat pertandingan bulu tangkis berlangsung lebih singkat dan menarik.

"Beberapa negara memang ingin pembahasan sistem skor ini ditunda sampai setelah Olimpiade Tokyo," kata Bambang Roedyanto

"Kami sudah melakukan rapat pengurus dan pelatih. Hasilnya, semua sepakat format 5x11 akan cocok bagi bulu tangkis ke depannya."

Pembahasan perubahan sistem skor bulu tangkis dilakukan pada Rapat Umum Tahunan (annual Great Meeting/AGM) BWF, 22 Mei 2021.

Jika disepakati, format 5x11 poin akan diterapkan setelah Olimpiade Tokyo 2020 yang bergulir 23 Juli-8 Agustus mendatang.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita Bulu Tangkis Lainnya: 

BWF Singgung Perubahan Skor 11x5, Ternyata Usulan dari Indonesia

Update Peringkat BWF: Tragedi All England 2021 Tak Bisa Geser Pemain Indonesia

  • Sumber: badmintonindonesia.org
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Senin, 29 Maret 2021

    Panggil 87 Pemain, Susunan Pelatnas Bulu Tangkis Indonesia Nyaris Tak Berubah

    PBSI tak banyak melakukan perubahan susunan pemain. Banyaknya turnamen dibatalkan akibat pandemi Covid-19 menjadi penyebabnya

    Badminton

    Rabu, 31 Maret 2021

    11 Tiket Sementara Bulu Tangkis Indonesia ke Olimpiade Tokyo

    Ketujuh tiket tersebut terdiri dari masing-masing dua tunggal putra dan ganda putra serta satu tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

    Badminton

    Jumat, 2 April 2021

    Terjerat Kasus Pencurian Usia, Pebulu tangkis PB Jaya Raya Dihukum PBSI

    Muhammad Sultan Nurhabibullah Mayang terbukti memudakan usia setahun.

    Terbaru

    Badminton

    Rabu, 20 Oktober 2021

    Hasil Denmark Open 2021: Gregoria Mariska Lolos, Siti Fadia/Ribka Terhenti

    Indonesia meloloskan wakil kedelapannya di Denmark Open 2021, Gregoria Mariska Tunjung, pada Rabu (20/10/2021).

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Rekap Hasil Denmark Open 2021: Indonesia Loloskan 6 Wakil ke 16 Besar

    Selasa (19/10/2021), sebanyak enam wakil Indonesia dipastikan lolos menuju babak kedua Denmark Open 2021.

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Hasil Denmark Open 2021: Taklukkan Popov Bersaudara, Minions Amankan Tiket 16 Besar

    Marcus Gideon/Kevin Sukamuljo menang atas Christo Popov/Toma Popov, di babak pertama Denmark Open 2021 pada Selasa (19/10/2021).

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Hasil Denmark Open 2021: Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja Tumbang di Laga Perdana

    Langkah pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja terhenti babak pertama Denmark open 2021.

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Ranking BWF: Efek Thomas Cup 2020, Para Debutan Indonesia Naik Peringkat Dunia

    Chico Aura Dwi Wardoyo dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin naik dua peringkat setelah Indonesia menang Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Hasil Denmark Open 2021: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Melaju Usai Atasi Wakil Malaysia

    Greysia Polii/Apriyani Rahayu langsung melewati duel alot kontra wakil Malaysia pada babak pertama Denmark Open 2021.

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Jadwal dan Link Live Streaming Denmark Open 2021: 9 Wakil Indonesia Turun di Hari Pertama

    Denmark Open 2021 digelar di Odense pada 19 hingga 24 Oktober 2021. Indonesia tercatat menurunkan 19 wakil dalam ajang ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.
    X