Bagi Taufik Hidayat, Lee Chong Wei adalah Legenda yang Kurang Hoki

23 April 2021, 13:45 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Unggahan Lee Chong Wei, pebulu tangkis Malaysia ketika memutuskan pensiun dari bulu tangkis pada 13 Juni 2019.
Unggahan Lee Chong Wei, pebulu tangkis Malaysia ketika memutuskan pensiun dari bulu tangkis pada 13 Juni 2019. /(Instagram.com/leechongweiofficial)

SKOR.id - Berstatus rival ketika sama-sama aktif sebagai pebulu tangkis tidak membuat Taufik Hidayat menyangkal superioritas Lee Chong Wei pada masanya.

Menurut Taufik, Lee Chong Wei adalah gambaran nyata seorang legenda bulu tangkis dunia dengan kemampuan sangat komplet.

Tak heran jika mantan tunggal putra andalan Malaysia tersebut mendapat predikat Raja Superseries dengan 46 titel, yang tak tertandingi hingga saat ini. 

"Saya melihat dia (Lee Chong Wei) sebagai pemain yang hebat. Pemain yang komplet," kata Taufik dalam wawancara dengan Olympic Channel.

"Dia adalah salah satu pemain bulu tangkis legendaris dari Malaysia," katanya menambahkan.

Hanya saja, peraih medali emas Olimpiade 2004 di Athena itu menyebut bahwa Datuk Lee kurang beruntung di event besar.

Alhasil berbagai gelar bergengsi yang sudah di depan mata termasuk medali emas Olimpiade 2008, 2012, dan 2016 yang lolos begitu saja.

"Hanya saja dia belum hoki di turnamen besar seperti SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia, atau Olimpiade. Mungkin Lee Chong Wei kurang hoki," kata Taufik.

Menurutnya, peluang terbesar Lee untuk menang medali emas Olimpiade terbuka lebar di Rio 2016.

Kala itu, Lee berhasil menaklukkan Lin Dan (Cina) sang musuh bebuyutan yang menggagalkan misi medali emas di Beijing 2008 dan London 2012 di babak semifinal.

Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, menyebut PBSI harus bisa memaksimalkan dana dari sponsor untuk pengembangan dan pembinaan atlet.
Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, menyebut PBSI harus bisa memaksimalkan dana dari sponsor untuk pengembangan dan pembinaan atlet. (Jessica Margaretha/Skor.id)

"Mungkin peluang terbesarnya di Rio (Olimpiade 2016). Sebab di semifinal dia bisa mengalahkan Lin Dan," kata Taufik ketika mengingat kembali momen lima tahun lalu.

"Jadi, seharusnya dia bisa mengalahkan Chen Long di final, kan? Semua orang sudah berpikir, wah Lee Chong Wei pasti menang."

Sayangnya, nasib justru berkata lain. Lee kalah di tengah Chen Long, kompatriot Lin Dan, di partai final. Lee Chong Wei harus legawa dengan medali perak ketiganya di Olimpiade.

Lee Chong Wei pun memutuskan pensiun pada 13 Juni 2019 setelah berjuang untuk pulih dari kanker hidung.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Taufik Hidayat Lainnya:

Taufik Hidayat Bongkar Fakta di Balik Rivalitas dengan Lin Dan

Perjalanan Taufik Hidayat Menuju Medali Emas Olimpiade Athena 2004

  • Sumber: olympicchannel.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Rabu, 7 April 2021

    Legenda Bulu Tangkis Denmark Sebut Lin Dan Rival Terberat Sepanjang Karier

    Bagi Peter Gade tak ada pemain selevel Lin Dan selama Olimpiade Beijing 2008.

    Badminton

    Jumat, 23 April 2021

    Akui Selalu Gugup Sebelum Bertanding, Ini Trik Kento Momota Mengatasinya

    Kento Momota juga tetap grogi saat latihan, hanya saja dengan tensi yang lebih rendah.

    Terbaru

    Badminton

    Jumat, 24 September 2021

    Sudirman Cup 2021: Intip Kekuatan Lawan Indonesia di Grup C

    Indonesia bakal mengawai perjuangan di Sudirman Cup 2021 dengan bersaing di Grup C bersama Denmark, ROC, dan Kanada.

    Badminton

    Jumat, 24 September 2021

    Eng Hian Bicara Fenomena Pelatih Bulu Tangkis Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri

    Eng Hian bicara soal fenomena banyaknya pelatih Indonesia yang memilih berkarier di luar negeri.

    Badminton

    Kamis, 23 September 2021

    Ujian Pertama Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021, Pesawat Sempat Gagal Mendarat

    Belum juga bertanding, Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021 sudah mendapatkan ujian di Finlandia.

    Badminton

    Rabu, 22 September 2021

    Meski Honor Belum Cair, Pengprov PBSI Jatim Tetap Berangkatkan Atlet ke PON Papua

    PBSI Jatim tetap memberangkatkan atlet ke PON XX Papua 2021 meski honor belum dibayarkan oleh KONI Jatim.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Targetkan 1 Emas di PON Papua, KONI Jatim Enggan Cairkan Honor Atlet Bulu Tangkis

    KONI Jatim bersikukuh tak akan memberikan uang honor kepada belasan pebulu tangkis PON XX Papua.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Jelang PON XX Papua, Honor Belasan Atlet Bulu Tangkis Jatim Belum Cair

    Atlet bulu tangkis di Pelatda Jatim belum mendapatkan hak honor jelang keberangkatan ke PON XX Papua 2021.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Wakili Presiden Jokowi, Menpora Pastikan Pengobatan Verawaty Fajrin Ditanggung Pemerintah

    Menpora Zainudin Amali memastikan bahwa Pemerintah Indonesia bakal menanggung biaya pengobatan kanker paru-paru Verawaty Fajrin.

    Badminton

    Senin, 20 September 2021

    Daftar 24 Pebulu Tangkis Indonesia untuk Thomas-Uber Cup 2020

    PBSI resmi mengumumkan skuad Indonesia untuk Thomas-Uber Cup 2020 di Aarhus, Denmark, 9-17 Oktober 2021.

    Badminton

    Senin, 20 September 2021

    Alami Kanker, Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit

    Legenda Bulu tangkis, Verawaty Fajrin kembali dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kanker paru-parunya memburuk

    Badminton

    Rabu, 15 September 2021

    Kilas Balik Sudirman Cup 1989: Momen Ajaib Susy Susanti Berujung Gelar Juara untuk Indonesia

    Piala Sudirman 1989 menghadirkan momen ajaib dari seorang Susy Susanti yang memantik momentum kebangkitan Indonesia di final.
    X