Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020: Chen Yu Fei Raih Emas, Wajah Unggulan Pertama Terselamatkan

2 Agustus 2021, 06:30 WIB
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama
Ekspresi tunggal putri Cina, Chen Yu Fei, sesaat setelah memenangi laga final Olimpiade Tokyo 2020 kontra Tai Tzu Ying (Taiwan) dalam duel yang digelar di Musashino Fores Sport Plaza pada Minggu (1/8/2021) malam.
Ekspresi tunggal putri Cina, Chen Yu Fei, sesaat setelah memenangi laga final Olimpiade Tokyo 2020 kontra Tai Tzu Ying (Taiwan) dalam duel yang digelar di Musashino Fores Sport Plaza pada Minggu (1/8/2021) malam. /(twitter.com/Olympics)

  • Chen Yu Fei (Cina) sukses memenangi medali emas nomor tunggal putri cabang olahraga bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020.
  • Perempuan 23 tahun itu jadi satu-satunya unggulan pertama dalam cabor bulu tangkis yang berhasil meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.
  • Sejak bulu tangkis resmi dipertandingkan di Olimpiade sejak 1992, setiap edisi minimal ada satu unggulan pertama yang dapat menyabet medali emas.

SKOR.id - Tunggal putri Cina, Chen Yu Fei, sukses memenangi medali emas cabang olahraga bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020.

Hal itu terjadi setelah Chen Yu Fei mengalahkan Tai Tzu Ying (Taiwan) dalam laga final ideal yang digelar di Musashino Forest Sport Plaza pada Minggu (1/8/2021) malam.

Chen Yu Fei butuh waktu 1 jam 22 menit untuk menyudahi perlawanan tunggal putri nomor satu dunia itu dengan skor akhir 21-18, 19-21, 21-18.

Hi Skorer, jangan lupa download apps Skor.id biar enggak ketinggalan update dan bisa mendapatkan banyak hadiah menarik.

Torehan medali emas di Tokyo 2020 tentu berarti banyak untuk Chen Yu Fei yang baru pertama kali tampil di Olimpiade.

Bagi Cina, medali emas Chen Yu Fei menjadi yang kedua sepanjang Tokyo 2020 atau yang ke-20 sejak bulu tangkis resmi digelar di Olimpiade Barcelona 1992.

Lebih dari itu, keberhasilan Chen Yu Fei menyabet medali emas juga menyelamatkan wajah para unggulan pertama Olimpiade Tokyo 2020 dari cabor bulu tangkis.

Chen Yu Fei merupakan satu-satunya penghuni seed teratas Olimpiade Tokyo 2020 yang sukses memenuhi "takdir" menjadi juara di Negeri Sakura.

Sebelumnya, empat unggulan pertama cabor bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 tumbang secara bergantian.

Kento Momota (Jepang) jadi penyandang status unggulan teratas pertama yang tersingkir dari kompetisi.

Tunggal putra nomor satu dunia itu bahkan tak bisa lolos dari penyisihan Grup A setelah kalah 15-21, 19-21 dari Heo Kwanghee (Korea Selatan) pada 28 Juli 2021.

Sehari berselang, 29 Juli 2021, kejutan kembali terjadi saat Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tersingkir pada fase perempat final.

Ganda putra Indonesia yang sudah lama menduduki peringkat satu dunia itu takluk 14-21, 17-21 di tangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP memberi semangat Kevin Sanjaya Sukomuljo/Marcus Fernaldi Gideon di sela-sela perempat final Olimpiade Tokyo 2020, Kamis (29/7/2021).
Pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP memberi semangat Kevin Sanjaya Sukomuljo/Marcus Fernaldi Gideon di sela-sela perempat final Olimpiade Tokyo 2020, Kamis (29/7/2021). NOC Indonesia

Kekalahan pada babak delapan besar turut dialami Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang) yang menyandang predikat unggulan pertama nomor ganda putri.

Sempat merebut game pertama, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota akhirnya takluk dengan skor 21-18, 10-21, 10-21 dari Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (Cina) yang berstatus unggulan kedua.

Pada 30 Juli 2021, giliran Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (Cina) selaku unggulan teratas ganda campuran yang gagal memenangi medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong kalah 17-21, 21-17, 19-21 dalam laga final kontra unggulan kedua yang juga berasal dari Cina, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping.

Dengan keberhasilan Chen Yu Fei meraih medali emas pada nomor tunggal putri, maka wajah para unggulan pertama cabor bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 pun terselamatkan.

Jika ditarik lebih panjang, Chen Yu Fei juga menyelamatkan wajah para unggulan pertama dalam sejarah penyelenggaraan bulu tangkis di Olimpiade.

Dalam setiap edisi Olimpiade, sejak Barcelona 1992, minimal selalu ada satu unggulan pertama yang mampu menyabet medali emas.

Berikut daftar unggulan pertama cabor bulu tangkis yang sukses meraih medali emas Olimpiade:

  • Barcelona 1992: Susy Susanti (tunggal putri), Kim Moon-soo/Park Joo-bong (ganda putra), Hwang Hye-young (ganda putri)
  • Atlanta 1996: Rexy Mainaky/Ricky Subagja (ganda putra)
  • Sydney 2000: Gong Zhicao (tunggal putri), Tony Gunawan/Candra Wijaya (ganda putra), Ge Fei/Gu Jun (ganda putri)
  • Athena 2004: Yang Wei/Zhang Jiewen (ganda putri)
  • Beijing 2008: Lin Dan (tunggal putra), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra)
  • London 2012: Cai Yun/Fu Haifeng (ganda putra), Zhang Nan/Zhao Yun Lei (ganda campuran)
  • Rio 2016: Carolina Marin (tunggal putri), Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (ganda putri)
  • Tokyo 2020: Chen Yu Fei (tunggal putri)

Jangan lupa untuk follow dan subscribe akun media sosial kami di: 

Tag

Video

Berita Terkait

Badminton

Minggu, 1 Agustus 2021

Tundukkan Ahsan/Hendra, Pasangan Malaysia Klaim Pencapaian Terbesar Sepanjang Karier

Kebanggaan meliputi pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik setelah mempersembahkan medali pertama untuk Malaysia di Olimpiade Tokyo 2020.

Badminton

Minggu, 1 Agustus 2021

Kisah Wang Wenjiao, Godfather Bulu Tangkis Cina yang Lahir di Indonesia

Sosok Wang Wenjiao tak dapat dilepaskan dari kesuksesan tim bulu tangkis Cina di Olimpiade Tokyo 2020.

Badminton

Minggu, 1 Agustus 2021

Hasil Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020: Menangi Duel Alot, Chen Yu Fei Raih Medali Emas Tunggal Putri

Chen Yu Fei berhasil meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 setelah memenangi laga final ideal kontra Tai Tzu Ying.

Terbaru

Badminton

Jumat, 24 September 2021

Sudirman Cup 2021: Intip Kekuatan Lawan Indonesia di Grup C

Indonesia bakal mengawai perjuangan di Sudirman Cup 2021 dengan bersaing di Grup C bersama Denmark, ROC, dan Kanada.

Badminton

Jumat, 24 September 2021

Eng Hian Bicara Fenomena Pelatih Bulu Tangkis Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri

Eng Hian bicara soal fenomena banyaknya pelatih Indonesia yang memilih berkarier di luar negeri.

Badminton

Kamis, 23 September 2021

Ujian Pertama Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021, Pesawat Sempat Gagal Mendarat

Belum juga bertanding, Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021 sudah mendapatkan ujian di Finlandia.

Badminton

Rabu, 22 September 2021

Meski Honor Belum Cair, Pengprov PBSI Jatim Tetap Berangkatkan Atlet ke PON Papua

PBSI Jatim tetap memberangkatkan atlet ke PON XX Papua 2021 meski honor belum dibayarkan oleh KONI Jatim.

Badminton

Selasa, 21 September 2021

Targetkan 1 Emas di PON Papua, KONI Jatim Enggan Cairkan Honor Atlet Bulu Tangkis

KONI Jatim bersikukuh tak akan memberikan uang honor kepada belasan pebulu tangkis PON XX Papua.

Badminton

Selasa, 21 September 2021

Jelang PON XX Papua, Honor Belasan Atlet Bulu Tangkis Jatim Belum Cair

Atlet bulu tangkis di Pelatda Jatim belum mendapatkan hak honor jelang keberangkatan ke PON XX Papua 2021.

Badminton

Selasa, 21 September 2021

Wakili Presiden Jokowi, Menpora Pastikan Pengobatan Verawaty Fajrin Ditanggung Pemerintah

Menpora Zainudin Amali memastikan bahwa Pemerintah Indonesia bakal menanggung biaya pengobatan kanker paru-paru Verawaty Fajrin.

Badminton

Senin, 20 September 2021

Daftar 24 Pebulu Tangkis Indonesia untuk Thomas-Uber Cup 2020

PBSI resmi mengumumkan skuad Indonesia untuk Thomas-Uber Cup 2020 di Aarhus, Denmark, 9-17 Oktober 2021.

Badminton

Senin, 20 September 2021

Alami Kanker, Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit

Legenda Bulu tangkis, Verawaty Fajrin kembali dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kanker paru-parunya memburuk

Badminton

Rabu, 15 September 2021

Kilas Balik Sudirman Cup 1989: Momen Ajaib Susy Susanti Berujung Gelar Juara untuk Indonesia

Piala Sudirman 1989 menghadirkan momen ajaib dari seorang Susy Susanti yang memantik momentum kebangkitan Indonesia di final.
X