Bulu Tangkis Tunggal Putra Olimpiade Tokyo: Peluang Negara Asia, Harapan Kebangkitan Indonesia

11 Juli 2021, 17:50 WIB
Editor: Bagaskara Setyana AP
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, saat akan terbang ke Jepang mengikuti Olimpiade 2020.
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, saat akan terbang ke Jepang mengikuti Olimpiade 2020. /Dok. PBSI

  • Olimpiade Tokyo sempat ditunda, kini akan bergulir pada pertengahan tahun 2021.
  • Undian cabang olahraga bulu tangkis telah dilakukan, tiap grup nampak akan tunjukkan persaingan.
  • Tak boleh diremehkan, Indonesia dengan generasi mudanya akan berjuang mengembalikan kejayaan

SKOR.id - Pentas olahraga dunia Olimpiade Tokyo yang sempat dicanangkan pada 2020 lalu akhirnya menemui titik terang. Sempat ditunda, Olimpiade Tokyo akan diadakan pertengahan tahun ini.

Menarik ditunggu bagaimana para atlit dari tiap negara akan berlaga. Di cabang olahraga bulu tangkis tunggal putra, negara-negara Asia kembali menjadi sorotan.

Terbagi dalam 14 grup, tiap atlet akan bertanding untuk memperebutkan tiket ke babak selanjutnya.

Pebulu tangkis China sekaligus sang juara bertahan Chen Long tergabung di Grup N dengan pebulu tangkis asal Spanyol Pablo Abian dan Raul Must perwakilan Estonia.

Kento Momota asal Jepang yang menjadi unggulan pertama bulu tangkis tunggal putra pada Olimpiade Tokyo kali ini berada di Grup A, bersama dengan Timothy Lam (Amerika) dan Heo Kwang Hee (Korea Selatan).

Para atlet unggulan lain disebar secara merata di 14 grup. Slot unggulan dipenuhi pebulu tangkis Asia, kecuali Anders Antonsen dan Viktor Axelsen. Dua perwakilan Denmark menempati peringkat 3 dan 4.

Langkah dan Harapan Indonesia

Pagelaran Olimpiade Tokyo 2020 diharapkan dapat menjadi titik balik bagi dunia bulu tangkis nasional. Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie menjadi penentu langkah Indonesia pada ajang dunia.

Harapan besar berada di pundak Anthony Ginting. Pebulu tangkis 24 tahun ini akan menjalani debut Olimpiade yang sekaligus menjadi turnamen terbesar dalam perjalanan karirnya sampai sekarang.

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, kala tampil pada laga Simulasi Piala Thomas 2020 yang digelar di Pelatnas Cipayung pada Kamis (3/9/2020).
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, kala tampil pada laga Simulasi Piala Thomas 2020 yang digelar di Pelatnas Cipayung pada Kamis (3/9/2020). Badminton Indonesia

Ginting yang pernah menempati posisi tiga dunia hingga masa pandemi di awal 2020 mengatakan bahwa raihan medali terutama emas akan memberikan kebanggan tersendiri.

Raihan emas pertama Indonesia di ajang bulu tangkis Olimpiade sendiri diraih pada 1992 di Barcelona oleh tunggal putri Susi Susanti. Langkahnya kemudian diikuti oleh sang suami, Alan Budi Kusuma yang menaklukkan Ardy Wiranata dalam all-Indonesian final.

Hendrawan nyaris mengembalikan dominasi Indonesia yang sempat terputus pada Olimpiade Atalanta 1996. Sayangnya, ia harus takluk di tangan pebulu tangkis China Ji Xinpeng pada Sydney 2000.

Pada Olimpiade Athena 2004, Taufik Hidayat berhasil membawa emas untuk Indonesia bersama dengan Sony Dwi Kuncoro dengan medali perunggunya.

Sejak saat itu, tak ada lagi atlet Asia Tenggara yang meraih posisi puncak di podium. Dominasi Lee Chong Wei (Malaysia), Lin Dan, dan Chen Long (China) belum berhasil mengembalikan kejayaan.

Perjalanan Ginting, Siap Hadapi Tekanan

Pada 2017, Anthony Ginting meraih gelar internasional pertamanya melalui ajang Korea Open. Setahun setelahnya, ia berhasil merangsek ke deretan 10 besar rangking pebulu tangkis dunia.

Ia menapaki karier bersama Jonatan Christie, teman dekat sekaligus pesaingnya di dalam lapangan.

“Jonatan dan saya bergerak ke arah yang sama. Kami ingin menjadi atlet profesional yang unggul,” ucap Ginting pada Olympics.com

Untuk pertama kalinya semenjak Olimpiade London 2012, Indonesia akan diwakili dua atlit dalam cabang olahraga bulu tangkis tunggal putra. Ginting sadar betul akan apa yang diharapkan para senior hingga masyarakat padanya.

“Para senior saya meraih beragam prestasi mentereng di kejuaraan dunia seperti Olimpiade, Asian Games, dan turnamen-turnamen lainnya."

Ginting sendiri telah merasakan kemenangan di tingkat Olimpiade saat menyabet medali perunggu pada 2014 Nanjing Youth Olympic Games.

Ia menyampaikan kepercayaan diri sekaligus mengharapkan do’a dan dukungan dari masyarakat selama berlaga di Olimpiade Tokyo nantinya.

Ginting menjanjinkan akan berusaha semaksimal mungkin.

“Saya telah terbiasa dengan tekanan dalam pertandingan di mana masyarakat mengharapkan kemenangan,” ujarnya kepada Olympics.com. (Adhitya Mahatravatama)

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Bulu Tangkis:

Drawing Ganda Putra Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo: Marcus/Kevin di Grup Neraka

Tunggal Malaysia Waspadai Wakil Prancis di Fase Grup Olimpiade Tokyo

  • Sumber: Olympics.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Sabtu, 10 Juli 2021

    Drawing Tunggal Putri Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo: Jalan Terjal Gregoria Mariska

    Jalan terjal bakal dihadapi Gregoria Mariska Tunjung pada Olimpiade Tokyo 2020.

    Badminton

    Sabtu, 10 Juli 2021

    Drawing Ganda Campuran Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo: Jalan Emas Praveen/Melati

    Tim bulu tangkis Indonesia berpeluang mempertahankan medali emas olimpiade lewat pasangan Praveen /Melati.

    Badminton

    Sabtu, 10 Juli 2021

    Drawing Ganda Putri Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo: Greysia/Apriyani Sulit Juara Grup

    Wakil ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, harus melakoni laga sulit pada penyisihan grup cabor bulu tangkis Olimpiade Tokyo.

    Terbaru

    Badminton

    Jumat, 24 September 2021

    Sudirman Cup 2021: Intip Kekuatan Lawan Indonesia di Grup C

    Indonesia bakal mengawai perjuangan di Sudirman Cup 2021 dengan bersaing di Grup C bersama Denmark, ROC, dan Kanada.

    Badminton

    Jumat, 24 September 2021

    Eng Hian Bicara Fenomena Pelatih Bulu Tangkis Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri

    Eng Hian bicara soal fenomena banyaknya pelatih Indonesia yang memilih berkarier di luar negeri.

    Badminton

    Kamis, 23 September 2021

    Ujian Pertama Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021, Pesawat Sempat Gagal Mendarat

    Belum juga bertanding, Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021 sudah mendapatkan ujian di Finlandia.

    Badminton

    Rabu, 22 September 2021

    Meski Honor Belum Cair, Pengprov PBSI Jatim Tetap Berangkatkan Atlet ke PON Papua

    PBSI Jatim tetap memberangkatkan atlet ke PON XX Papua 2021 meski honor belum dibayarkan oleh KONI Jatim.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Targetkan 1 Emas di PON Papua, KONI Jatim Enggan Cairkan Honor Atlet Bulu Tangkis

    KONI Jatim bersikukuh tak akan memberikan uang honor kepada belasan pebulu tangkis PON XX Papua.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Jelang PON XX Papua, Honor Belasan Atlet Bulu Tangkis Jatim Belum Cair

    Atlet bulu tangkis di Pelatda Jatim belum mendapatkan hak honor jelang keberangkatan ke PON XX Papua 2021.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Wakili Presiden Jokowi, Menpora Pastikan Pengobatan Verawaty Fajrin Ditanggung Pemerintah

    Menpora Zainudin Amali memastikan bahwa Pemerintah Indonesia bakal menanggung biaya pengobatan kanker paru-paru Verawaty Fajrin.

    Badminton

    Senin, 20 September 2021

    Daftar 24 Pebulu Tangkis Indonesia untuk Thomas-Uber Cup 2020

    PBSI resmi mengumumkan skuad Indonesia untuk Thomas-Uber Cup 2020 di Aarhus, Denmark, 9-17 Oktober 2021.

    Badminton

    Senin, 20 September 2021

    Alami Kanker, Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit

    Legenda Bulu tangkis, Verawaty Fajrin kembali dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kanker paru-parunya memburuk

    Badminton

    Rabu, 15 September 2021

    Kilas Balik Sudirman Cup 1989: Momen Ajaib Susy Susanti Berujung Gelar Juara untuk Indonesia

    Piala Sudirman 1989 menghadirkan momen ajaib dari seorang Susy Susanti yang memantik momentum kebangkitan Indonesia di final.
    X