Chen Yu Fei Ungkap Senjata Rahasia Kalahkan Tai Tzu Ying di Final Olimpiade Tokyo 2020

29 Agustus 2021, 16:50 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Doddy Wiratama
Ekspresi tunggal putri Cina, Chen Yu Fei, sesaat setelah memenangi laga final Olimpiade Tokyo 2020 kontra Tai Tzu Ying (Taiwan) dalam duel yang digelar di Musashino Fores Sport Plaza pada Minggu (1/8/2021) malam.
Ekspresi tunggal putri Cina, Chen Yu Fei, sesaat setelah memenangi laga final Olimpiade Tokyo 2020 kontra Tai Tzu Ying (Taiwan) dalam duel yang digelar di Musashino Fores Sport Plaza pada Minggu (1/8/2021) malam. /(twitter.com/Olympics)

  • Chen Yu Fei menceritakan kronologi perjalanan menuju medali emas Olimpiade Tokyo 2020.
  • Final melawan Tai Tzu Ying adalah balas dendam yang sempurna dari laga final All England 2020.
  • Mencari celah untuk menyerang adalah kunci kemenangan Chen Yu Fei meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

SKOR.id - Kesuksesan Chen Yu Fei meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 ternyata tak lepas dari momen All England 2020.

Kepada Xinhua News Agency, yang dilansir aiyuke.com, Chen Yu Fei mengatakan bahwa perjalanannya meraih medali emas Olimpiade tidaklah mudah.

Sebelum menembus final, Chen mengatakan bahwa babak perempat final melawan An Se-young (Korea Selatan) adalah momen paling sulit.

Klik gambar untuk download apps Skor.id
Klik gambar untuk download apps Skor.id

Hingga akhirnya ketika dipastikan lolos ke final Olimpiade Tokyo, Chen mengaku melakukan riset khusus untuk menaklukkan Tai Tzu Ying (Taiwan).

Tunggal putri terbaik Cina saat ini tersebut menjadikan kekalahannya di final All England 2020 sebagai referensi menatap laga final Olimpiade.

"Saya menonton video (final All England 2020) sebelum final (Olimpiade Tokyo)," ucap pebulu tangkis 23 tahun tersebut.

"Saya lihat ada banyak problem di sana. Saya mengamati kenapa bisa kalah dan akhirnya menemukan solusi."

Lebih lanjut, Chen mengatakan bahwa dirinya nyaris kehilangan akal ketika terus digempur oleh Tai Tzu Ying di partai final.

Menunggu momen yang tepat untuk menyerang adalah kunci kemenangan Chen di final Olimpiade Tokyo 2020.

"Tujuan utama saya adalah menyerang, saya tidak akan terus bertahan. Saya akan menyerang balik," kata Chen menjelaskan permainannya di final.

"Namun, lawan (Tai Tzu Ying) cukup mendominasi. Saya tidak bisa berbuat banyak. Hanya menunggu momen untuk menyerang. Jadi, saya terus bertahan."

Chen Yufei ketika tampil di kualifikasi Kejuaraan Nasional Cina 2021 pada 17 April.
Chen Yufei ketika tampil di kualifikasi Kejuaraan Nasional Cina 2021 pada 17 April. (instagram.com/badmintonchina)

Tugas Chen setelah Olimpiade Tokyo adalah menjadi bagian dari tim Cina yang tampil di Uber Cup 2020 dan Sudirman Cup 2021.

Sudiman Cup 2021 akan berlangsung pada 26 September hingga 3 Oktober 2021 di Vantaa, Finlandia.

Sedangkan, putaran final Thomas & Uber Cup 2020 berlangsung di Aarhus, Denmark, pada 9-17 Oktober 2021.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Jadi Tuan Rumah, Denmark Prioritaskan Thomas dan Uber Cup 2020

Kata Greysia Polii soal Atlet sebagai Pahlawan Negara

  • Sumber: aiyuke.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Sabtu, 28 Agustus 2021

    Strategi Denmark di Sudirman Cup 2021, Incar Kans Menang atas Indonesia

    Denmarkk mewaspadai kejutan dari Kanada pada fase grup Piala Sudirman 2021.

    Badminton

    Sabtu, 28 Agustus 2021

    Berjodoh dengan Jepang dan Inggris di Piala Thomas dan Sudirman, Malaysia Anggap Adil

    Wong Choong Hann optimistis kans Malaysia lolos fase grup dengan mulus di dua turnamen tersebut, terbuka.

    Terbaru

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

    Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Taufik Hidayat Sedih Bendera Merah-Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

    Taufik Hidayat sedih lantaran bendera Merah-Putih tak berkibar saat Indonesia juara Thomas Cup 2020

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Kiprah Duo FajRi, Dari Gagal Lolos Olimpiade hingga Jadi Andalan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tulang punggung ganda putra Indonesia di Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Menpora Minta Maaf karena Bendera Merah Putih Gagal Berkibar di Thomas Cup 2020

    Menpora Zainudin Amali mengutarakan permintaan maaf dalam konferensi pers hari Minggu (18/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Takluk di Final Thomas Cup 2020, Lu Guangzu Akui Kehebatan Anthony Ginting

    Lu Guangzu menilai bahwa Anthony Ginting sukses bangkit setelah tertinggal di gim pertama final Thomas Cup 2020, Minggu (17/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Leo Carnando/Daniel Marthin, Saksi Kembalinya 2 Trofi Beregu ke Pangkuan Indonesia

    Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bagian dari tim yang menang Suhandinata Cup 2019 dan Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Sudah Juara Thomas Cup, Hendra Setiawan Bisa Pensiun dengan Tenang

    Hendra Setiawan menuntaskan penantian panjangnya meraih Thomas Cup.
    X