Curhat Goh Liu Ying, Sempat Tidak Punya Tempat Latihan jelang Berlaga di Olimpiade

2 September 2021, 18:58 WIB
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Pasangan ganda campuran Malaysia, Goh Liu Ying (kiri) dan Chang Peng Soon.
Pasangan ganda campuran Malaysia, Goh Liu Ying (kiri) dan Chang Peng Soon. /(INSTAGRAM CHAN PENG SOON)

  • Pemain ganda campuran Malaysia, Goh Liu Ying, bercerita soal pengalamannya mempersiapkan diri di Olimpiade Tokyo 2020.
  • Sebagai pemain independen, ia dan Chan Peng Soon sempat tidak memiliki tempat untuk latihan.
  • Meski demikian, Goh selalu berusaha memberikan yang terbaik di tengah segala keterbatasan

SKOR.id - Keterbatasan bukanlah alasan bagi Goh Liu Ying untuk memberikan penampilan terbaiknya.

Atlet bulu tangkis ganda campuran Malaysia tersebut bercerita soal pengalamannya mempersiapkan diri di Olimpiade Tokyo 2020.

Diunggulkan meraih medali, Goh yang berpasangan dengan Chan Peng Soon justru tampil melempem dan tersingkir di fase grup.

Pasangan nomor delapan dunia tersebut bahkan urung merebut satu pun kemenangan, dan pulang dengan status sebagai juru kunci Grup D.

Dilansir dari The Star, Goh mengungkap perasaannya setelah tampil di bawah standar pada Olimpiade Tokyo 2020.

"Setelah saya pulang dari Tokyo, saya tidak mau melakukan apapun yang berhubungan dengan bulu tangkis untuk sementara waktu," ujar pemain berusia 32 tahun tersebut.

"Saya menghabiskan waktu bersama keluarga dan memasak makanan simpel, seperti sayuran dan ikan, buat mereka."

"Saya perlu waktu rehat dari bulu tangkis. Toh saya tidak bisa berlatih juga karena tempat latihan sedang ditutup," ia menambahkan.

Momen saat Goh Liu Ying menjalani sesi latihan di ABM, Bukit Kiara, Malaysia, pada Sabtu (18/7/2020).
Momen saat Goh Liu Ying menjalani sesi latihan di ABM, Bukit Kiara, Malaysia, pada Sabtu (18/7/2020). (Dok. BAMalaysia)

Tindakan Goh sangat bisa dimaklumi. Sebagai pemain non-pelatnas, perjuangannya dan Chan Peng Soon jauh lebih berat dibanding pemain lainnya.

"Sebagai pemain independen, kami harus mengurus urusan kami sendiri, termasuk menjaga kesehatan, administrasi, hingga dana," ujarnya.

"Belum lagi gangguan akibat ditundanya olimpiade. Kami bahkan sempat tidak punya tempat untuk latihan."

"Namun, dengan segala keterbatasan tersebut, kami masih berusaha memberikan yang terbaik. Sayangnya, kami kalah," kata Goh menjelaskan.

Goh Liu Ying pebulu tangkis Malaysia.
Goh Liu Ying pebulu tangkis Malaysia. Twitter/gohliuying

Peraih medali perak Olimpiade Rio 2016 tersebut pun bertekad bangkit dan menebus kegagalan pada turnamen-turnamen selanjutnya.

Adapun jadwal BWF setelah olimpiade cukup padat. Setidaknya ada tujuh turnamen, termasuk World Tour Finals dan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis yang akan masih akan digelar sebelum tahun ini berakhir.

"Jadwalnya sangat padat, tapi saya dan Chan belum juga mulai latihan di lapangan. Saat ini fokus kami hanyalah melakukan latihan di gym," tuturnya.

"Saya harap kami mampu mempertahankan penampilan hingga akhir tahun. Bagaimana pun, kecintaan saya pada bulu tangkis tak tergantikan."

"Saya mungkin tidak bisa selalu menyuguhkan penampilan yang memuaskan. Tapi, motivasi saya selama ini adalah bagaimana memberikan yang terbaik di setiap laga," ujar Goh memungkasi.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Skor.id (@skorindonesia)

Berita bulu tangkis lainnya:

Paralimpiade Tokyo 2020: Meski Menang, Skuad Para Bulu Tangkis Indonesia Butuh Perbaikan

Hasil Para Bulu Tangkis Paralimpiade Tokyo 2020: 2 Wakil Indonesia Kompak Kantongi Kemenangan

Mengenal 6 Klasifikasi Peserta Para Bulu Tangkis di Paralimpiade Tokyo

  • Sumber: thestar.com.my
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Senin, 30 Agustus 2021

    Komunitas Bulu Tangkis yang Rutin Main Bareng di Jambi dan Samarinda

    Kali ini, Skor.id berkenalan dengan dua komunitas bulu tangkis yang berada di Jambi dan Samarinda.

    Badminton

    Senin, 30 Agustus 2021

    Para Veteran Pensiun, Bulu Tangkis Korsel Rekrut Pemain Muda

    Korsel menemukan bakat anyar yang baru belasan tahun untuk skuad bulu tangkis 2022.

    Badminton

    Rabu, 1 September 2021

    Paralimpiade Tokyo 2020: Para Bulu Tangkis Debut Resmi Sore Ini, 2 Atlet Indonesia Masuk Buku Sejarah

    Setengah abad setelah Paralimpiade pertama, para bulu tangkis akhirnya debut di Tokyo 2020 mulai hari ini, (1/9/2021).

    Terbaru

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Rekap Hasil Denmark Open 2021: Indonesia Loloskan 6 Wakil ke 16 Besar

    Selasa (19/10/2021), sebanyak enam wakil Indonesia dipastikan lolos menuju babak kedua Denmark Open 2021.

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Hasil Denmark Open 2021: Taklukkan Popov Bersaudara, Minions Amankan Tiket 16 Besar

    Marcus Gideon/Kevin Sukamuljo menang atas Christo Popov/Toma Popov, di babak pertama Denmark Open 2021 pada Selasa (19/10/2021).

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Hasil Denmark Open 2021: Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja Tumbang di Laga Perdana

    Langkah pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja terhenti babak pertama Denmark open 2021.

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Ranking BWF: Efek Thomas Cup 2020, Para Debutan Indonesia Naik Peringkat Dunia

    Chico Aura Dwi Wardoyo dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin naik dua peringkat setelah Indonesia menang Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Hasil Denmark Open 2021: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Melaju Usai Atasi Wakil Malaysia

    Greysia Polii/Apriyani Rahayu langsung melewati duel alot kontra wakil Malaysia pada babak pertama Denmark Open 2021.

    Badminton

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Jadwal dan Link Live Streaming Denmark Open 2021: 9 Wakil Indonesia Turun di Hari Pertama

    Denmark Open 2021 digelar di Odense pada 19 hingga 24 Oktober 2021. Indonesia tercatat menurunkan 19 wakil dalam ajang ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

    Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.
    X