Dipaksa Tanding 2 Kali Sehari, Ganda Malaysia Curhat soal Kegagalan di All England 2021

22 Maret 2021, 13:03 WIB
Editor: Lily Indriyani
Aksi ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, pada babak pertama All England 2021 yang digelar di Utilita Arena Birmingham, Inggris pada Kamis (18/3/2021).
Aksi ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, pada babak pertama All England 2021 yang digelar di Utilita Arena Birmingham, Inggris pada Kamis (18/3/2021). /Yohan Nonotte

 

  • Ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon/Go Liu Ying angkat bicara mengenai kegagalan mereka di All England 2021.
  • Kondisi fisik yang terkuras jadi faktor utama kekalahan mereka di semifinal.
  • Chan Peng Soon/Go Liu Ying dipaksa main dua kali dalam satu hari, Kamis (18/3/2021).

SKOR.id - Ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, menyebut kelelahan sebagai faktor utama kegagalan mereka di All England 2021.

All England 2021 jadi bukti buruknya koordinasi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dan otoritas bulu tangkis Inggris selaku penyelenggara.

Masih segar dalam ingatan bagaimana induk bulu tangkis dunia itu tidak bisa berbuat apa-apa terkait kewajiban isolasi mandiri tim Indonesia.

Padahal, turnamen sudah berlangsung. Hal tersebut bisa dicegah jika BWF menginformasikan regulasi Pemerintah Inggris, jauh-jauh hari.

Bukan hanya Indonesia yang menjadi korban kebobrokan penyelenggaraan All England 2021 di Utilita Arena Birmingham, 17-21 Maret lalu. 

Chan Peng Soon/Goh Liu Ying pun mengalami kerugian akibat penyusunan jadwal bertanding yang boleh dibilang ngawur alias berantakan.

Bayangkan, mereka dipaksa bermain dua kali dalam satu hari, Kamis (18/3/2021). Di sisi lain, usia mereka sudah menginjak kepala tiga.

Chan/Goh berturut-turut menghadapi Mathias Thyrri/Mai Surrow dan Nipitphon Phuangphuapet/Benyapa Aimsaard dengan jeda kurang dari 6 jam.

Hal tersebut jelas menguras stamina mereka yang berakibat pada performa di lapangan. "Saya meminta maaf karena mengecewakan Anda semua." 

"Saya mengalami masalah dengan kebugaran tubuh saya. Kekalahan ini berarti saya harus menerima bahwa saya punya kelemahan," ujar Chan, bijak.  

Seperti diberitakan Skor.id sebelumnya, Chan/Goh menghadapi pasangan non-unggulan, Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo, di semifinal. 

Chan/Goh sebenarnya punya peluang untuk memaksakan rubber game dalam pertandingan itu karena sempat unggul 16-4 di gim kedua.

Sayang, alih-alih menutup pertandingan dengan kemenangan, unggulan ketiga ini hilang fokus dan takluk 20-22 dari Kaneko/Matsutomo.

Dengan hasil ini, Chan/Goh gagal melampaui catatan yang mereka buat pada All England 2017. Ketika itu, mereka melaju ke partai final.

"Kami akan pulang (ke Malaysia) dan berlatih lebih keras untuk memperbaiki fisik kami," tutur Chan yang kini berusia 32 tahun.

Senada dengan Chan, Goh juga mengaku kehilangan fokus di lapangan. Itu pula yang membuat pasangan ini mudah disusul lawan.  

"Kami kehilangan fokus setelah memimpin cukup jauh. Saat kami akhirnya benar-benar tersusul, rasanya gugup dan kosong."

"Rasanya, kami benar-benar lelah. Walaupun seharusnya kami bisa mengatasi ini semua," ujar perempuan 31 tahun tersebut. 

Pasangan yang menyebut diri mereka sebagai "paman dan bibi" ini masih berupaya untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2002. 

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita All England 2021 lainnya:

All England 2021: Rebut Dua Gelar Juara, Yuta Watanabe Cetak Sejarah

Sempat Transit di Turki, Skuad Indonesia untuk All England 2021 Disambut Duta Besar

All England 2021: Viktor Axelsen Akui Kemampuan Lee Zii Jia

  • Sumber: thestar.com.my
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Minggu, 21 Maret 2021

    Hasil Final All England 2021: Giant Killer! Lee Zii Jia Juara usai Bekuk Viktor Axelsen

    Lee Zii Jia menjadi juara tunggal putra All England 2021 setelah mengalahkan Viktor Axelsen asal Denmark.

    Badminton

    Minggu, 21 Maret 2021

    Rekap Hasil Final All England 2021: Jepang Berpesta, Malaysia Curi Gelar Tunggal Putra

    Berikut rekap hasil pertandingan final turnamen bulu tangkis All England 2021 yang digelar pada Minggu (21/3/2021).

    Badminton

    Minggu, 21 Maret 2021

    Hasil Final All England 2021: Dominan, Yuta Watanabe/Arisa Higashino Kunci Gelar Juara Ganda Campuran

    Yuta Watanabe/Arisa Higashino tampil sebagai juara ganda campuran All England 2021 setelah mengalahkan kompatriotnya pada laga final.

    Terbaru

    Badminton

    Sabtu, 25 September 2021

    Turunkan Pemain Terbaik, Indonesia Siap Menang di Laga Pertama Sudirman Cup 2021

    Indonesia sedang menimbang-nimbang pemain/pasangan yang akan diturunkan pada laga perdana Sudirman Cup 2021 melawan ROC

    Badminton

    Sabtu, 25 September 2021

    Sudirman Cup 2021: Bertemu Indonesia dan Denmark, Pemain Rusia Pilih Nothing to Lose

    Tunggal putra Rusia, Vladimir Malkov, mengaku hanya ingin menikmati setiap pertandingan yang dilakoninya di Sudirman Cup 2021.

    Badminton

    Sabtu, 25 September 2021

    Sudirman Cup 2021: Tim Bulu Tangkis Indonesia Mulai Jajal Arena Utama

    Tim bulu tangkis Indonesia mulai berlatih di lapangan utama Piala Sudirman 2021, Energia Areena, Vantaa Finlandia.

    Badminton

    Jumat, 24 September 2021

    Sudirman Cup 2021: Intip Kekuatan Lawan Indonesia di Grup C

    Indonesia bakal mengawai perjuangan di Sudirman Cup 2021 dengan bersaing di Grup C bersama Denmark, ROC, dan Kanada.

    Badminton

    Jumat, 24 September 2021

    Eng Hian Bicara Fenomena Pelatih Bulu Tangkis Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri

    Eng Hian bicara soal fenomena banyaknya pelatih Indonesia yang memilih berkarier di luar negeri.

    Badminton

    Kamis, 23 September 2021

    Ujian Pertama Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021, Pesawat Sempat Gagal Mendarat

    Belum juga bertanding, Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021 sudah mendapatkan ujian di Finlandia.

    Badminton

    Rabu, 22 September 2021

    Meski Honor Belum Cair, Pengprov PBSI Jatim Tetap Berangkatkan Atlet ke PON Papua

    PBSI Jatim tetap memberangkatkan atlet ke PON XX Papua 2021 meski honor belum dibayarkan oleh KONI Jatim.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Targetkan 1 Emas di PON Papua, KONI Jatim Enggan Cairkan Honor Atlet Bulu Tangkis

    KONI Jatim bersikukuh tak akan memberikan uang honor kepada belasan pebulu tangkis PON XX Papua.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Jelang PON XX Papua, Honor Belasan Atlet Bulu Tangkis Jatim Belum Cair

    Atlet bulu tangkis di Pelatda Jatim belum mendapatkan hak honor jelang keberangkatan ke PON XX Papua 2021.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Wakili Presiden Jokowi, Menpora Pastikan Pengobatan Verawaty Fajrin Ditanggung Pemerintah

    Menpora Zainudin Amali memastikan bahwa Pemerintah Indonesia bakal menanggung biaya pengobatan kanker paru-paru Verawaty Fajrin.
    X