German Open 2021 Batal, Tan Wee Kiong Berharap BWF Cepat Tanggap

16 Februari 2021, 17:20 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Doddy Wiratama
Tan Wee Kiong, pebulu tangkis Malaysia, ketika tampil dalam tur Asia di Thailand pada Januari 2021.
Tan Wee Kiong, pebulu tangkis Malaysia, ketika tampil dalam tur Asia di Thailand pada Januari 2021. /(instagram.com/wktan521)

  • Tan Wee Kiong berharap BWF ambil solusi cepat setelah German Open 2021 dibatalkan.
  • Sebagai pemain non-pelatnas, batalnya German Open 2021 membuat finansial Tan Wee Kiong terguncang.
  • BWF hingga saat ini belum memutuskan revisi jadwal kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

SKOR.id - Tan Wee Kiong kecewa dengan keputusan dibatalkannya German Open 2021 pada 9-14 Maret mendatang karena pandemi Covid-19.

Pemain Malaysia dengan status independen ini berharap Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) gerak cepat untuk menangani pembatalan tersebut.

Sebab, selain memangkas jumlah ajang kualifikasi Olimpiade Tokyo, pembatalan German Open 2021 juga memengaruhi finansial para pemain independen seperti dirinya.

Tan Wee Kiong, yang berpasangan dengan Goh V Shem pada nomor ganda putra, saat ini berada di peringkat ke-14 dalam klasemen Race to Tokyo.

Ranking itu jadi patokan lolos tidaknya pemain ke Olimpiade Tokyo 2020 yang dijadwalkan bergulir pada 23 Juli sampai dengan 8 Agustus 2021.

Awalnya, peraih medali perak Olimpiade Rio 2016 itu berencana tampil di Swiss Open (2-7 Maret), German Open (9-14 Maret), dan All England 2021 (17-21 Maret).

Swiss dan German Open 2021 tercatat sebagai ajang yang masuk dalam lanjutan periode kualifikasi Olimpiade 2020 yang tertunda karena pandemi Covid-19.

Sedangkan All England 2021 tak masuk dalam turnamen kualifikasi Olimpiade. BWF bakal memakai hasil All England 2020 untuk akumulasi penghitungan poin.

Dilema pun dihadapi Tan/Goh. Pada satu sisi, mereka butuh tambahan poin untuk mengejar target lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Namun, mengeluarkan dana besar untuk tur Eropa dengan hanya satu turnamen kualifikasi Olimpiade jelas tidak efisien untuk pemain independen dengan dana terbatas.

Ikut tur Eropa juga bisa dianggap membuang waktu karena ada waktu "menganggur" selama seminggu antara gelaran Swiss Open dengan All England.

"Setelah German Open batal, apa yang akan kami lakukan di antara Swiss Open dan All England?" tutur Tan kepada The Star.

"Kondisi ini berat bagi pemain profesional, menyangkut masalah finansial. Kami tahu berat bagi BWF untuk membuat keputusan di saat seperti ini, tetapi mereka perlu tanggap situasi."

Tan Wee Kiong/Goh V Shem juga harus berhitung karena 10 hari setelah All England 2021 digelar, Malaysia Open akan diselenggarakan.

Tampil di negara sendiri jelas lebih hemat ongkos. Apalagi Malaysia Open yang berkategori BWF World Tour Super 750 masuk dalam hitungan kualifikasi Olimpiade.

Pada sisi lain, Lloyd Green selaku perwakilan bagian media dan komunikasi BWF mengatakan bahwa untuk saat ini federasi belum memiliki rencana untuk mengubah sistem kualifikasi.

Urutan turnamen awal tahun 2021 yang akan menjadi ladang poin menuju Olimpiade masih akan tetap sama meskipun German Open dibatalkan.

"Kami terus kerja sama dengan IOC (Komite Olimpiade Internasional) untuk menyelesaikan sistem kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020."

"Kami menyadari bahwa perubahan atau tambahan turnamen mungkin diperlukan," tutur Lloyd Green.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Rionny Mainaky Sesalkan Pembatalan Turnamen German Open 2021

Gloria Emanuelle Widjaja Kecewa Pembatalan German Open 2021

Tag

Video

Berita Terkait

Badminton

Kamis, 11 Februari 2021

Breaking News: German Open 2021 Resmi Dibatalkan

German Open 2021 resmi dibatalkan. Dengan demikian ajang ini absen dua tahun karena edisi 2020 juga dibatalkan

Badminton

Sabtu, 13 Februari 2021

All England 2021: Cina dan Hong Kong Absen, Korea Selatan Cuma Kirim 3 Wakil

Hanya Sung Ji-hyun, Kim Ga-eun, dan Heo Kwang-hee yang terdaftar dalam draf peserta All England 2021 dari Korea Selatan.

Terbaru

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Taufik Hidayat Sedih Bendera Merah-Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

Taufik Hidayat sedih lantaran bendera Merah-Putih tak berkibar saat Indonesia juara Thomas Cup 2020

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Kiprah Duo FajRi, Dari Gagal Lolos Olimpiade hingga Jadi Andalan Indonesia di Thomas Cup 2020

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tulang punggung ganda putra Indonesia di Thomas Cup 2020.

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Menpora Minta Maaf karena Bendera Merah Putih Gagal Berkibar di Thomas Cup 2020

Menpora Zainudin Amali mengutarakan permintaan maaf dalam konferensi pers hari Minggu (18/10/2021).

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Takluk di Final Thomas Cup 2020, Lu Guangzu Akui Kehebatan Anthony Ginting

Lu Guangzu menilai bahwa Anthony Ginting sukses bangkit setelah tertinggal di gim pertama final Thomas Cup 2020, Minggu (17/10/2021).

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Leo Carnando/Daniel Marthin, Saksi Kembalinya 2 Trofi Beregu ke Pangkuan Indonesia

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bagian dari tim yang menang Suhandinata Cup 2019 dan Thomas Cup 2020.

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Sudah Juara Thomas Cup, Hendra Setiawan Bisa Pensiun dengan Tenang

Hendra Setiawan menuntaskan penantian panjangnya meraih Thomas Cup.

Terpopuler Satu Pekan

Keyword Populer

Sepak Pojok

X