Indonesia Belasan Tahun Tak Menghelat Thomas & Uber Cup, Hak Komersial Jadi Penghambat

7 Mei 2022, 21:18 WIB
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama
Cover Thomas-Uber Cup
Cover Thomas-Uber Cup /Grafis Yusuf/Skor.id

  • Indonesia terakhir kali jadi tuan rumah turnamen bulu tangkis Thomas & Uber Cup pada 2008.
  • Sejak saat itu, Indonesia tak pernah lagi jadi tuan rumah dan dipastikan berlangsung hingga dua windu.
  • Indonesia baru bisa kembali jadi tuan rumah minimal pada Thomas & Uber Cup 2026 asal bisa memenangi proses bidding.

SKOR.id - Sejak Thomas Cup pertama kali digelar pada 1949 dan Uber Cup pada 1957, Indonesia sudah beberapa kali dapat kesempatan menjadi tuan rumah.

Indonesia pernah delapan kali menyelenggarakan Thomas Cup, yakni pada 1961, 1967, 1973, 1979, 1986, 1994, 2004, dan 2008.

Sedangkan untuk Uber Cup, Indonesia jadi tuan rumah untuk tahun penyelenggaraan 1975, 1986, 1994, 2004, dan 2008.

Berdasar data di atas dapat diketahui bahwa Indonesia sudah 14 tahun tak lagi jadi tuan rumah dua turnamen bulu tangkis beregu tersebut.

Penantian dipastikan bakal berlangsung lebih lama karena pihak BWF sudah menunjuk Cina sebagai tuan rumah Thomas & Uber Cup 2024.

Cina ditunjuk melalui proses bidding "massal" pada akhir 2018. Kala itu, BWF menggelar bidding untuk beberapa major event sekaligus selama periode 2019-2025.

Major event yang dimaksud adalah Kejuaraan Dunia (termasuk junior dan veteran), Kejuaraan Dunia Junior Beregu, Thomas Cup & Uber Cup, dan Piala Sudirman.

Sayang, Indonesia saat itu memutuskan tak mengikuti proses bidding karena merasa keberatan dengan kebijakan komersial 80-20 yang diberlakukan BWF.

Tim ganda putra Indonesia yang bertanding di ajang Thomas Cup 2020.
Tim ganda putra Indonesia yang bertanding di ajang Thomas Cup 2020. (instagram.com/rollycarnando/)

Dalam kebijakan tersebut, BWF berhak atas 80 persen dari total pendapatan sponsor sementara sisanya jadi hak negara penyelenggara.

"PBSI memang mengajukan keberatan kepada BWF tentang hal ini," kata Achmad Budiharto saat masih menjabat sebagai Sekjen PBSI, dikutip dari Jawa Pos (29/11/2018).

 

"Ini memberatkan kami sebagai negara penyelenggara. Kami berharap BWF bisa mengubah konsep pembagian komersial ini menjadi 60-40, 60 untuk negara penyelenggara."

Dengan situasi yang sudah disebutkan di atas, Indonesia baru punya peluang untuk kembali menyelenggarakan Thomas & Uber Cup pada 2026.

Itu pun belum pasti terjadi karena Indonesia harus lebih dulu memenangi proses bidding yang bakal diselenggarakan BWF.

Selain itu, sikap PBSI terkait kebijakan hak komersial juga bakal memengaruhi waktu kapan Indonesia kembali jadi tuan rumah Thomas & Uber Cup.

Jika tercapai win-win solution, bisa jadi Indonesia bersedia mengajukan diri menjadi tuan rumah Thomas & Uber Cup maupun major event lain.

Tiga major event terakhir yang digelar di Indonesia adalah Kejuaraan Dunia 2015 di Jakarta serta Kejuaraan Dunia Junior 2017 dan Kejuaraan Dunia Junior Beregu 2017 di Jogja.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Jadwal Thomas & Uber Cup 2022 untuk Tim Indonesia

Kiprah Indonesia di Thomas dan Uber Cup, Prestasi Jomplang Tim Putra dan Putri

 

 

  • Sumber: bwfbadminton.com, Jawa Pos
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Minggu, 1 Mei 2022

    Menuju Thomas & Uber Cup 2022: Sejarah Bergulirnya Kejuaraan Beregu Paling Bergengsi

    Jika menilik sejarah, nama Sir George Alan Thomas dan Betty Uber jadi inspirasi kedua kejuaraan beregu tersebut.

    Badminton

    Selasa, 3 Mei 2022

    Peluang Indonesia di Thomas Cup 2022: Tanpa Marcus Gideon, Sang Juara Bertahan Harus Konsisten

    Indonesia menatap Thomas Cup 2022 di Bangkok, 8-15 Mei 2022, dengan status sebagai juara bertahan.

    Badminton

    Rabu, 4 Mei 2022

    Peluang Indonesia di Uber Cup 2022: Kirim Tim Pelapis, Indonesia Harus Beri Surprise

    Indonesia menurunkan tim pelapis pada gelaran Uber Cup 2022 di Bangkok, 8-15 Mei 2022.

    Terbaru

    Badminton

    Rabu, 29 Juni 2022

    Mathias Boe Kritik Perkembangan Lambat Bulu Tangkis Dibanding Cabor Populer Lain di Dunia

    Mathias Boe membandingkan dengan tenis dan sepak bola yang mengundang legenda hidup di pertandingan masa kini.

    Badminton

    Rabu, 29 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: Susul Akane Yamaguchi, Yuta Watanabe/Arisa Higashino Juga Tersingkir Prematur

    Penampilan Yamaguchi dan Watanabe/Higashino di Malaysia Open terbilang menurun jika dibanding dengan Indonesia Open 2022.

    Badminton

    Rabu, 29 Juni 2022

    Rekap Hasil Malaysia Open 2022, Rabu (29/6/2022): Indonesia Tambah 4 Amunisi ke Babak 16 Besar

    Total 12 wakil Indonesia akan tampil di 16 besar Malaysia Open 2022 hari Kamis (29/6/2022).

    Badminton

    Rabu, 29 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: The Daddies Menang meski Sempat Kena Tikung dan Dirugikan Umpire

    Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menang 17-21, 21-15, 21-14 atas wakil Cina di babak pertama Malaysia Open 2022.

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: Raih Kemenangan Perdana, Rinov/PithaTak Terpengaruh Suporter Tuan Rumah

    Melawan wakil tuan rumah, Rinov/Phita mendapat tekanan dari suporter di Axiata Arena.

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Berbeda dengan Lee Zii Jia, Commonwealth Games 2022 Jadi Prioritas Loh Kean Yew

    Commonwealth Games 2022 punya arti yang berbeda bagi dua tunggal putra elit dunia, Lee Zii Jia dan Loh Kean Yew.

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: Rehan/Lisa Ditunggu Peraih Medali Emas Olimpiade di Babak Kedua

    Rehan/Lisa mengaku basih beradaptasi dengan angin Axiata Arena di babak pertama Malaysia Open 2022, Selasa (28/6/2022).

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Rekap Hasil Malaysia Open 2022, Selasa (28/6/2022): Indonesia Loloskan 8 Wakil ke 16 Besar

    8 dari 11 wakil Indonesia yang tampil di hari pertama Malaysia Open 2022 lolos ke babak 16 besar pada Selasa (28/6/2022).

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Praveen Jordan Jalani Operasi Tulang Belakang, Dipastikan Absen di Kejuaraan Dunia 2022

    Pemulihan Praveen Jordan diperkirakan memakan waktu paling cepat tiga bulan lamanya.

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: Kekompakan Jadi Senjata Utama Apriyani/Fadia Menangi Laga Pertama

    Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti jadi salah satu wakil Indonesia yang menang di hari pertama Malaysia Open 2022.
    X