Jadwal Padat BWF World Tour Picu Badai Cedera, Kritik Berdatangan dari Pemain

2 Desember 2021, 20:00 WIB
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama
Momen saat tunggal putra Jepang, Kento Momota, memutuskan mundur dari pertandingan babak pertama BWF World Tour Finals 2021 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali karena mengalami cedera punggung.
Momen saat tunggal putra Jepang, Kento Momota, memutuskan mundur dari pertandingan babak pertama BWF World Tour Finals 2021 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali karena mengalami cedera punggung. /HUMAS PP PBSI-Indonesia

  • Jadwal padat BWF World Tour 2021, terutama pada paruh kedua tahun, dinilai jadi penyebab pebulu tangkis bertumbangan karena cedera atau kelelahan.
  • Viktor Axelsen sempat melontarkan kritik via Twitter yang kemudian dihapus, sedangkan Lee Zii Jia dan Anders Antonsen membahas hal ini dalam siniar.
  • Kevin Sanjaya Sukamuljo juga pernah merasa diperlakukan seperti robot oleh BWF karena harus menjalani jadwal pertandingan yang super padat.

SKOR.id - Fenomena pebulu tangkis yang mundur di tengah turnamen karena cedera makin sering terjadi, tak terkecuali dalam ajang Indonesia Badminton Festival 2021.

Indonesia Badminton Festival 2021 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali terdiri dari tiga turnamen, yakni Indonesia Masters, Indonesia Open, dan BWF World Tour Finals 2021.

Sejauh ini, tercatat ada delapan kasus retired (mundur di tengah laga) dan dua kasus walkover (mundur sebelum laga bergulir) sepanjang tiga turnamen tersebut.

Alasan mayoritas para pebulu tangkis memutuskan mundur dari turnamen adalah faktor cedera maupun tingkat kebugaran yang tak maksimal.

Fenomena pemain yang bertumbangan juga terjadi kala BWF menggelar lima turnamen beruntun di Eropa pada akhir September hingga awal November lalu.

Sempat berjalan "mulus" di Sudirman Cup 2021, kasus retired dan walkover mulai ditemui di Thomas & Uber Cup 2020 yang bergulir di Aarhus, Denmark pada 9-17 Oktober lalu.

Puncak fenomena pemain mundur di tengah turnamen terjadi pada Denmark Open 2021. dengan 11 kasus retired.

Secara total, ada 26 kasus retired dan tiga walkover yang terjadi selama lima turnamen berlangsung di Eropa pada akhir September hingga awal November 2021.

Padatnya jadwal turnamen pada paruh kedua tahun ini disinyalir jadi salah satu penyebab para pebulu tangkis bertumbangan, baik karena cedera maupun kelelahan.

Sejumlah pemain pun telah buka suara terkait fenomena yang terjadi belakangan. Apalagi mereka bisa dibilang jadi "korban" utama dari padatnya jadwal tanding yang disusun BWF.

Viktor Axelsen misalnya. Dilansir dari insidethegames.biz, ayah satu anak itu sempat mencuit unek-unek soal badai cedera di BWF World Tour Finals 2021.

Meski bukan jadi korban, Viktor Axelsen turut menyesali cedera yang dialami Kento Momota (Jepang) dan Rasmus Gemke (Denmark) sehingga harus mundur dari turnamen.

Walau hal itu membuatnya lolos otomatis ke semifinal sebagai wakil Grup A, Axelsen tetap merasa tak senang dengan fenomena badai cedera yang terjadi.

Bagi tunggal putra nomor satu dunia itu, BWF World Tour Finals 2021 seharusnya jadi ajang bagi delapan pemain terbaik dunia berkompetisi di level tertinggi.

Gelar juara Indonesia Open 2021 turut mengantarkan Viktor Axelsen kembali menyandang status tunggal putra nomor satu dunia, per 30 November 2021.
Gelar juara Indonesia Open 2021 turut mengantarkan Viktor Axelsen kembali menyandang status tunggal putra nomor satu dunia, per 30 November 2021. HUMAS PP PBSI-Indonesia

Namun, semua itu buyar karena para pemain justru bertumbangan. Menurutnya, jadwal turnamen yang kelewat padat turut andil terhadap menurunnya performa pemain.

Akan tetapi, cuitan Viktor Axelsen itu sudah dihapus meski sudah ramai respons di Twitter (716 retweet dan 1.300 like).

Padatnya jadwal turnamen juga jadi perhatian tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia. Berbeda dari Viktor Axelsen, pemain peringkat delapan dunia ini bisa dibilang sebagai korban.

Juara All England 2021 bahkan sampai harus retired pada final Hylo Open 2021 dan babak pertama Indonesia Masters 2021 karena merasakan masalah di bagian punggung.

Lee Zii Jia baru-baru ini juga sempat membahas dampak jadwal padat turnamen bulu tangkis dunia terhadap pemain kala menjadi bintang tamu siniar milik Anders Antonsen.

"Masalah jadwal ini sangat sulit bahkan sebelum Covid-19 merebak. Kami harus bermain di sekitar 20 turnamen dalam setahun," ujar pria 23 tahun ini membuka topik.

Tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, mengangkat trofi juara All England 2021 pada Minggu (21/3/2021).
Tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, mengangkat trofi juara All England 2021 pada Minggu (21/3/2021). (instagram.com/leeziijia/)

"Jika kami mundur dari turnamen level tinggi, kami akan didenda (5.000 dolar AS). Mungkin BWF bisa mengubah agenda turnamen jadi seperti di NBA (liga basket Amerika Serikat)."

Konsep NBA yang dimaksud adalah kompetisi bergulir hanya dalam delapan bulan sementara sisanya bisa digunakan pemain untuk libur dan beristirahat.

"Penjadwalan itu cukup bagus karena pemain bisa mendapat blok liburan dan turnamen yang panjang. Saat ini, pemain tak mendapat kesempatan untuk benar-benar berlibur."

Sedangkan Anders Antonsen yang jadi host siniar punya gagasan tersendiri. Ia ingin sebuah turnamen bulu tangkis bisa digelar dalam delapan hari.

Selama ini, kebanyakan turnamen digelar dalam enam hari dari Selasa sampai Minggu. Stamina pemain dipastikan terkuras jika harus mengikuti banyak turnamen secara beruntun.

"Langkah ini bisa membantu mengurangi kejadian pemain mundur di tengah pertandingan karena alasan kelelahan atau cedera," ujar Anders Antonsen.

Sedangkan dari Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo juga sempat melontarkan kritik terkait jadwal padat yang dialaminya di Indonesia Badminton Festival 2021.

Aksi ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, kala tampil pada hari pertama babak penyisihan grup BWF World Tour Finals 2021 yang digelar di Bali International Convention Centre & Westin Resort pada Rabu (1/12/2021).
Aksi ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, kala tampil pada hari pertama babak penyisihan grup BWF World Tour Finals 2021 yang digelar di Bali International Convention Centre & Westin Resort pada Rabu (1/12/2021). HUMAS PP PBSI-Indonesia

Saat itu, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon sudah harus bermain pada babak pertama Indonesia Open 2021 yang digelar Selasa (30/11/2021).

Laga tersebut digelar hanya dua hari setelah ganda putra nomor satu dunia itu tampil pada final Indonesia Masters 2021, Minggu (28/11/2021).

Meski akhirnya bisa menang, bahkan jadi juara Indonesia Open 2021, Kevin Sanjaya Sukamuljo juga sempat melontarkan kritiknya terhadap BWF.

"Pertama-tama, kami bersyukur bisa melewati pertandingan hari ini. (Namun) saya merasa BWF tidak adil memperlakukan kami seperti robot," ujar Kevin seusai bertanding.

"Minggu baru selesai main final, Selasa (sudah) harus main di babak pertama. Kami kurang cukup istirahat. Hal ini pastinya sangat memengaruhi penampilan kami."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Loh Kean Yew dan Kisah Naturalisasi Pebulu Tangkis Kelahiran Malaysia ke Singapura

Update Ranking BWF: Viktor Axelsen Kembali Jadi Tunggal Putra Nomor Satu Dunia

Tag

Video

Berita Terkait

Badminton

Selasa, 23 November 2021

Indonesia Open 2021: Dihajar Jadwal Padat, Kevin Sanjaya Merasa Diperlakukan seperti Robot

Kevin Sanjaya Sukamuljo merasa diperlakukan seperti robot lantaran dapat jadwal tanding padat menuju Indonesia Open 2021.

Badminton

Kamis, 2 Desember 2021

Prokes Ketat BWF World Tour Finals 2021 Tuai Pujian Menpora

BWF World Tour Finals 2021 di Nusa Dua, Bali, berlangsung dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Terbaru

Badminton

Rabu, 29 Juni 2022

Mathias Boe Kritik Perkembangan Lambat Bulu Tangkis Dibanding Cabor Populer Lain di Dunia

Mathias Boe membandingkan dengan tenis dan sepak bola yang mengundang legenda hidup di pertandingan masa kini.

Badminton

Rabu, 29 Juni 2022

Malaysia Open 2022: Susul Akane Yamaguchi, Yuta Watanabe/Arisa Higashino Juga Tersingkir Prematur

Penampilan Yamaguchi dan Watanabe/Higashino di Malaysia Open terbilang menurun jika dibanding dengan Indonesia Open 2022.

Badminton

Rabu, 29 Juni 2022

Rekap Hasil Malaysia Open 2022, Rabu (29/6/2022): Indonesia Tambah 4 Amunisi ke Babak 16 Besar

Total 12 wakil Indonesia akan tampil di 16 besar Malaysia Open 2022 hari Kamis (29/6/2022).

Badminton

Rabu, 29 Juni 2022

Malaysia Open 2022: The Daddies Menang meski Sempat Kena Tikung dan Dirugikan Umpire

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menang 17-21, 21-15, 21-14 atas wakil Cina di babak pertama Malaysia Open 2022.

Badminton

Selasa, 28 Juni 2022

Malaysia Open 2022: Raih Kemenangan Perdana, Rinov/PithaTak Terpengaruh Suporter Tuan Rumah

Melawan wakil tuan rumah, Rinov/Phita mendapat tekanan dari suporter di Axiata Arena.

Badminton

Selasa, 28 Juni 2022

Berbeda dengan Lee Zii Jia, Commonwealth Games 2022 Jadi Prioritas Loh Kean Yew

Commonwealth Games 2022 punya arti yang berbeda bagi dua tunggal putra elit dunia, Lee Zii Jia dan Loh Kean Yew.

Badminton

Selasa, 28 Juni 2022

Malaysia Open 2022: Rehan/Lisa Ditunggu Peraih Medali Emas Olimpiade di Babak Kedua

Rehan/Lisa mengaku basih beradaptasi dengan angin Axiata Arena di babak pertama Malaysia Open 2022, Selasa (28/6/2022).

Badminton

Selasa, 28 Juni 2022

Rekap Hasil Malaysia Open 2022, Selasa (28/6/2022): Indonesia Loloskan 8 Wakil ke 16 Besar

8 dari 11 wakil Indonesia yang tampil di hari pertama Malaysia Open 2022 lolos ke babak 16 besar pada Selasa (28/6/2022).

Badminton

Selasa, 28 Juni 2022

Praveen Jordan Jalani Operasi Tulang Belakang, Dipastikan Absen di Kejuaraan Dunia 2022

Pemulihan Praveen Jordan diperkirakan memakan waktu paling cepat tiga bulan lamanya.

Badminton

Selasa, 28 Juni 2022

Malaysia Open 2022: Kekompakan Jadi Senjata Utama Apriyani/Fadia Menangi Laga Pertama

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti jadi salah satu wakil Indonesia yang menang di hari pertama Malaysia Open 2022.
X