Malaysia Hobi Gunakan Pelatih Indonesia, Terbaru Flandy Limpele

29 Juli 2021, 17:30 WIB
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Mantan tunggal putra Indonesia, Hendrawan, dalam sebuah wawancara di Manila, Filipina, di tengah tugasnya mendampingi skuad Malaysia dalam ajang Badminton Asia Team Championships 2020, 17 Februari 2020.
Mantan tunggal putra Indonesia, Hendrawan, dalam sebuah wawancara di Manila, Filipina, di tengah tugasnya mendampingi skuad Malaysia dalam ajang Badminton Asia Team Championships 2020, 17 Februari 2020. /(Dok. Badminton Indonesia)

SKOR.id - Peraih perunggu Indonesia pada nomor ganda putra Olimpade 2004 Athena, Flandi Limpele kini harus "menyakiti" hati para pencinta bulu tangkis Indonesia.

Menjabat sebagai pelatih ganda putra Malaysia, mereka mampu melambungkan nama pasangan Aaron Chia/Soh Woi Yik.

Aaron Chia/Soh Woi Yik sendiri sukses menundukkan ganda putra andalan Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, 21-14, 21-7 pada babak perempat final Olimpiade 2020 Tokyo.

Hi Skorer, jangan lupa download apps Skor.id biar enggak ketinggalan update dan bisa mendapatkan banyak hadiah menarik.

Membawa Aaron Chia/Soh Woi Yik menjadi pengubur impian Minions, julukan Marcus/Kevin tentu membuat dirinya kembali jadi sorotan.

Menariknya, pasangan Flandi Limpele saat meraih perunggu Olimpiade 2004, Eng Hian kini melatih Indonesia. Namun bukan di nomor ganda putra, melainkan ganda putri.

Namun yang perlu dicatat, sejak lama Malaysia memang sangat hobi menggunakan jasa pelatih Indonesia.

Bahkan, saat ini, di Pelatnas Malaysia ada empat pelatih yang berasal dari Indonesia.

Salah satunya adalah peraih perak Olimpiade 2000 Sydney, Hendrawan.  Ia sudah melatih Malaysia sejak Lee Chong Wei masih aktif bermain. 

Kini, Hendrawan membawa tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia di Olimpiade 2020. Pada babak 16 besar Lee Zii Jia akan berhadapan dengan lawan berat, yakni peraih emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Baca Juga: LIVE UPDATE: Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020

Baca Juga: LIVE: Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Adapun, dua pelatih Indonesia lainnya di Pelatnas Malaysia adalah Paulus Firman (ganda campuran) dan Indra Wijaya (tunggal putri).

Sejarah adanya pelatih Indonesia di Malaysia dimulai dari Indra Gunawan pada 2001. Ia bahkan melatih Malaysia hingga dirinya meningal dunia pada 2009.

Selama tugasnya di Negeri Jiran, Indra Gunawan turut menelurkan Lee Chong Wei.

Peraih emas ganda putra untuk Indonesia di Olimpiade 1996 Atlanta, Rexy Mainaky juga melatih di Malaysia, tepatnya pada 2006 hingga 2012.

Ia berjasa membawa Koo Kien Kiet/Tan Boon Heong meraih emas Asian Games 2006 Doha.

Koo Kien Kiet/Tan Boon Heong adalah salah satu dari anggota big four ganda putra di akhir era 2000-an bersama Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia), Chai Yun/Fu Haifeng (Cina), dan Jung Jae-sung/Lee Yong-dae (Korea Selatan).

Jangan lupa untuk follow dan subscribe akun media sosial kami di: 

Berita Olimpiade Lainnya: 

Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020: Cina Amankan Medali Emas dan Perak Ganda Campuran

Hasil Dayung Olimpiade Tokyo 2020: Melani Putri/Mutiara Rahma Tempati Peringkat Ke-17

  • Sumber: Skor.id
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Wild Rift

    Kamis, 29 Juli 2021

    BOOM Esports Resmi Umumkan Skuad Anyar LoL: Wild Rift

    BOOM Esports resmi mengumumkan kehadiran roster LoL: Wild Rift terbarunya.

    Bola Nasional

    Kamis, 29 Juli 2021

    Rapor Pemain Indonesia di Liga Malaysia: Ryuji Utomo dan Saddil Ramdani Beda Nasib

    Sejumlah pemain asal Indonesia mencatatkan penampilannya di kompetisi Liga Malaysia pada pertengahan pekan ini.

    Olahraga Lain

    Kamis, 29 Juli 2021

    Juara Dunia Lompat Galah Positif Covid-19, Kontingen Australia Isolasi Mandiri

    Juara dunia lompat galah, Sam Kendricks, batal tampil di Olimpiide Tokyo 2020 akibat positif Covid-19.

    Terbaru

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

    Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Taufik Hidayat Sedih Bendera Merah-Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

    Taufik Hidayat sedih lantaran bendera Merah-Putih tak berkibar saat Indonesia juara Thomas Cup 2020

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Kiprah Duo FajRi, Dari Gagal Lolos Olimpiade hingga Jadi Andalan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tulang punggung ganda putra Indonesia di Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Menpora Minta Maaf karena Bendera Merah Putih Gagal Berkibar di Thomas Cup 2020

    Menpora Zainudin Amali mengutarakan permintaan maaf dalam konferensi pers hari Minggu (18/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Takluk di Final Thomas Cup 2020, Lu Guangzu Akui Kehebatan Anthony Ginting

    Lu Guangzu menilai bahwa Anthony Ginting sukses bangkit setelah tertinggal di gim pertama final Thomas Cup 2020, Minggu (17/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Leo Carnando/Daniel Marthin, Saksi Kembalinya 2 Trofi Beregu ke Pangkuan Indonesia

    Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bagian dari tim yang menang Suhandinata Cup 2019 dan Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Sudah Juara Thomas Cup, Hendra Setiawan Bisa Pensiun dengan Tenang

    Hendra Setiawan menuntaskan penantian panjangnya meraih Thomas Cup.
    X