Mengenal Sweet Spot di Raket Bulu Tangkis, Rahasia Serangan Tajam Para Atlet

19 Agustus 2021, 20:20 WIB
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Aksi Greysia Polii saat melakoni laga kedua babak penyisihan Grup A nomor ganda putri cabor bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza pada Senin (26/7/2021).
Aksi Greysia Polii saat melakoni laga kedua babak penyisihan Grup A nomor ganda putri cabor bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza pada Senin (26/7/2021). /(NOC Indonesia)

SKOR.id - Jika pebulu tangkis diibaratkan seperti ksatria, raket merupakan pedang para atlet untuk menaklukkan lawan.

Seorang pemain bulu tangkis menggunakan raket sebagai senjata untuk adu ketangkasan dan menaklukkan lawan.

Selain kekuatan otot dan kecepatan tangan pemain dalam mengayun raket, rupanya raket juga memiliki pengaruh berarti pada kualitas permainan. Tegangan senar pada raket adalah salah satunya.

Untuk menganalisis tegangan pada raket bulutangkis, perlu dilakukan analisis terlebih dahulu pada tali di kepala raket.

Bagaimana tali dirangkai di permukaan raket penting diperhatikan karena ketegangan senar dapat memengaruhi kendali pemain terhadap kok. Karena tegangan senar ini, raket memiliki sweet spot 

Dengan tali bertegangan tinggi, skorer dapat merasakan performa tali yang lebih kaku. Dalam hal ini, kok akan lebih mudah memantul dari raket.

Carolina Marin merupakan salah satu pebulu tangkis bertangan kidal yang mempunyai prestasi mentereng di dunia.
Carolina Marin merupakan salah satu pebulu tangkis bertangan kidal yang mempunyai prestasi mentereng di dunia. (twitter.com/CarolinaMarin)

Semakin tinggi tegangan yang dimiliki raket, sweet spot akan semakin kecil.

Raket dengan tali bertegangan tinggi digunakan terutama oleh pemain profesional dan mahir karena mereka tidak membutuhkan banyak sweet spot.

Kemampuan para atlet memukul kok yang sudah baik membuat sweet spot ini tidak banyak dibutuhkan.

Sebaliknya, para atlet mereka akan menukar sweet spot untuk kontrol yang lebih cepat saat bertanding.

Dengan tali ketegangan yang lebih rendah, raket menjadi lebih longgar, dan menghasilkan area sweet spot yang lebih besar.

Ketika kok mengenai bagian tali raket, akan ada lebih banyak elastisitas dalam ayunan, membuat kok bergerak lebih jauh dengan kecepatan yang lebih tinggi.

Anthony Sinisuka Ginting saat melakoni laga perdana Olimpiade Tokyo 2020, Minggu (25/7/2021).
Anthony Sinisuka Ginting saat melakoni laga perdana Olimpiade Tokyo 2020, Minggu (25/7/2021). NOC Indonesia

Saat seorang pemain dengan tali raket tegangan rendah memukul smash dengan kekuatan normal, pukulannya akan lebih cepat dan lebih keras daripada seseorang yang menggunakan senar tegangan tinggi, meski dengan jumlah kekuatan yang sama.

Ketegangan senar yang lebih tinggi menghasilkan kontrol yang cepat dalam bidikan. Sementara ketegangan senar rendah menghasilkan bidikan berkelok dengan lebih banyak elastisitas untuk membantu kecepatan.

Ayunan raket membutuhkan momentum yang tepat. Hal ini menjadi alasan di balik kenapa raket bulu tangkis tipis dan ringan. Berat raket mempengaruhi kecepatan pemain dalam mengayunkannya.

Anthony Sinisuka Ginting coba mengembalikan bola dengan backhand pada laga kedua Grup J Olimpiade Tokyo 2020, Rabu (28/7/2021).
Anthony Sinisuka Ginting coba mengembalikan bola dengan backhand pada laga kedua Grup J Olimpiade Tokyo 2020, Rabu (28/7/2021). NOC Indonesia

Semakin berat raket maka semakin sulit untuk diayunkan. Raket bulutangkis kemudian diciptakan lebih ringan agar mudah diayunkan serta menghasilkan kecepatan yang tinggi.

Ini juga mengapa raket bulutangkis terbuat dari bahan seperti serat karbon dan titanium. Bahan-bahan terbut digunakan untuk menjaga raket pada berat yang ringan.

Kepala raket yang kecil juga dirancang dengan cara ini untuk tujuan ini.

Desain raket bulutangkis dibuat terutama agar pemain dapat mengayun dengan kecepatan lebih dan memiliki momentum yang cukup untuk melawan tarikan dan pukulan kok dengan cepat.

(Adhitya Mahatravatama)

Follow dan subscribe akun media sosial Skor.id di InstagramFacebookTwitterYouTubeLinkedInTikTokHelo, dan Pinterest, serta dengarkan Podcast kami di Spotify.

Berita Lainnya:

Menpora Zainudin Amali Berharap ASN Atlet di Kemenpora jadi Inspirasi

Bonus untuk Pelatih Ganda Putri Olimpiade Tokyo 2020 Bertambah, Kali Ini Ratusan Juta Rupiah

 

  • Sumber: Skor.id
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bugar

    Kamis, 19 Agustus 2021

    6 Efek Samping Berbahaya dari Teh Susu yang Wajib Diketahui, Ada Keguguran

    Berikut ini Skor.id menguraikan tentang efek samping berbahaya dari teh susu yang wajib diketahui

    Liga 1

    Kamis, 19 Agustus 2021

    Soal Pemain Muda Persib, Robert Rene Alberts Kait-kaitkan dengan Lionel Messi

    Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, berjanji untuk membantu perkembangan pemain muda.

    Bola Internasional

    Kamis, 19 Agustus 2021

    Manuel Neuer Jadi Tumbal Kemenangan Bayern Munchen di Piala Super Jerman

    Bayern Munchen harus menerima kabar kurang baik, setelah kiper sekaligus kapten andalan mereka, Manuel Neuer, mengalami cedera.

    Terbaru

    Badminton

    Minggu, 24 Oktober 2021

    Rekap Hasil Denmark Open 2021: Praveen/Melati dan Tommy Kalah, Indonesia Nirwakil di Final

    Indonesia tanpa wakil di partai final Denmark Open 2021 setelah Praveen Jordan/Melati Daeva dan Tommy Sugiarto tersisih di semifinal.

    Badminton

    Sabtu, 23 Oktober 2021

    Hasil Semifinal Denmark Open 2021: Kena Comeback, Praveen/Melati Takluk di Tangan Wakil Thailand

    Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti kalah 21-16, 17-21, 20-22 dari wakil Thailand di semifinal Denmark Open 2021.

    Badminton

    Sabtu, 23 Oktober 2021

    Kisah Tunggal Putra Indonesia, Cedera Pinggang Usai Mati-matian di Thomas Cup 2020

    Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting sudah merasakan cedera sebelum Indonesia juara Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Sabtu, 23 Oktober 2021

    Jadwal dan Link Live Streaming Semifinal Denmark Open 2021, 2 Wakil Indonesia Siap Berlaga

    Indonesia menyisakan Tommy Sugiarto dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di semifinal Denmark Open 2021.

    Badminton

    Sabtu, 23 Oktober 2021

    Rekap Hasil Denmark Open 2021: Indonesia Sisakan Praveen/Melati dan Tommy Sugiarto di Semifinal

    Indonesia hanya mampu meloloskan dua wakil ke semifinal Denmark Open 2021 lewat Praveen Jordan/Melati Daeva dan Tommy Sugiarto.

    Badminton

    Sabtu, 23 Oktober 2021

    Hasil 8 Besar Denmark Open 2021: Jonatan Christie Retired, Kento Momota Melaju ke Semifinal

    Langkah Jonatan Christie dalam ajang Denmark Open 2021 terhenti di babak perempat final setelah memutuskan retired.

    Badminton

    Jumat, 22 Oktober 2021

    Hasil 8 Besar Denmark Open 2021: Langkah Greysia Polii/Apriyani Rahayu Dihentikan Wakil Cina

    Ini merupakan kekalahan perdana Greysia Polii/Apriyani Rahayu setelah menyabet medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

    Badminton

    Jumat, 22 Oktober 2021

    Hasil 8 Besar Denmark Open 2021: Bekuk Wakil Cina, Praveen Jordan/Melati Daeva Melaju ke Semifinal

    Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sukses melaju ke semifinal Denmark Open 2021 setelah mengalahkan Feng Ya Zhe/Du Yue (Cina).

    Badminton

    Jumat, 22 Oktober 2021

    Hasil 8 Besar Denmark Open 2021: Fajar/Rian Tumbang di Tangan Wakil Malaysia

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto kalah dari Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di babak 8 besar Denmark Open 2021, Jumat (22/10/2021).

    Badminton

    Jumat, 22 Oktober 2021

    Jadwal dan Link Live Streaming 6 Wakil Indonesia di Perempat Final Denmark Open 2021

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menjadi wakil pertama Indonesia di perempat final Denmark Open 2021, Jumat (22/10/2021).

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X