Menuju Olimpiade Tokyo: Bulu Tangkis, Cabor Tersukses Indonesia di Olimpiade

20 Juli 2021, 18:20 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Doddy Wiratama
Ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir (kanan) dan Tontowi Ahmad mendapat sambutan meriah dari masyarakat Indonesia usai meraih medali emas dalam Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016.
Ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir (kanan) dan Tontowi Ahmad mendapat sambutan meriah dari masyarakat Indonesia usai meraih medali emas dalam Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016. /

  • Panahan menjadi penyumbang medali pertama Indonesia di ajang Olimpiade.
  • Namun, bulu tangkis adalah andalan Indonesia meraih medali emas sejak Olimpiade 1992.
  • Tradisi emas Olimpiade dari cabor bulu tangkis diharapkan kembali terjadi di Tokyo 2020.

SKOR.id - Bicara cabang olahraga tersukses Indonesia dalam ajang Olimpiade tentu tak bisa lepas dari bulu tangkis.

Indonesia pertama kali tampil di Olimpiade pada Helsinki 1952 dengan tiga wakil, Maram Sudramaodjo (lompat tinggi), Habib Suharko (renang), dan Thio Ging Hwie (angkat besi).

Meskipun rutin mengirim wakil terbaik, kecuali saat absen di Tokyo 1964 dan Moskow 1980, Indonesia tak kunjung meraih medali kunjung dibawa pulang ke Tanah Air.

Setelah 36 tahun menanti, medali pertama Indonesia baru berbuah pada Olimpiade 1988 di Seoul, Korea Selatan.

LIVE: Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo

Saat itu medali bukan datang dari bulu tangkis, karena masih berstatus cabor ekshibisi dan belum memperebutkan medali, tetapi dari panahan.

Trio Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani, yang tahun 2016 diadaptasi menjadi film '3 Srikandi', mempersembahkan medali perak untuk Indonesia.

Bulu tangkis baru debut dan langsung menjadi andalan Indonesia pada Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol.

Tradisi Emas dari Barcelona

Dua legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti dan Alan Budikusuma, memamerkan medali emas yang mereka raih pada Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol.
Dua legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti dan Alan Budikusuma, memamerkan medali emas yang mereka raih pada Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol. (Dok. BWF Olympic Page)

Indonesia langsung meraih dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu di Olimpiade Barcelona 1992 yang menjadi satu prestasi terbaik hingga saat ini.

Dua medali emas Indonesia dipersembahkan oleh golden couple sektor tunggal, yakni Alan Budikusuma dan Susy Susanti.

Sejak saat itu, cabang olahraga bulu tangkis telah mempersembahkan total tujuh medali emas Olimpiade bagi Indonesia.

Setelah 1992, tradisi dilanjutkan Ricky Subagja/Rexy Mainaky (1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (2000), Taufik Hidayat (2004), dan Markis Kido/Hendra Setiawan (2008).

Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, menyebut PBSI harus bisa memaksimalkan dana dari sponsor untuk pengembangan dan pembinaan atlet.
Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, menyebut PBSI harus bisa memaksimalkan dana dari sponsor untuk pengembangan dan pembinaan atlet. (Jessica Margaretha/Skor.id)

Tradisi medali emas untuk Indonesia sempat terputus pada London 2012 sebelum Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kembali mempersembahkan emas pada Rio 2016.

Hingga Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, bulu tangkis masih menjadi satu-satunya cabang olahraga yang sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

Berkat bulu tangkis pula, Indonesia sukses menembus peringkat ke-24 pada Olimpiade Barcelona 1992 yang jadi posisi tertinggi bagi kontingen Merah Putih.

Menanti Tradisi Emas Berlanjut di Tokyo 2020

Kontingen bulu tangkis Indonesia saat akan terbang ke Jepang untuk mengikuti Olimpiade 2020.
Kontingen bulu tangkis Indonesia saat akan terbang ke Jepang untuk mengikuti Olimpiade 2020. Dok. PBSI

Tahun ini, Indonesia mengirimkan 28 atlet yang tersebar di delapan cabang olahraga di Olimpiade Tokyo 2020 yang akan bergulir pada 23 Juli-8 Agustus 2021.

Bulu tangkis menjadi penyumbang atlet terbanyak dengan 11 orang di lima sektor yang dipertandingkan.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, sangat berharap tradisi medali emas kembali berlanjut.

Kali ini, Menpora tidak hanya membebankan tugas medali emas kapada bulu tangkis tetapi semua cabang olahraga yang mengirim perwakilan ke Tokyo 2020.

"Target kami langsung peringkat. Jadi, kami tak menyebut berapa emas, perak, perunggu," begitu kata Menpora Amali saat pelepasan atlet pada 8 Juli 2021.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Kilas Balik 4 Agustus 1992, Indonesia Kawinkan Medali Emas Bulu Tangkis Olimpiade

Ranking Perolehan Medali Olimpiade dari Cabor Bulu Tangkis, Indonesia Nomor 2

  • Sumber: Skor.id
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Olahraga Lain

    Kamis, 15 April 2021

    Jelang Olimpiade Tokyo, NOC Indonesia Berharap Tambah Atlet dan Jaga Tradisi Emas

    Misi besar diusung Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), 100 hari menuju Olimpiade 2020 Tokyo.

    Olahraga Lain

    Senin, 19 Juli 2021

    Menuju Olimpiade Tokyo: Daftar 28 Atlet yang Mewakili Indonesia

    Total 28 atlet dari delapan cabang olahraga (cabor) akan mewakili Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

    Terbaru

    Badminton

    Jumat, 24 September 2021

    Sudirman Cup 2021: Intip Kekuatan Lawan Indonesia di Grup C

    Indonesia bakal mengawai perjuangan di Sudirman Cup 2021 dengan bersaing di Grup C bersama Denmark, ROC, dan Kanada.

    Badminton

    Jumat, 24 September 2021

    Eng Hian Bicara Fenomena Pelatih Bulu Tangkis Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri

    Eng Hian bicara soal fenomena banyaknya pelatih Indonesia yang memilih berkarier di luar negeri.

    Badminton

    Kamis, 23 September 2021

    Ujian Pertama Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021, Pesawat Sempat Gagal Mendarat

    Belum juga bertanding, Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021 sudah mendapatkan ujian di Finlandia.

    Badminton

    Rabu, 22 September 2021

    Meski Honor Belum Cair, Pengprov PBSI Jatim Tetap Berangkatkan Atlet ke PON Papua

    PBSI Jatim tetap memberangkatkan atlet ke PON XX Papua 2021 meski honor belum dibayarkan oleh KONI Jatim.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Targetkan 1 Emas di PON Papua, KONI Jatim Enggan Cairkan Honor Atlet Bulu Tangkis

    KONI Jatim bersikukuh tak akan memberikan uang honor kepada belasan pebulu tangkis PON XX Papua.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Jelang PON XX Papua, Honor Belasan Atlet Bulu Tangkis Jatim Belum Cair

    Atlet bulu tangkis di Pelatda Jatim belum mendapatkan hak honor jelang keberangkatan ke PON XX Papua 2021.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Wakili Presiden Jokowi, Menpora Pastikan Pengobatan Verawaty Fajrin Ditanggung Pemerintah

    Menpora Zainudin Amali memastikan bahwa Pemerintah Indonesia bakal menanggung biaya pengobatan kanker paru-paru Verawaty Fajrin.

    Badminton

    Senin, 20 September 2021

    Daftar 24 Pebulu Tangkis Indonesia untuk Thomas-Uber Cup 2020

    PBSI resmi mengumumkan skuad Indonesia untuk Thomas-Uber Cup 2020 di Aarhus, Denmark, 9-17 Oktober 2021.

    Badminton

    Senin, 20 September 2021

    Alami Kanker, Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit

    Legenda Bulu tangkis, Verawaty Fajrin kembali dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kanker paru-parunya memburuk

    Badminton

    Rabu, 15 September 2021

    Kilas Balik Sudirman Cup 1989: Momen Ajaib Susy Susanti Berujung Gelar Juara untuk Indonesia

    Piala Sudirman 1989 menghadirkan momen ajaib dari seorang Susy Susanti yang memantik momentum kebangkitan Indonesia di final.
    X