Menuju Thomas & Uber Cup 2022: Sejarah Bergulirnya Kejuaraan Beregu Paling Bergengsi

1 Mei 2022, 15:30 WIB
Penulis: Arin Nabila
Editor: Lily Indriyani
Cover Thomas & Uber Cup 2022
Cover Thomas & Uber Cup 2022 /(Grafis: Dede S Mauladi/Skor.id)

SKOR.id - Thomas dan Uber Cup meramaikan kalender turnamen bulu tangkis dunia, tahun ini. Bangkok, Thailand, terpilih jadi tuan rumah, 8-15 Mei mendatang.

Sebanyak 16 negara yang telah mengantongi tiket babak kualifikasi, baik Thomas Cup dan Uber Cup, akan berpatisipasi dan telah dibagi ke dalam empat grup.

Dalam rangka gelaran edisi ke-32 bagi Thomas Cup dan ke-29 untuk Uber Cup, Skor.id coba merangkum sejarah kedua turnamen beregu tersebut.

Sejarah Thomas Cup dan Uber Cup

Menilik dari sejarah, Thomas Cup lebih dulu terselenggara atas inisiasi legenda bulu tangkis asal Inggris, Sir George Alan Thomas.

Saat itu, Sir George Alan Thomas juga merupakan pendiri Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada 1949 atau dulu bernama IBF.

Sebagai orang yang menggeluti olahraga bulu tangkis, dia ingin adanya kompetensi beregu dunia seperti Piala Davis dalam tenis.

Singkat cerita, nama Sir George Alan Thomas akhirnya diabadikan sebagai trofi event beregu putra itu, yakni Piala Thomas.

Awalnya, kompetisi bergulir setiap tiga tahun sekali dengan format seri best of nine yakni lima tunggal dan empat ganda.

Dalam edisi pertama di Preston, Inggris, 10 negara tampil yakni Denmark, Kanada, Inggris, Irlandia, Bosnia, Prancis, Amerika Serikat, India, Swedia, dan Malaysia.

Malaysia, yang kala itu bernama Malaya, jadi negara pertama yang memboyong Piala Thomas usai mengalahkan Denmark di final, 8-1.

Format pertandingan kemudian berubah seiring berjalannnya waktu. Mulai tahun 1982, Thomas Cup diadakan tiap dua tahun sekali.

Para pebulu tangkis Indonesia berpose bersama trofi Thomas Cup di Pelatnas Cipayung, Jumat (5/11/21)
Para pebulu tangkis Indonesia berpose bersama trofi Thomas Cup di Pelatnas Cipayung, Jumat (5/11/21) Dok PBSI

Melihat tim putra memiliki turnamen supremasi tersendiri, H. S. Betty Uber menginginkan hal yang sama untuk tim putri.

Betty Uber sendiri merupakan pemain legendaris Inggris yang memenangi berbagai gelar bergengsi era 1930an hingga 1950an.

Edisi pertama Uber Cup akhirnya muncul pada 1957. Berlangsung di kota yang sama dengan pertama kali Thomas Cup, yakni Preston.

Sama halnya Sir George Alan Thomas, nama Betty Uber kemudian diabadaikan sebagai title turnamen beregu putri tersebut.

Pada edisi perdana, turnamen ini diikuti 11 negara dan dimenangi Amerika Serikat (AS) dengan mengalahkan Tim Uber Denmark.

Uber Cup juga awalnya digelar tiga tahun sekali dengan format tujuh nomor, selama dua hari, yaitu empat tunggal dan tiga ganda.

Tim putri Jepang merebut Uber Cup 2018.
Tim putri Jepang merebut Uber Cup 2018. (instagram.com/badminton_japan/)

Dua nomor tunggal dan satu ganda dimainkan pada hari pertama, sedangkan sisanya pada hari kedua. Format ini berlaku hingga 1978.

Pada 1984, untuk pertama kalinya Thomas dan Uber Cup digelar bersamaan dan diadakan setiap dua tahun sekali sampai saat ini.

Format pertandingan pun ikut berubah. Jumlah laga, Thomas Cup maupun Uber Cup, dikurangi menjadi tiga nomor tunggal dan dua ganda.

Negara tersukses

Indonesia tercatat sebagai negara yang paling sukses dalam penyelenggaraan Thomas Cup dengan mengoleksi 14 gelar.

Thomas Cup 1957, tim beregu putra Merah Putih untuk pertama kali keluar sebagai juara dan itu bertahan hingga beberapa edisi.

Tahun ini, Indonesia akan hadir sebagai juara bertahan setelah mengalahkan Cina pada final Thomas Cup lalu, sekaligus mengakhiri penantian selama 19 tahun.

Bendera PBSI dikibarkan saat Indonesia menjuarai Thomas Cup 2020 setelah mendapat sanksi dari WADA.
Bendera PBSI dikibarkan saat Indonesia menjuarai Thomas Cup 2020 setelah mendapat sanksi dari WADA. (INSTAGRAM PBSI)

Cina menyusul dengan 10 trofi, dilanjutkan Malaysia yang mengoleksi 5 trofi. Denmark dan Jepang masing-masing satu kali menjuarai Thomas Cup.

Sedangkan untuk Uber Cup, Cina menjadi negara yang paling banyak merebut gelar juara. Negeri Tirai Bambu sudah 14 kali melakukannya.

Empat negara lain yang pernah mencicipi podium tertinggi adalah Amerika Serikat (3 kali), Jepang (5), Indonesia (3), serta Korea Selatan (1).

Indonesia keluar sebagai juara Uber Cup masing-masing pada edisi 1975, 1994, dan 1996.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Ketum PBSI Tekankan Pentingnya Kekompakan di Thomas & Uber Cup dan SEA Games Vietnam

Skuad Indonesia untuk Thomas & Uber Cup 2022 Diumumkan, Marcus Fernaldi Gideon Absen

 

  • Sumber: bwfbadminton.com, Wikipedia, PB Djarum
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Rabu, 20 April 2022

    SEA Games 2021: Tim Bulu Tangkis Indonesia Ditarget 3 Medali Emas, Nomor Ini Jadi Andalan

    Kabid Binpres PBSI, Rionny Mainaky, menyebut tiga nomor yang diproyeksi bisa memenuhi target tim bulu tangkis Indonesia untuk SEA Games 2021.

    Lain - lain

    Sabtu, 30 April 2022

    Atlet Indonesia Tak Mudik dan Jaga Prokes Jelang Keberangkatan SEA Games 2021

    Kondisi kesehatan atlet menjadi salah satu perhatian serius CdM Indonesia, Ferry J Kono jelang keberangkatan SEA Games 2021.

    Timnas Indonesia

    Minggu, 1 Mei 2022

    Ketua Umum PSSI Tanggapi Absennya Pratama Arhan di SEA Games 2021

    Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, angkat bicara setelah Pratama Arhan dipastikan tak bisa tampil bersama timnas U-23 Indonesia di ajang SEA Games 2021.

    Terbaru

    Badminton

    Sabtu, 25 Juni 2022

    Lee Zii Jia Mundur dari Commonwealth Games 2022, ''Menpora'' Malaysia Kecewa

    Kemenpora Malaysia kecewa dengan keputusan Lee Zii Jia mundur dari Commonwealth Games 2022.

    Badminton

    Sabtu, 25 Juni 2022

    Greysia Polii: Olimpiade Ajari Saya untuk Tidak Pernah Menyerah

    BWF memberikan tribute spesial di Hari Olimpiade Internasional 2022 dengan menyajikan kisah Greysia Polii.

    Badminton

    Jumat, 24 Juni 2022

    Lee Chong Wei Sebut Keputusan Lee Zii Jia Mundur dari Commonwealth Games 2022 Tak Salah

    Lee Chong Wei melihat tidak ada masalah dengan keputusan Lee Zii Jia yang memilih mundur dari Commonwealth Games 2022.

    Badminton

    Jumat, 24 Juni 2022

    Resmi Hall of Fame BWF, Zhao Yunlei Dedikasikan Diri untuk Bulu Tangkis

    Jumat (24/6/2022), Zhao Yunlei resmi dinobatkan sebagai salah satu Hall of Fame BWF tahun 2022.

    Badminton

    Jumat, 24 Juni 2022

    Gantikan Lee Zii Jia, Ng Tze Yong Incar Medali di Commonwealth Games 2022

    Ng Tze Yong siap mengemban tugas sebagai tunggal putra utama Malaysia di Birminghan 2022, Agustus mendatang.

    Badminton

    Kamis, 23 Juni 2022

    Anders Antonsen Umumkan Mundur dari Turnamen BWF di Malaysia dan Singapura

    Kamis (23/6/2022), Anders Antonsen mengatakan cederanya belum pulih hingga harus absen lagi dari turnamen.

    Badminton

    Kamis, 23 Juni 2022

    Kento Momota Terpilih sebagai Salah Satu Ikon Atlet Jepang Masa Kini

    Kamis (23/6/2022), JOC mengumumkan total 29 nama sebagai simbol atlet Jepang masa kini dan masa depan.

    Badminton

    Kamis, 23 Juni 2022

    Demi Kejuaraan Dunia, Lee Zii Jia Absen dari Commonwealth Games 2022

    Tunggal putra Malayaia itu berharap tampil dengan kondisi terbaik di Jepang pada Agustus mendatang.

    Badminton

    Kamis, 23 Juni 2022

    Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Mundur dari 3 Turnamen, Minions Istirahat Sementara

    Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dipastikan mundur dari tiga turnamen di Asia Tenggara, Kamis (23/6/2022).

    Badminton

    Rabu, 22 Juni 2022

    Taufik Hidayat Sebut Viktor Axelsen Tunggal Putra Terbaik Saat Ini

    Taufik Hidayat dan Lee Chong Wei dipertemukan dalam TikTok Live, Rabu (22/6/2022) malam.
    X