Mohammad Ahsan: Kalah Bukan karena Tekanan Harus Meraih Emas

30 Juli 2021, 22:50 WIB
Editor: Irfan Sudrajat
Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. /(DOK. NOC INDONESIA)

  • Mohammad Ahsan menyatakan bahwa kekalahan dia dan Hendra Setiawan dari pasangan Taiwan bukan karena tekanan mental.
  • Ia mengatakan, itu lebih ke masalah teknis, bukan psikologis.
  • Ia dan Hendra sudah mengupayakan berbagai cara mengalahkan ganda Taiwan, namun tak kunjung menemukan celah.

SKOR.id - Harapan Indonesia meraih emas Olimpiade 2020 Tokyo dari bulu tangkis ganda putra dipastikan pupus.

Ini menyusul kekalahan telak Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, 10-21, 11-21 dari pasangan Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-lin di Musashino Forest Sports Plaza, Jumat (30/7/21).

Kekalahan ini bisa jadi karena mereka mengalami tekanan lantaran jadi satu-satunya harapan Indonesia di semifinal ganda putra.

Hai Skorer, jangan lupa download apps Skor.id biar enggak ketinggalan update dan bisa mendapatkan banyak hadiah menarik.

Namun, Mohammad Ahsan memastikan, kegagalannya di semifinal bukan karena tekanan mental

Ini murni masalah teknis di lapangan. Ganda Taiwan memang bermain sangat bagus.

"Bukan karena tekanan untuk meraih emas. Secara mental kami siap. Namun, pola permainan lawan menekan kami," kata Mohammad Ahsan.

"Ini masalah teknis di lapangan. Ini adalah laga paling sulit saat melawan mereka," dia menambahkan.

"Kami mencoba segala cara untuk keluar dari tekanan yang dilakukan ganda Taiwan, tapi tetap kami tak menemukan celah mengalahkan mereka," ucap Mohammad Ahsan.

Dengan begini, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan hanya bisa berharap mendapatkan medali perunggu.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan saat melakoni perempat final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Kamis (29/7/2021).
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan saat melakoni perempat final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Kamis (29/7/2021). NOC Indonesia

Sabtu (21/7/21), mereka menghadapi pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Woi Yik.

Meskipun punya rekor bagus saat berhadapan dengan ganda Malaysia ini, pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi enggan meremehkan Aaron Chia/Soh Woi Yik.

Apalagi, Aaron Chia/Soh Woi Yik merupakan ganda yang menyingkirkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamiuljo di perempat final.

"Betemu pasangan Malaysia belum tentu menang juga. Atmosfernya berbeda karena sudah perebutan perunggu," ucap Herry IP.

Jangan lupa untuk follow dan subscribe akun media sosial kami di: 

Berita Olimpiade Lainnya:

Membongkar Isu Olynder, Aplikasi Kencan Antar Atlet di Olimpiade Tokyo 2020

LIVE UPDATE: Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020

  • Sumber: NOC Indonesia
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Kamis, 29 Juli 2021

    Bulu Tangkis Jepang Babak Belur di Olimpiade Tokyo, Kento Momota dan Dua Ganda Putra Tumbang

    Meski berstatus tuan rumah, tim bulu tangkis Jepang ternyata babak belur di Olimpiade Tokyo 2020.

    Badminton

    Kamis, 29 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Ganda Putra Malaysia Beberkan Kunci Singkirkan Minions

    Ganda putra Malaysia beberkan kunci kemenangan atas Minions di perempat final Olimpiade Tokyo 2020.

    Badminton

    Jumat, 30 Juli 2021

    Prestasi Lee Yang/Wang Chi-Lin, Ganda Putra Taiwan yang Jegal Ahsan/Hendra di Olimpiade Tokyo 2020

    Pebulu tangkis Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-lin, menjadi salah satu pebulu tangkis yang disorot di Olimpiade Tokyo 2020.

    Terbaru

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

    Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Taufik Hidayat Sedih Bendera Merah-Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

    Taufik Hidayat sedih lantaran bendera Merah-Putih tak berkibar saat Indonesia juara Thomas Cup 2020

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Kiprah Duo FajRi, Dari Gagal Lolos Olimpiade hingga Jadi Andalan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tulang punggung ganda putra Indonesia di Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Menpora Minta Maaf karena Bendera Merah Putih Gagal Berkibar di Thomas Cup 2020

    Menpora Zainudin Amali mengutarakan permintaan maaf dalam konferensi pers hari Minggu (18/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Takluk di Final Thomas Cup 2020, Lu Guangzu Akui Kehebatan Anthony Ginting

    Lu Guangzu menilai bahwa Anthony Ginting sukses bangkit setelah tertinggal di gim pertama final Thomas Cup 2020, Minggu (17/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Leo Carnando/Daniel Marthin, Saksi Kembalinya 2 Trofi Beregu ke Pangkuan Indonesia

    Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bagian dari tim yang menang Suhandinata Cup 2019 dan Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Sudah Juara Thomas Cup, Hendra Setiawan Bisa Pensiun dengan Tenang

    Hendra Setiawan menuntaskan penantian panjangnya meraih Thomas Cup.

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X