Nozomi Okuhara Bandingkan Badminton Lovers di Indonesia dengan Cina dan Inggris

27 April 2021, 15:15 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Nozomi Okuhara (Jepang) menjuarai Denmark Open 2020 setelah menang atas Carolina Marin (Spanyol) di final hari Minggu (18/10/2020).
Nozomi Okuhara (Jepang) menjuarai Denmark Open 2020 setelah menang atas Carolina Marin (Spanyol) di final hari Minggu (18/10/2020). /(twitter.com/bwfmedia)

SKOR.id - Menjelang bergulirnya Olimpiade Tokyo pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021, Nozomi Okuhara berbicara mengenai keberagaman yang merupakan salah satu motto kejuaraan empat tahunan itu kali ini.

Dalam kolom yang dirilis Mainichi, atlet Jepang tersebut merasa bersyukur menapaki karier sebagai seorang pebulu tangkis.

Baginya, bulu tangkis adalah guru yang telah mengajarkannya arti keberagaman melalui berbagai tur internasional yang dia lakoni setiap tahunnya.

"Bulu tangkis mengharuskan perjalanan ke berbagai belahan dunia selama tur. Jadi, saya menemukan banyak budaya yang beragam dari berbagai negara dan wilayah. Untuk itulah, asal muasal keberagaman bagi saya adalah turnamen internasional," tulis Okuhara.

Juara dunia 2017 tersebut menyebutkan beberapa pengalaman kunjungan ke beberapa negara dan wilayah yang memiliki atmosfer pertandingan yang beragam.

Salah satunya adalah kunjungan Okuhara ke Indonesia yang selalu disambut dengan riuh rendah para penonton yang memadati venue pertandingan dan meneriakkan dukungan kepada para idola mereka.

Hendri Saputra Ho bersama para fans, pada laga final Indonesia Masters 2020 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (19/1/2020)
Hendri Saputra Ho bersama para fans, pada laga final Indonesia Masters 2020 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (19/1/2020) Jessica Margaretha/skor.id

"Indonesia sangat terkenal dengan bulu tangkis sebagai olahraga nasional. Bahkan antusiasme para penggemarnya luar biasa. Para pemain (Indonesia) juga sangat kuat," begitu tulis Okuhara.

"China adalah negara adidaya dengan penggemar yang cerdas yang rasanya bisa diidentifikasi lewat tepuk tangan."

"All England yang saya menangi pada Maret kemarin adalah turnamen tertua dan memiliki atmosfer kesetaraan dari berbagai atlet dari seluruh dunia."

"Gaya dukungan (para penggemar) sangat berbeda tergantung negara atau wilayah. Namun, semuanya memiliki keistimewaan sendiri."

Anthony Sinisuka Ginting bersama para fans, pada laga final Indonesia Masters 2020 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (19/1/2020)
Anthony Sinisuka Ginting bersama para fans, pada laga final Indonesia Masters 2020 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (19/1/2020) Jessica Margaretha/skor.id

Atlet yang memperkuat Jepang saat menjadi kampiun Piala Uber 2018 tersebut juga merasakan adanya kesatuan di setiap pertandingan yang dia lakoni.

Okuhara mengaku semakin menghargai keberagaman setelah bertemu dengan banyak pemain dari berbagai negara memahami setiap perbedaan yang mereka miliki.

"Hal yang luar biasa dari dunia olahraga adalah Anda bisa bersatu tanpa memandang ras, warna kulit, gender, bahasa, dan sebagainya," kata Okuhara menegaskan.

"Bukankah penting bagi kita untuk menghargai dan memahami perbedaan setiap individu tanpa harus membentuk sebuah stereotype?"

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Kento Momota Menjawab Rival Terberat Selama Ini

Pernah Jadi Rival, Taufik Hidayat dan Lee Chong Wei Punya Satu Kesamaan

  • Sumber: Mainichi
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Jumat, 23 April 2021

    Bagi Taufik Hidayat, Lee Chong Wei adalah Legenda yang Kurang Hoki

    Taufik Hidayat mengagumi Lee Chong Wei sebagai legenda bulu tangksi dengan paket lengkap.

    Badminton

    Jumat, 23 April 2021

    Pulih dari Cedera, Gregoria Mariska Siap Tampil di Malaysia Open 2021

    Gregoria Mariska Tunjung sudah sembuh dari cedera paha dan siap tempur di Malaysia Open 2021.

    Terbaru

    Badminton

    Jumat, 24 September 2021

    Sudirman Cup 2021: Intip Kekuatan Lawan Indonesia di Grup C

    Indonesia bakal mengawai perjuangan di Sudirman Cup 2021 dengan bersaing di Grup C bersama Denmark, ROC, dan Kanada.

    Badminton

    Jumat, 24 September 2021

    Eng Hian Bicara Fenomena Pelatih Bulu Tangkis Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri

    Eng Hian bicara soal fenomena banyaknya pelatih Indonesia yang memilih berkarier di luar negeri.

    Badminton

    Kamis, 23 September 2021

    Ujian Pertama Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021, Pesawat Sempat Gagal Mendarat

    Belum juga bertanding, Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021 sudah mendapatkan ujian di Finlandia.

    Badminton

    Rabu, 22 September 2021

    Meski Honor Belum Cair, Pengprov PBSI Jatim Tetap Berangkatkan Atlet ke PON Papua

    PBSI Jatim tetap memberangkatkan atlet ke PON XX Papua 2021 meski honor belum dibayarkan oleh KONI Jatim.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Targetkan 1 Emas di PON Papua, KONI Jatim Enggan Cairkan Honor Atlet Bulu Tangkis

    KONI Jatim bersikukuh tak akan memberikan uang honor kepada belasan pebulu tangkis PON XX Papua.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Jelang PON XX Papua, Honor Belasan Atlet Bulu Tangkis Jatim Belum Cair

    Atlet bulu tangkis di Pelatda Jatim belum mendapatkan hak honor jelang keberangkatan ke PON XX Papua 2021.

    Badminton

    Selasa, 21 September 2021

    Wakili Presiden Jokowi, Menpora Pastikan Pengobatan Verawaty Fajrin Ditanggung Pemerintah

    Menpora Zainudin Amali memastikan bahwa Pemerintah Indonesia bakal menanggung biaya pengobatan kanker paru-paru Verawaty Fajrin.

    Badminton

    Senin, 20 September 2021

    Daftar 24 Pebulu Tangkis Indonesia untuk Thomas-Uber Cup 2020

    PBSI resmi mengumumkan skuad Indonesia untuk Thomas-Uber Cup 2020 di Aarhus, Denmark, 9-17 Oktober 2021.

    Badminton

    Senin, 20 September 2021

    Alami Kanker, Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit

    Legenda Bulu tangkis, Verawaty Fajrin kembali dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kanker paru-parunya memburuk

    Badminton

    Rabu, 15 September 2021

    Kilas Balik Sudirman Cup 1989: Momen Ajaib Susy Susanti Berujung Gelar Juara untuk Indonesia

    Piala Sudirman 1989 menghadirkan momen ajaib dari seorang Susy Susanti yang memantik momentum kebangkitan Indonesia di final.
    X