Pelatih Pusarla V Sindhu Mendadak Populer Usai Olimpiade Tokyo

21 Agustus 2021, 17:45 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Park Tae-sang (kanan), pelatih asal Korea Selatan yang membawa Pusarla V Sindhu meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo.
Park Tae-sang (kanan), pelatih asal Korea Selatan yang membawa Pusarla V Sindhu meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo. /(instagram.com/taesang2734/)

  • Park Tae-sang adalah salah satu sosok penting keberhasilan Pusarla V Sindhu meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo.
  • Pelatih asal Korea Selatan tersebut mendadak jadi bintang di India dengan pengikut Instagram yang meningkat pesat.
  • Park Tae-sang bangga impiannya meraih medali Olimpiade diwujudkan oleh anak didiknya.

SKOR.id - Pelatih Pusarla V SindhuPark Tae-sang, mendadak populer di kalangan pencinta bulu tangkis India setelah Olimpiade Tokyo.

Kepopuleran pelatih asal Korea Selatan tersebut tak lepas dari perannya membawa Sindhu meraih medali perunggu di Tokyo 2020.

Park menjadi salah satu tokoh penting yang melahirkan sosok pebulu tangkis pertama India yang meraih dua medali di dua Olimpiade beruntun.

Berkat keberhasilan tersebut, Park bersama Sindhu mendapat undangan khusus untuk bertemu dengan para petinggi pemerintahan dalam negeri India.

Salah satu bukti meningkatnya kepopuleran Park di Negeri Anak Benua adalah jumlah pengikut Instagram yang naik pesat.

Pelatih 42 tahun tersebut mengatakan bahwa pengikutnya ketika awal melatih Sindhu pada 2019 hanya sekitar 328 orang saja.

Namun, setelah sukses membawakan medali perunggu Olimpiade Tokyo, pengikut Instagram Park menembus angka hampir 18 ribu.

"Ini gila, gila, gila! Tunggu sebentar ya," ucap Park kepada Indian Express sembari menunjukkan jumlah pengikut di Instagram pribadinya.

Pelatih yang juga berperan dalam kesuksesan Korea Selatan memenangi Sudirman Cup 2017 tersebut merasa lega impiannya yang tertunda diwujudkan oleh anak didiknya.

Sebelum memutuskan hijrah ke India, Park mengaku mendapat tawaran sebagai pelatih tim bulu tangkis junior di Dongeui University, Korea Selatan. Namun, dia tolak.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by 박태상 (@taesang2734)

Impian menggenggam medali Olimpiade yang gagal diwujudkan ketika masih menjadi pemain menjadi motivasi Park lebih memilih tawaran melatih tunggal putra India, yang kemudian bergeser ke Sindhu.

"Ini seperti impian yang jadi kenyataan untuk saya. Saya menangis sedikit ketika Sindhu menang (medali perunggu Olimpiade Tokyo). Hanya sedikit ya," kata Park.

"Ketika saya masih sebagai pemain saya kalah di perempat final Olimpiade Athena (2004)," lanjutnya.

"Setelah itu saya memutuskan untuk berubah haluan menjadi pelatih tunggal putri Korea Selatan tapi mereka juga terhenti di perempat final (Olimpiade Rio 2016)."

Follow dan subscribe akun media sosial Skor.id di InstagramFacebookTwitterYouTubeLinkedInTikTokHelo, dan Pinterest, serta dengarkan Podcast kami di Spotify.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Cerita Park Tae-Sang, Pelatih Pusarla V Sindhu yang Tak Mudik di Tengah Badai Covid-19 India

Hebat, Chen Long Mampu Raih Perak Olimpiade 2020 Tokyo dengan Kondisi Kaki Lecet

  • Sumber: indianexpress.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Jumat, 20 Agustus 2021

    Tim Bulu Tangkis Paralimpiade Indonesia Dapat Kehormatan dengan Dikunjungi Wali Kota Machida

    Latihan tim bulu tangkis Paralimpiade Indonesia dikunjungi Joici Isizaka, Wali Kota Machida

    Badminton

    Sabtu, 21 Agustus 2021

    Thailand Terancam Tanpa Ratchanok Intanon di Piala Sudirman dan Uber Cup

    Ratchanok Intanon tengah merasakan duka mendalam terkait kondisi kedua orang tuanya dalam seminggu terakhir.

    Terbaru

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

    Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Taufik Hidayat Sedih Bendera Merah-Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

    Taufik Hidayat sedih lantaran bendera Merah-Putih tak berkibar saat Indonesia juara Thomas Cup 2020

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Kiprah Duo FajRi, Dari Gagal Lolos Olimpiade hingga Jadi Andalan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tulang punggung ganda putra Indonesia di Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Menpora Minta Maaf karena Bendera Merah Putih Gagal Berkibar di Thomas Cup 2020

    Menpora Zainudin Amali mengutarakan permintaan maaf dalam konferensi pers hari Minggu (18/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Takluk di Final Thomas Cup 2020, Lu Guangzu Akui Kehebatan Anthony Ginting

    Lu Guangzu menilai bahwa Anthony Ginting sukses bangkit setelah tertinggal di gim pertama final Thomas Cup 2020, Minggu (17/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Leo Carnando/Daniel Marthin, Saksi Kembalinya 2 Trofi Beregu ke Pangkuan Indonesia

    Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bagian dari tim yang menang Suhandinata Cup 2019 dan Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Sudah Juara Thomas Cup, Hendra Setiawan Bisa Pensiun dengan Tenang

    Hendra Setiawan menuntaskan penantian panjangnya meraih Thomas Cup.

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X