Pengakuan Taufik Hidayat Bikin Heboh Bulu Tangkis Malaysia, BAM Ikut Merespons

25 Agustus 2021, 09:45 WIB
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama
Nagita Slavina dan Raffi Ahmad mengundang Taufik Hidayat ke Andara untuk melatih Rafathar Malik Ahmad bermain bulu tangkis.
Nagita Slavina dan Raffi Ahmad mengundang Taufik Hidayat ke Andara untuk melatih Rafathar Malik Ahmad bermain bulu tangkis. /instagram raffinagita1717

SKOR.id - Pengakuan Taufik Hidayat terkait upaya penyuapan yang dilakukan oleh oknum ofisial tim bulu tangkis Malaysia kepadanya membuat geger Negeri Jiran.

Taufik Hidayat mengaku pernah dihampiri oleh seseorang yang memintanya untuk mengalah dari Lee Chong Wei (Malaysia) dalam laga semifinal Asian Games Doha 2006.

Sebagai gantinya, sosok tersebut bakal memberi Taufik Hidayat hadiah dua kali lipat dari yang dijanjikan pemerintah Indonesia jika meraih medali.

Taufik Hidayat pun dengan tegas menolak tawaran itu. Ia mengalahkan Lee Chong Wei dan akhirnya menyabet medali emas usai membekuk Lin Dan (Cina) di final.

Pengakuan Taufik soal kejadian 15 tahun yang lalu tersebut mengejutkan berbagai pihak, tak terkecuali Chong Wei yang jadi lawannya di semifinal Asian Games Doha 2006.

Chong Wei lantas menghubungi Taufik untuk menanyakan kebenaran berita yang beredar. Meski demikian, mereka enggan mengungkap identitas ofisial Malaysia tersebut ke publik.

Pada sisi lain, pengakuan mengejutkan Taufik Hidayat ini juga mendapat tanggapan dari pihak Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM).

Presiden BAM, Norza Zakaria, mengatakan pihaknya bersedia membantu Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) jika ingin melakukan investigasi terkait peristiwa itu.

Akan tetapi, Norza Zakaria ingin lebih dulu memastikan peristiwa tersebut dengan menghubungi Taufik Hidayat.

"Saya sudah meminta Kenny Goh (Sekjen BAM) untuk mempelajari pengakuan Taufik Hidayat itu. Kami perlu memverifikasinya untuk memastikan apakah itu benar-benar terjadi."

"Berdasar pernyataan Taufik dan Chong Wei, saya yakin BWF punya dasar untuk melakukan investigasi. Jika diperlukan, kami siap membantu," ujarnya dikutip dari The Star.

Dihubungi secara terpisah, Kenny Goh mengaku terkejut dengan pengakuan Taufik Hidayat.

"Sejujurnya, kami tidak mengetahui hal ini (upaya penyuapan). Kami baru mengetahuinya dari media," ujarnya dikutip dari NST.

Kenny Goh menekankan bahwa BAM memegang komitmen dalam menjunjung sportivitas dan mengutuk keras segala upaya match fixing.

Grafis pengakuan Taufik Hidayat terkait upaya penyuapan yang pernah dialaminya pada gelaran Asian Games Doha 2006.
Grafis pengakuan Taufik Hidayat terkait upaya penyuapan yang pernah dialaminya pada gelaran Asian Games Doha 2006. Grafis M. Yusuf/Skor.id

"BAM memiliki sistem (whistle blower) untuk memberantas segala bentuk korupsi dalam permainan bulu tangkis, termasuk pengaturan hasil pertandingan."

"Kami tak akan memaafkan tindakan tersebut. Kami juga ingin memastikan hal seperti itu tak akan terjadi di bawah pengawasan kami," Kenny Goh menegaskan.

Sekitar tiga tahun yang lalu, bulu tangkis Malaysia sempat dibuat gempar setelah ada dua pemain independen yang terbukti terlibat aktif dalam praktik match fixing.

Dua sosok yang dimaksud adalah Zulfadli Zulkiffli dan Tan Chung Seang. Mereka kemudian mendapat hukuman berat dari BWF.

Zulfadli Zulkuffli dilarang terlibat dalam kegiatan bulu tangkis dunia selama 20 tahun sementara Tan Chung Seang mendapat hukuman yang sama dengan durasi 15 tahun.

Kejadian tersebut tentu membuat gempar bulu tangkis Malaysia dan BAM bertekad memperketat pengawasan agar hal serupa tak terjadi di kemudian hari.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Taufik Hidayat Pernah Diminta Mengalah oleh ''Manajer'' Malaysia, Begini Respons Lee Chong Wei

Raih Emas Olimpiade Tokyo, Atlet Cina Ini Beberkan Momen Terberat sebagai Atlet

  • Sumber: thestar.com.my, nst.com.my
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Senin, 23 Agustus 2021

    Berpeluang Triple Gelar, Inilah Rival Terberat Leani Ratri Oktila di Paralimpiade Tokyo

    Leani Ratri Oktila tampil di kelas SL4 untuk nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

    Badminton

    Selasa, 24 Agustus 2021

    Head to Head Tim Indonesia di Uber Cup 2020: Tak Terkalahkan Lawan Duo Eropa

    Berdasarkan jadwal revisi terbaru, Thomas dan Uber Cup 2020 akan berlangsung di Aarhus, Denmark pada 9-17 Oktober 2021.

    Badminton

    Selasa, 24 Agustus 2021

    Pindah ke Dubai, Viktor Axelsen Satu Basecamp dengan Cristiano Ronaldo

    Christiano Ronaldo dan Novak Djokovic adalah segelintir atlet dunia yang pernah berlatih di NAS, Dubai.

    Terbaru

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

    Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Taufik Hidayat Sedih Bendera Merah-Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

    Taufik Hidayat sedih lantaran bendera Merah-Putih tak berkibar saat Indonesia juara Thomas Cup 2020

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Kiprah Duo FajRi, Dari Gagal Lolos Olimpiade hingga Jadi Andalan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tulang punggung ganda putra Indonesia di Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Menpora Minta Maaf karena Bendera Merah Putih Gagal Berkibar di Thomas Cup 2020

    Menpora Zainudin Amali mengutarakan permintaan maaf dalam konferensi pers hari Minggu (18/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Takluk di Final Thomas Cup 2020, Lu Guangzu Akui Kehebatan Anthony Ginting

    Lu Guangzu menilai bahwa Anthony Ginting sukses bangkit setelah tertinggal di gim pertama final Thomas Cup 2020, Minggu (17/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Leo Carnando/Daniel Marthin, Saksi Kembalinya 2 Trofi Beregu ke Pangkuan Indonesia

    Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bagian dari tim yang menang Suhandinata Cup 2019 dan Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Sudah Juara Thomas Cup, Hendra Setiawan Bisa Pensiun dengan Tenang

    Hendra Setiawan menuntaskan penantian panjangnya meraih Thomas Cup.
    X