Peta Kekuatan Bulu Tangkis Asia dalam 30 Tahun Terakhir

6 April 2022, 23:48 WIB
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama
Cover artikel bulu tangkis.
Cover artikel bulu tangkis. /(Grafis Dede S. Mauladi / Skor.id)

  • Cina, Indonesia, dan Korea Selatan adalah negara Asia yang dikenal sebagai kekuatan tradisional dalam peta persaingan bulu tangkis dunia.
  • Belakangan, Jepang menjelma jadi kekuatan baru dan mampu bersaing di papan atas.
  • Peta persaingan makin sengit menyusul kehadiran sejumlah negara yang sebelumnya kurang diperhitungkan tetapi mampu meraih prestasi luar biasa.

SKOR.id - Ada sejumlah negara dari Benua Asia yang saat ini meramaikan peta persaingan papan atas bulu tangkis dunia.

Selain Cina, Indonesia, dan Korea Selatan yang dikenal sebagai kekuatan tradisional bulu tangkis dunia, ada sejumlah negara Asia yang ikut mencuat ke permukaan.

Jepang yang belakangan menunjukkan perkembangan luar biasa kini menjelma jadi salah  kekuatan bulu tangkis yang disegani dunia.

Persaingan pun makin sengit seiring dengan munculnya kekuatan baru seperti Taiwan, India, hingga Singapura atau Malaysia yang terus berupaya untuk bangkit.

Berikut adalah gambaran umum mengenai perkembangan sejumlah negara Asia dalam peta persaingan bulu tangkis dunia selama tiga dekade terakhir (sejak 1992).

Cina

Sejak awal 1990an, Cina sudah konsisten menempatkan atletnya di jajaran papan atas peta persaingan bulu tangkis dunia. Namun, dominasi mereka makin terasa pada awal 2000an.

Momentum emas Cina pada 2000an diawali dengan keberhasilan memenangi empat dari lima medali emas yang diperebutkan dalam Olimpiade Sydney 2000.

Dominasi Cina makin tak terbantahkan usai menjuarai Thomas Cup 2004. Keberhasilan Lin Dan beserta kolega saat itu mampu menyudahi penantian panjang selama 14 tahun.

Cina juga moncer di kategori perorangan. Regenerasi yang berjalan relatif mulus membuat mereka seolah tak pernah kehabisan pemain bertalenta dari masa ke masa.

Lin Dan, pebulu tangkis Cina yang memiliki prestasi gemilang dan akhirnya memutuskan pensiun pada Sabtu, 4 Juli 2020..
Lin Dan, pebulu tangkis Cina yang memiliki prestasi gemilang dan akhirnya memutuskan pensiun pada Sabtu, 4 Juli 2020.. (Grafis: Iis Harianto Sabir/Skor.id)

Dominasi Cina terus berlanjut termasuk saat mengirim enam wakil pada lima partai final Olimpiade 2020 pada tahun lalu, meski akhirnya "hanya" pulang dengan dua medali emas.

Prestasi tersebut terasa luar biasa karena para pemain Cina jarang bertanding di pentas internasional sejak awal 2020 karena efek pandemi Covid-19.

Meski begitu, Zhang Jun selaku ketua asosiasi bulu tangkis Cina (CBA) menyebut pihaknya tengah dihadapkan dengan masalah penurunan prestasi.

Nomor tunggal dan ganda putra Cina jadi sorotan. Sedangkan tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran relatif lebih tidak mengkhawatirkan.

Asosiasi Bulu Tangkis Cina Akui Prestasi yang Merosot Tajam

Indonesia

Pada awal 1990an, Indonesia mendominasi persaingan bulu tangkis dunia dengan menjuarai berbagai ajang elite, mulai dari Olimpiade, Kejuaraan Dunia, hingga Thomas & Uber Cup.

Sayang, dominasi itu perlahan luntur. Sektor putri lebih dulu mengalami penurunan prestasi jelang memasuki milenium baru seiring dengan berakhirnya era Susy Susanti.

Sektor putra bernasib sedikit lebih baik. Meski dominasi di Thomas Cup (1994-2002) berakhir, Indonesia masih bisa berprestasi di kategori perorangan.

Taufik Hidayat sukses mempersembahkan medali emas Olimpiade 2004 dan Juara Dunia 2005. Sayang, prestasi tunggal putra Indonesia setelah itu ikut meredup.

Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, menyebut PBSI harus bisa memaksimalkan dana dari sponsor untuk pengembangan dan pembinaan atlet.
Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, menyebut PBSI harus bisa memaksimalkan dana dari sponsor untuk pengembangan dan pembinaan atlet. (Jessica Margaretha/Skor.id)

Sementara itu, ganda putra dan campuran jadi nomor yang masih relatif stabil dalam mencetak prestasi untuk Indonesia pada pertengahan 2000an hingga 2010an.

Hendra Setiawan/Markis Kido (ganda putra) sukses meraih medali emas Olimpiade 2008 sedangkan Nova Widianto/Liliyana Natsir (ganda campuran) jadi juara dunia 2005 dan 2007.

Tren berlanjut kala Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jadi juara dunia (2013, 2015, dan 2019) dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih medali emas Olimpiade 2016 dan dua kali juara dunia (2013 dan 2017).

Saat ini, perbaikan terus diupayakan PBSI. Selain coba menjaga stabilitas prestasi nomor ganda putra dan campuran, Indonesia juga berusaha meningkatkan prestasi tiga nomor lain.

Peta Persaingan Bulu Tangkis Asia, Indonesia belum ''Habis''

Korea Selatan

Korea Selatan adalah salah satu negara yang konsisten meramaikan persaingan papan atas bulu tangkis dunia dari masa ke masa, meski tak pernah sedominan Cina maupun Indonesia.

Saat badminton dipertandingkan di Olimpiade 1992, mereka dapat dua emas via Kim Moon-soo/Park Joo-bong (ganda putra) dan Chung So-young/Hwang Hye-young (ganda putri).

Empat tahun berselang, Korea Selatan kembali dapat dua medali emas pada Olimpiade 1996 lewat Bang Soo-hyun (tunggal putri) dan Kim Dong-moon/Gil Young-ah (ganda campuran).

Setelah itu, Korea Selatan sebenarnya masih punya sejumlah pebulu tangkis top yang sesekali menjadi juara di level elite dengan menembus dominasi Cina maupun Indonesia.

Dari ajang Olimpiade, ada Ha Tae-kwon/Kim Dong-moon yang menjuarai nomor ganda putra pada 2004 dan Lee Yong-dae/Lee Hyo-jung yang meraih emas ganda campuran pada 2008.

Sedangkan dalam Kejuaraan Dunia, Korea Selatan tercatat punya lima gelar juara yang diraih sejak periode 1992 hingga saat ini. Sudirman Cup pun berhasil diraih pada 2003 dan 2017.

Saat ini, Korea Selatan punya sejumlah pebulu tangkis andalan untuk meraih prestasi. Dari nomor ganda putri, bahkan ada tiga pasang yang menduduki ranking top 10 BWF.

Sedangkan An Se-young yang menduduki peringkat empat dunia nomor tunggal putri diharapkan bisa jadi andalan untuk meraih prestasi dalam beberapa tahun ke depan.

Jepang

Pada awal 1990an, Jepang bukanlah negara yang terlalu diperhitungkan dalam peta persaingan bulu tangkis dunia.

Negeri Sakura baru menunjukkan geliatnya saat Seiko Yamada/Shizuka Yamamoto meraih perunggu Kejuaraan Dunia 2003. Sejak saat itu, mereka terus menunjukkan progres.

Memasuki era 2010an, upaya Jepang mendobrak papan atas mulai membuahkan hasil. Gelar juara Thomas Cup 2014 jadi salah satu penanda kesuksesan awal mereka.

Dua tahun berselang, sejarah lain terukir kala Jepang meraih medali emas Olimpiade perdananya dari cabor bulu tangkis lewat Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (ganda putri).

Sejak saat itu, Jepang mulai rutin berprestasi di level dunia. Uber Cup berhasil diraih pada 2018 sementara tujuh gelar juara dunia berhasil dimenangi dalam empat tahun terakhir.

Punya "generasi emas", Jepang diprediksi bakal panen prestasi saat menghelat Olimpiade 2020. Namun, skenario itu urung terwujud usai mereka hanya meraih satu perunggu.

Medali untuk tuan rumah itu dipersembahkan Yuta Watanabe/Arisa Higashino (ganda campuran). Sedangkan unggulan Jepang lainnya gagal memenuhi ekspektasi.

Setelah kegagalan itu, Jepang tengah membangun ulang kekuatan dengan memanfaatkan "generasi emas" yang tersisa dan sejumlah pemain muda yang dipromosikan.

Sabet 3 Gelar All England 2022, Jepang Juara Umum 3 Edisi Beruntun 

Negara Asia Lainnya

Selain yang disebutkan di atas, ada sejumlah negara yang meramaikan peta persaingan bulu tangkis dunia. Mereka adalah Thailand, Taiwan, India, Malaysia, hingga Singapura.

Thailand sebelumnya "hanya" diperhitungkan di level bulu tangkis Asia. Namun, mereka mulai menggebrak pada 2010an lewat medali perunggu Uber Cup 2012.

Setahun berselang, Ratchanok Intanon membuat kejutan yang lebih besar dengan meraih gelar juara dunia tunggal putri 2013.

Terbaru, Thailand kembali menunjukkan taji lewat Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai yang jadi juara dunia 2021 dan ganda campuran nomor satu.

Ganda campuran Thailand, Dechapol Puavarnukroh/Sapsiree Taerattachai, sukses jadi kampiun BWF World Tour Finals 2021 setelah memenangi partai puncak yang digelar di Bali International Convention Centre & Westin Resort Nusa Dua pada Minggu (5/12/2021).
Ganda campuran Thailand, Dechapol Puavarnukroh/Sapsiree Taerattachai, sukses jadi kampiun BWF World Tour Finals 2021 setelah memenangi partai puncak yang digelar di Bali International Convention Centre & Westin Resort Nusa Dua pada Minggu (5/12/2021). HUMAS PP PBSI-Indonesia

Kisah yang kurang lebih sama dialami Taiwan. Mereka mulai menggeliat pada pertengahan 2000an sebelum menggebrak dunia pada pertengahan 2010an.

Negeri Formosa punya Chou Tien Chen yang kompetitif di nomor tunggal putra sedangkan Tai Tzu Ying mencetak rekor sebagai tunggal putri paling lama jadi nomor satu dunia.

Akan tetapi, prestasi "sesungguhnya" di level dunia untuk Taiwan justru datang dari Lee Yang/Wang Chi-Lin yang meraih medali emas ganda putra Olimpiade 2020.

Sementara itu, India mulai menggebrak peta persaingan dunia pada pertengahan 2010an di mana nomor tunggal putri jadi motor utama lewat Saina Nehwal dan Pusarla Sindhu.

Momen yang dinantikan India tiba pada 2019 saat Pusarla Sindhu jadi juara dunia tunggal putri. Pencapaian itu diraih tiga tahun usai dirinya meraih perak Olimpiade 2016.

Selain tunggal putri, India juga punya kekuatan yang cukup diperhitungkan dari nomor tunggal maupun ganda putra meski belum berprestasi seperti Pusarla Sindhu.

Pebulu tangkis tunggal putri India, Pusarla Venkata Sindhu.
Pebulu tangkis tunggal putri India, Pusarla Venkata Sindhu. Twitter/BWF (@bwfmedia)

Dalam daftar ini juga ada Malaysia. Sebelumnya, negara tetangga Indonesia itu pernah diperhitungkan dalam peta persaingan bulu tangkis dan sempat juara Thomas Cup 1992.

Setelah itu, mereka seperti mengalami penurunan prestasi. Bahkan, Lee Chong Wei sebagai tunggal putra terbaik dunia asal Malaysia "mentok" dengan enam medali perak Olimpiade dan Kejuaraan Dunia.

Saat ini, Malaysia terus berupaya merengkuh kejayaan. Negeri Jiran punya Lee Zii Jia (tunggal putra) dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (ganda putra) yang menduduki top 10 dunia.

Negara terakhir yang masuk dalam daftar ini adalah Singapura. Mereka tengah membuka jalan untuk menembus peta persaingan bulu tangkis dunia.

Baru-baru ini, Negeri Singa mencuri perhatian lewat sosok Loh Kean Yew yang sukses jadi juara dunia tunggal putra pada 2021.

Akan tetapi, Singapura baru menapaki langkah pertama. Konsistensi mereka masih harus diuji, termasuk Loh Kean Yew yang jadi andalan.  

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Lee Chong Wei Debut Melatih di Luar Malaysia, BAM Angkat Bicara

Ng Ka Long Angus Tertarik Gabung Padepokan Viktor Axelsen di Dubai

  • Sumber: bwfbadminton.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Senin, 4 April 2022

    Andalkan Pemain Muda, PBSI Usung Target Tiga Emas di SEA Games 2021

    PBSI menargetkan tiga emas untuk skuad bulu tangkis Indonesia yang berlaga di SEA Games 2021.

    Badminton

    Rabu, 6 April 2022

    Korea Open 2022: Kemenangan Bikin Optimisme The Daddies Meningkat

    Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan siap tampil maksimal di Korea Open 2022 setelah pada dua turnamen terakhir dihantui oleh cedera.

    Badminton

    Rabu, 6 April 2022

    Korea Open 2022: Meski Menang, Jonatan Christie Mengaku Masih Jet Lag

    Jonatan Christie melaju ke babak 16 besar Korea Open 2022 usai menaklukan Soong Joo Ven (Malaysia), Rabu (6/4/2022).

    Terbaru

    Badminton

    Rabu, 6 Juli 2022

    Malaysia Masters 2022: Lolos 16 Besar, Fajar/Rian Ambil Jeda untuk Pemulihan

    Fajar/Rian lolos 16 besar Malaysia Masters 2022 usai menang atas Goh Sze Fei/Nur Izzuddin pada Selasa (5/7/2022).

    Badminton

    Rabu, 6 Juli 2022

    Jadwal 14 Wakil Indonesia di Hari Kedua Malaysia Masters 2022 Hari Ini, 6 Juli 2022

    Untuk sementara Indonesia telah meloloskan tiga wakil ke 16 besar Malaysia Masters 2022.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Rekap Hasil Malaysia Master 2022, Selasa (5/7/2022): 3 Wakil Indonesia ke 16 Besar, Bagas/Fikri Gugur Prematur

    Hari pertama Malaysia Masters 2022 telah tuntas digelar pada Selasa, (5/7/2022). Indonesia untuk sementara meloloskan tiga wakil ke 16 besar.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Skor 5: GOAT Bulu Tangkis Indonesia dari Masing-masing Nomor

    Berikut pebulu tangkis terbaik sepanjang masa yang pernah dimiliki Indonesia dari masing-masing nomor pertandingan.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Demi Kejuaraan Dunia, Lee Zii Jia Mundur dari 3 Turnamen BWF

    Usai memutuskan mundur dari Commonwealth Games 2022, Lee Zii Jia juga dipastikan absen dalam tiga turnamen BWF bulan ini.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Malaysia Masters 2022: Lolos Babak Utama, Ana/Tiwi Termotivasi Greysia Polii

    Febriana Dwipuji Kusuma atau Tiwi termotivasi untuk menyamai bahkan melampaui prestasi Greysia Polii.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Malaysia Masters 2022: Indonesia Tambah 4 Amunisi untuk Tampil di Babak Utama

    Selasa (5/7/2022), hanya Ruselli Hartawan yang tersingkir di babak kualifikasi Malaysia Masters 2022.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Kalah dari Rinov/Pitha, Chan Peng Soon Bertekad Lebih Agresif di Malaysia Masters 2022

    Chan Peng Soon mengaku bermain terlalu santai dan tidak terlalu agresif selama Malaysia Open 2022 pekan kemarin.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Update Ranking BWF Pekan Ke-27: Apri/Fadia Meroket, Fajar/Rian Tembus Top 5

    Selasa (5/7/2022), Apri/Fadia resmi menduduki peringkat ke-79 dunia setelah juara Malaysia Open 2022.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Jadwal Malaysia Masters 2022: 9 Wakil Indonesia Berlaga di Hari Pertama, Termasuk Ahsan/Hendra

    Setelah sukses menggelar Malaysia Open 2022, Negeri Jiran kembali menjadi tuan rumah turnamen bergengsi, Malaysia Masters 2022.
    X