Presiden BWF Minta Maaf, Menpora Sebut Ini Buah Kekompakan Pemerintah, KOI, dan PBSI

22 Maret 2021, 20:31 WIB
Editor: Rais Adnan
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, pada pertemuan dengan PSSI membahas izin laga uji coba timnas U-23 Indonesia di Kantor Kemenpora, Jakarta, 4 Maret 2021.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, pada pertemuan dengan PSSI membahas izin laga uji coba timnas U-23 Indonesia di Kantor Kemenpora, Jakarta, 4 Maret 2021. /Sumargo Pangestu/Skor.id

  • Menpora RI, Zainudin Amali menyebut, permintaan maaf BWF kepada Indonesia adalah buah kekompakan pemerintah, KOI, dan PBSI.
  • Ia juga mengapresiasi masyarakat Indonesia yang juga memberikan dukungan penuh.
  • Zainudin Amali meminta agar kejadian di All England dijadikan BWF sebagai bahan introspeksi. 

SKOR.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, mengapresiasi permintaan maaf yang dilayangkan Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Paul Erik Hoyer Larsen atas gagalnya tim Indonesia tampil di All England 2021.

Zainudin Amali berharap, ini menjadi itikad baik BWF untuk melakukan perbaikan ke depannya. Yang jelas, ia tidak ingin kejadian ini kembali menimpa Indonesia.

Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga salut dengan kekompakan yang ditunjukkan Pemerintah Indonesia, Komite Olimpiade Indonesia, dan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).

Kekompakan ini akhirnya mampu mendesak Presiden BWF untuk mengungkapkan rasa bersalahnya kepada Indonesia.

"Kalau kita semua kompak, pasti tanggapan seperti ini muncul. Kami juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang begitu besar," ucap Zainudin Amali, dalam konferensi pers penyambutan pemain dan ofisial Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Senin (22/3/2021).

Ya, kegigihan badminton lover di media sosial memang cukup membuat BWF dan panitia pelaksana All England jeri.

Buktinya, All England sampai menutup akun resmi kejuaraan. Tak hanya itu, BWF juga menyampaikan permintaan maaf melalui instagram dengan Bahasa Indonesia.

Zainudin Amali meminta kepada BWF agar mempersiapkan kejuaraan dengan lebih baik lagi. Apalagi, saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Cover artikel All England 2021.
Cover artikel All England 2021. Foto: Istimewa

Regulasi Covid-19 di setiap negara sendiri berbeda-beda sehingga perlu antisipasi dan penyesuaian lebih dini.

Sebagai catatan, Menpora pernah menyampaikan kecaman keras kepada BWF usai gagalnya Marcus Fernaldi Gideon dan kawan-kawan tampil di Birmingham Arena.

Menpora bahkan meminta BWF untuk direformasi karena terdapat bibit-bibit ketidaksukaan kepada Indonesia di dalam organisasi ini. 

Baca Juga Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Permohonan Maaf Presiden BWF Terkait Insiden All England 2021: Saya Sungguh-sungguh Mencintai Indonesia

5 Bukti Buruknya Penyelenggaraan All England 2021

Tag

Video

Berita Terkait

Badminton

Senin, 22 Maret 2021

All England 2021: Rebut Dua Gelar Juara, Yuta Watanabe Cetak Sejarah

Yuta Watanabe mengukir sejarah usai meraih dua gelar sekaligus di ajang All England 2021.

Badminton

Senin, 22 Maret 2021

Dipaksa Tanding 2 Kali Sehari, Ganda Malaysia Curhat soal Kegagalan di All England 2021

Chan Peng Soon/Goh Liu Ying menyebut faktor utama kegagalan mereka di All England 2021 adalah kelelahan.

Badminton

Senin, 22 Maret 2021

Juara All England 2021, Pembuktian Tunggal Malaysia usai Badai Hujatan di Thailand

Sebelum juara All England 2021, Lee Zii Jia dihujat karena tampil buruk dalam Leg Asia 2021 di Thailand, Januari lalu.

Badminton

Senin, 22 Maret 2021

Nozomi Okuhara Masih Punya Pekerjaan Rumah usai Juara All England 2021

Nozomi Okuhara mengaku ingin memperbaiki pukulan melambung agar lebih tinggi lagi.

Terbaru

Badminton

Jumat, 24 September 2021

Sudirman Cup 2021: Intip Kekuatan Lawan Indonesia di Grup C

Indonesia bakal mengawai perjuangan di Sudirman Cup 2021 dengan bersaing di Grup C bersama Denmark, ROC, dan Kanada.

Badminton

Jumat, 24 September 2021

Eng Hian Bicara Fenomena Pelatih Bulu Tangkis Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri

Eng Hian bicara soal fenomena banyaknya pelatih Indonesia yang memilih berkarier di luar negeri.

Badminton

Kamis, 23 September 2021

Ujian Pertama Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021, Pesawat Sempat Gagal Mendarat

Belum juga bertanding, Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021 sudah mendapatkan ujian di Finlandia.

Badminton

Rabu, 22 September 2021

Meski Honor Belum Cair, Pengprov PBSI Jatim Tetap Berangkatkan Atlet ke PON Papua

PBSI Jatim tetap memberangkatkan atlet ke PON XX Papua 2021 meski honor belum dibayarkan oleh KONI Jatim.

Badminton

Selasa, 21 September 2021

Targetkan 1 Emas di PON Papua, KONI Jatim Enggan Cairkan Honor Atlet Bulu Tangkis

KONI Jatim bersikukuh tak akan memberikan uang honor kepada belasan pebulu tangkis PON XX Papua.

Badminton

Selasa, 21 September 2021

Jelang PON XX Papua, Honor Belasan Atlet Bulu Tangkis Jatim Belum Cair

Atlet bulu tangkis di Pelatda Jatim belum mendapatkan hak honor jelang keberangkatan ke PON XX Papua 2021.

Badminton

Selasa, 21 September 2021

Wakili Presiden Jokowi, Menpora Pastikan Pengobatan Verawaty Fajrin Ditanggung Pemerintah

Menpora Zainudin Amali memastikan bahwa Pemerintah Indonesia bakal menanggung biaya pengobatan kanker paru-paru Verawaty Fajrin.

Badminton

Senin, 20 September 2021

Daftar 24 Pebulu Tangkis Indonesia untuk Thomas-Uber Cup 2020

PBSI resmi mengumumkan skuad Indonesia untuk Thomas-Uber Cup 2020 di Aarhus, Denmark, 9-17 Oktober 2021.

Badminton

Senin, 20 September 2021

Alami Kanker, Legenda Bulu Tangkis Verawaty Fajrin Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit

Legenda Bulu tangkis, Verawaty Fajrin kembali dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kanker paru-parunya memburuk

Badminton

Rabu, 15 September 2021

Kilas Balik Sudirman Cup 1989: Momen Ajaib Susy Susanti Berujung Gelar Juara untuk Indonesia

Piala Sudirman 1989 menghadirkan momen ajaib dari seorang Susy Susanti yang memantik momentum kebangkitan Indonesia di final.
X