Rahasia Hendrawan, Dibully Sana-sini Demi Kesuksesan Lee Chong Wei dan Lee Zii Jia

29 Maret 2021, 16:10 WIB
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Mantan tunggal putra Indonesia, Hendrawan, dalam sebuah wawancara di Manila, Filipina, di tengah tugasnya mendampingi skuad Malaysia dalam ajang Badminton Asia Team Championships 2020, 17 Februari 2020.
Mantan tunggal putra Indonesia, Hendrawan, dalam sebuah wawancara di Manila, Filipina, di tengah tugasnya mendampingi skuad Malaysia dalam ajang Badminton Asia Team Championships 2020, 17 Februari 2020. /(Dok. Badminton Indonesia)

SKOR.id - Kesuksesan Lee Zii Jia menjadi juara tunggal putra All England 2021 membuat nama Hendrawan kembali menjadi perbincangan.

Sosok Hendrawan adalah mantan tunggal putra Indonesia era akhir 1990-an dan awal 2000-an yang kini menjabat sebagai pelatih tunggal putra di Pelatnas Bulu Tangkis Malaysia.

Peraih medali perak Olimpiade 2000 Sydney ini merupakan pelatih dari dua tunggal putra besar Malaysia, Lee Chong Wei dan Lee Zii Jia.

Dikutip dari The Star, Hendrawan kini mendapat julukan "pelatih bertangan midas" setelah sukses membawa Lee Zii Jia menjadi pemain yang kompetitif.

Lee Zii Jia kini menjadi salah satu ikon bulu tangkis Malaysia, setelah sempat dipandang sebelah mata usai sosok Lee Chong Wei memutuskan pensiun pada tahun 2019.

Selain menjadi jawara All England 2021, Lee Zii Jia tampil luar biasa dengan mengalahkan dua juara dunia, , Kento Momota dan Viktor Axelsen, sebelum meraih gelar.

Tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, mengangkat trofi juara All England 2021 pada Minggu (21/3/2021).
Tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, mengangkat trofi juara All England 2021 pada Minggu (21/3/2021). (instagram.com/leeziijia/)

Lantas, apa yang menjadi "rahasia" Hendrawan untuk meracik tunggal putra Malaysia?

Diwawancarai The Star, Hendrawan mengaku bahwa hal mendasar yang Ia bangun sedari awal dengan pemain adalah komunikasi. 

Salah satu yang menjadi perhatian Hendrawan adalah berusaha tidak menambah beban pemain.

"Saya orang yang positif, jadi wajar saja, saya mencoba menanamkan semua yang positif kepada pemain saya," kata Hendrawan.

"Para pemain menghadapi banyak hal, jadi saya melakukan yang terbaik untuk menghilangkan tekanan mereka. Saya menyimpan banyak hal untuk diri saya sendiri dan hanya mengatakan apa yang perlu didengar para pemain."

Selebrasi tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, setelah berhasil memenangi laga perempat final Maalysia Open 2020 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Januari 2020.
Selebrasi tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, setelah berhasil memenangi laga perempat final Maalysia Open 2020 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Januari 2020. AFP

"Saya hanya ingin bekerja. Saya senang, selama bertahun-tahun ini, saya telah membangun hubungan yang baik dengan Chong Wei, Zii Jia dan pemain lain juga," ujarnya menambahkan.

Dalam wawancara yang sama, Hendrawan juga mengungkap bahwa tekanan juga dialaminya sebagai pelatih.

Tekanan pertama adalah menangani pemain Malaysia di pelatnas yang masuk setiap dua tahun sekali. 

"Saya juga berada di bawah tekanan dari segala penjuru. Saya menjadi pelatih Malaysia sejak Juli 2009. Saya telah melakukan yang terbaik dengan setiap kelompok pemain yang diberikan kepada saya," kata Hendrawan.

Unggahan Lee Chong Wei, pebulu tangkis Malaysia ketika memutuskan pensiun dari bulu tangkis pada 13 Juni 2019.
Unggahan Lee Chong Wei, pebulu tangkis Malaysia ketika memutuskan pensiun dari bulu tangkis pada 13 Juni 2019. (Instagram.com/leechongweiofficial)

"Setiap dua tahun, saya akan mendapatkan pemain yang berbeda. Saya pikir, pemain terlama yang pernah berlatih di bawah saya adalah Chong Wei selama lima tahun."

Penampilan wakil Malaysia dalam sebuah kompetisi juga menentukan "nasib" Hendrawan di media sosial. Kritik dari fan Malaysia dan Indonesia menjadi "makanan" sang pelatih.

"Tentu saja, ada ekspektasi (dari penggemar). Ketika pemain kami tidak melakukannya dengan baik, saya juga diserang oleh penggemar di media sosial. Saya ditanya, Kamu sudah 10 tahun di Malaysia, apa yang kamu capai?" kata Hendrawan.

"Ketika pemain Malaysia bermain bagus, saya dibombardir oleh fans Indonesia. Mereka meminta saya untuk pulang dan mempertanyakan nasionalisme saya."

"Saya baik-baik saja dengan itu, itu bagian tak terpisahkan dari pekerjaan saya," ucap sang pelatih.

Akan tetapi, kemenangan Lee Zii Jia di All England 2021 menjadi kenangan tersendiri bagi Hendrawan sebagai pelatih.

"Ketika Zii Jia menang, saya menjadi emosional. Saya tidak menyadari bahwa saya telah memendam segalanya - frustrasi, tekanan, kegembiraan yang terpendam. Saya tahu kemenangan itu sangat berarti bagi semua orang," ujar Hendrawan.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Rekap Final Orleans Masters 2021: Thailand Raih 2 Gelar, Wakil Eropa Bagi Rata

Sesal Kento Momota usai Kalah di Perempat Final All England 2021

  • Sumber: The Star
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bola Internasional

    Senin, 29 Maret 2021

    5 Pemain dengan Usia Termuda Cetak 100 Gol di Liga

    Lionel Messi tidak berada di urutan pertama dalam daftar pemain termuda yang menembus 100 gol di liga.

    IBL

    Senin, 29 Maret 2021

    Hasil IBL 2021: Tembakan Mematikan Kunci Sukses Prawira Bandung Atasi Indonesia Patriots

    Akurasi shoting jadi faktor yang membuat Prawira Bandung bisa mengalahkan Indonesia Patriots.

    Nusantara

    Senin, 29 Maret 2021

    Faktor Superioritas Black Steel Manokwari hingga Juara Pro Futsal League 2020

    Black Steel Manokwari menjuarai Pro Futsal League 2020 dengan rapor tidak terkalahkan dan hanya sekali seri.

    Terbaru

    Badminton

    Minggu, 26 September 2021

    Hasil Indonesia vs ROC di Sudirman Cup 2021: Menang 5-0, Skuad Merah Putih Ukir Start Sempurna

    Berikut hasil pertandingan Indonesia kontra ROC dalam laga pertama babak penyisihan grup Sudirman Cup 2021.

    Badminton

    Minggu, 26 September 2021

    Link Live Streaming Sudirman Cup 2021: Indonesia vs ROC, Laga Pertama yang Menentukan

    Pertandingan perdana Indonesia di Sudirman Cup 2021, kontra ROC, dapat disaksikan di Vidio.com pada pukul 20.00 WIB.

    Badminton

    Minggu, 26 September 2021

    Hendra Setiawan Resmi jadi Kapten Kontingen Indonesia di Sudirman Cup 2021

    PBSI mengumumkan penunjukkan Hendra Setiawan sebagai kapten tim Sudirman Cup 2021 pada Minggu (26/9/2021).

    Badminton

    Sabtu, 25 September 2021

    Turunkan Pemain Terbaik, Indonesia Siap Menang di Laga Pertama Sudirman Cup 2021

    Indonesia sedang menimbang-nimbang pemain/pasangan yang akan diturunkan pada laga perdana Sudirman Cup 2021 melawan ROC

    Badminton

    Sabtu, 25 September 2021

    Sudirman Cup 2021: Bertemu Indonesia dan Denmark, Pemain Rusia Pilih Nothing to Lose

    Tunggal putra Rusia, Vladimir Malkov, mengaku hanya ingin menikmati setiap pertandingan yang dilakoninya di Sudirman Cup 2021.

    Badminton

    Sabtu, 25 September 2021

    Sudirman Cup 2021: Tim Bulu Tangkis Indonesia Mulai Jajal Arena Utama

    Tim bulu tangkis Indonesia mulai berlatih di lapangan utama Piala Sudirman 2021, Energia Areena, Vantaa Finlandia.

    Badminton

    Jumat, 24 September 2021

    Sudirman Cup 2021: Intip Kekuatan Lawan Indonesia di Grup C

    Indonesia bakal mengawai perjuangan di Sudirman Cup 2021 dengan bersaing di Grup C bersama Denmark, ROC, dan Kanada.

    Badminton

    Jumat, 24 September 2021

    Eng Hian Bicara Fenomena Pelatih Bulu Tangkis Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri

    Eng Hian bicara soal fenomena banyaknya pelatih Indonesia yang memilih berkarier di luar negeri.

    Badminton

    Kamis, 23 September 2021

    Ujian Pertama Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021, Pesawat Sempat Gagal Mendarat

    Belum juga bertanding, Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021 sudah mendapatkan ujian di Finlandia.

    Badminton

    Rabu, 22 September 2021

    Meski Honor Belum Cair, Pengprov PBSI Jatim Tetap Berangkatkan Atlet ke PON Papua

    PBSI Jatim tetap memberangkatkan atlet ke PON XX Papua 2021 meski honor belum dibayarkan oleh KONI Jatim.
    X