Skor 5: GOAT Bulu Tangkis Indonesia dari Masing-masing Nomor

5 Juli 2022, 21:45 WIB
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama
Cover artikel bulu tangkis.
Cover artikel bulu tangkis. /(Grafis: Dede S. Mauladi/Skor.id)

  • Sebagai salah satu kekuatan bulu tangkis dunia, Indonesia punya banyak pemain dengan prestasi gemilang.
  • Dari berbagai pebulu tangkis hebat yang pernah dimiliki Indonesia, beberapa di antaranya layak mendapat predikat terbaik sepanjang masa (GOAT).
  • Berikut adalah GOAT bulu tangkis Indonesia untuk masing-masing nomor pertandingan. 

SKOR.id - Sebagai salah satu kekuatan bulu tangkis dunia, Indonesia seolah tak pernah kehabisan talenta brilian dari cabang olahraga tersebut.

Dari masa ke masa, Indonesia selalu melahirkan pebulu tangkis hebat yang mampu meraih prestasi tingkat dunia.

Dalam rangka World Badminton Day pada Selasa (5/7/2022), Skor telah merangkum terbaik sepanjang masa alias Greatest of All Time (GOAT) yang pernah dimiliki Indonesia.

Pada artikel ini, status GOAT disematkan kepada wakil Merah Putih di masing-masing nomor pertandingan bulu tangkis. Berikut daftarnya.

Tunggal Putra: Taufik Hidayat

Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, menyebut PBSI harus bisa memaksimalkan dana dari sponsor untuk pengembangan dan pembinaan atlet.
Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, menyebut PBSI harus bisa memaksimalkan dana dari sponsor untuk pengembangan dan pembinaan atlet. (Jessica Margaretha/Skor.id)

Indonesia punya banyak pemain tunggal putra dengan prestasi mentereng di berbagai era. Akan tetapi, status GOAT rasanya layak disandang oleh Taufik Hidayat.

Sebagai pebulu tangkis, prestasi Taufik Hidayat terbilang komplet. Ia hampir meraih segalanya di dunia bulu tangkis.

Dalam level dunia, Taufik pernah meraih medali emas Olimpiade (2004), juara dunia (2005), serta dua kali mengantar Indonesia meraih Thomas Cup (2000 dan 2002).

Pria kelahiran 10 Agustus 1981 tersebut juga pernah menyandang status tunggal putra nomor satu dunia pada awal milenium baru.

Selayaknya GOAT, Taufik Hidayat juga punya "signature" yang membuat sosoknya makin ikonik. Dalam hal ini, ia punya gerakan backand smash yang sangat khas.

Tunggal Putri: Susy Susanti

Susy Susanti, mantan pebulu tangkis Indonesia yang kini menjadi Kabid Binpres PBSI saat acara konferensi pers pada 2019.
Susy Susanti, mantan pebulu tangkis Indonesia yang kini menjadi Kabid Binpres PBSI saat acara konferensi pers pada 2019. (Jessica Margaretha/Skor.id)

Rasanya tak sulit untuk menyematkan status GOAT tunggal putri Indonesia kepada sosok Susy Susanti.

Perempuan kelahiran 11 Februari 1971 itu pernah meraih medali emas Olimpiade (1992), Kejuaraan Dunia (1993), serta Piala Dunia (1989, 1993, 1994, 1996, dan 1997).

Dari turnamen beregu, Susy Susanti juga jadi bagian dari keberhasilan Indonesia menjuarai Uber Cup (1994 dan 1996) serta Sudirman Cup 1989.

Dalam suatu masa, Susy Susanti pernah begitu dominan dan menyandang status tunggal putri nomor satu dunia selama 181 pekan atau lebih dari tiga tahun.

Kehebatan istri Alan Budikusuma ini pun sudah diakui dunia. Ia bahkan sudah masuk dalam hall of fame bulu tangkis dunia pada 2004.

Ganda Putra: Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky

Sulit memilih GOAT ganda putra Indonesia. Namun, dari banyak duo hebat yang mewakili Merah-Putih, Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky adalah terbaik dari yang terbaik.

Selama bermain bersama, Ricky/Rexy pernah memenangi medali emas Olimpiade (1996), Kejuaraan Dunia (1995), serta Piala Dunia (1993, 1995, dan 1997)

Duo R juga mengantar Indonesia meraih quattrick juara Thomas Cup (1994, 1996, 1998, dan 2000). Sayang, mereka tak lagi ambil bagian saat Merah Putih juara edisi 2002.

Selain faktor prestasi, Ricky/Rexy juga dikenang berkat gaya main cepat dan ofensif yang kelak jadi dasar permainan ganda putra modern.

Nama Ricky Soebagdja dan Rexy Mainaky pun telah diabadikan dalam daftar hall of fame bulu tangkis dunia pada 2009. 

Ganda Putri: Christina Finarsih/Lili Tampi

Salah satu era keemasan bulu tangkis Indonesia terjadi pada 1990-an. Saat itu, skuad Merah Putih memiliki sejumlah pemain berbakat dari kategori putra maupun putri.

Dari nomor ganda putri, Christina Finarsih/Lili Tampi jadi salah satu yang terbaik. Mereka memenangi Piala Dunia 1994 serta jadi bagian tim kala meraih Uber Cup 1994 dan 1996.

Jika dilihat dari pencapaian, prestasi Christina Finarsih/Lili Tampi sejatinya beda-beda tipis dengan Zelin Resiana/Eliza Nathanael yang merupakan rekan seangkatan.

Namun, Finarsih/Lili Tampi sedikit di atas karena pernah jadi runner up Kejuaraan Dunia 1995 berbanding Zelin/Eliza yang "hanya" meraih perunggu pada 1997.

Pada sisi lain, Finarsih/Lili Tampi yang tak pernah meraih medali Olimpiade membuat predikat GOAT ganda putri Indonesia untuk mereka masih terbuka untuk diperdebatkan.

Ganda Campuran: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

Tontowi Ahmad/Liyana Natsir penyumbang emas Indonesia pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro
Tontowi Ahmad/Liyana Natsir penyumbang emas Indonesia pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro Jessica Margaretha/Skor.id

Bisa dibilang, ganda campuran bukan nomor yang jadi andalan Indonesia untuk meraih prestasi. Namun, hal itu berubah setelah kehadiran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Ganda campuran Indonesia sejatinya mulai kembali disorot kala Liliyana Natsir berpartner dengan Nova Widianto. Mereka dua kali jadi juara dunia (2005 dan 2007).

Akan tetapi, prestasi yang lebih "lengkap" mampu diraih Liliyana Natsir saat berpasangan dengan Tontowi Ahmad mulai 2010 menyusul pensiunnya Nova Widianto.

Bersama Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir kembali mencicipi gelar juara dunia pada 2013 dan 2017. Bahkan, Owi/Butet mampu meraih medali emas Olimpiade pada 2016.

Mereka pun tercatat sebagai ganda campuran pertama asal Indonesia yang dapat medali emas Olimpiade melebihi raihan perak Nova/Butet (2008) dan Tri Kusharjanto/Minarti Timur (2000)

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Update Ranking BWF Pekan Ke-27: Apri/Fadia Meroket, Fajar/Rian Tembus Top 5

Parade Foto: Tepok Bulu '22, Laga Bulu Tangkis Hura-hura yang Digarap Serius

Tag

Video

Berita Terkait

Bugar

Senin, 4 Juli 2022

Skortips: Proyek Popeye, Program Sehat ala Jacksen F Tiago

Jacksen F Tiago sedang memiliki Proyek Popeye, sebuah program gaya hidup sehat ala pelatih asal Brasil ini.

Bola Internasional

Selasa, 5 Juli 2022

Skor 10: Transfer Pemain Argentina Termahal dalam Sejarah

Berikut ini adalah 10 transfer pemain Argentina termahal dalam sejarah.

Bola Internasional

Selasa, 5 Juli 2022

Skorpedia: Perbedaan Number 9 dan False 9 dalam Sepak Bola

Berikut ini perbedaan antara Number 9 dan False 9 dalam sepak bola.

Terbaru

Badminton

Sabtu, 13 Agustus 2022

Kejuaraan Dunia BWF 2022: Ogah Disebut Unggulan, Anthony Ginting Sebut Semua Pemain Punya Kans Sama

Bulan ini, para pebulu tangkis terbaik dunia akan berkompetisi dalam Kejuaraan Dunia BWF 2022 di Tokyo, Jepang.

Badminton

Sabtu, 13 Agustus 2022

Alasan Tai Tzu Ying Batalkan Rencana Pensiun di Akhir 2021

Awalnya, Tai Tzu Ying berencana mengakhiri karier sebagai atlet pada akhir musim 2021.

Badminton

Jumat, 12 Agustus 2022

BAM Segera Umumkan Pelatih Ganda Campuran Malaysia, 2 Nama Jadi Kandidat Utama

Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) tengah mencari sosok pelatih ganda campuran.

Badminton

Jumat, 12 Agustus 2022

Lakshya Sen Tak Puas dengan Gelar Juara Commonwealth Games 2022

Tunggal putra India tersebut bersyukur bisa beradaptasi mengatasi tekanan ketika tampil di Commonwealth Games 2022.

Badminton

Jumat, 12 Agustus 2022

BWF World Championships 2022: Sayaka Hirota Sulit Kembali ke Performa Sebelum Cedera

Sayaka Hirota terus melanjutkan terapi sembari mencari cara kembali ke performa sebelum cedera ACL.

Badminton

Jumat, 12 Agustus 2022

Kejuaraan Dunia 2022 Jadi Momen Perpisahan Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva, Ini Harapan Eng Hian

Eng Hian menyatakan, Ribka Sugiarto dan Siti Fadia Silva harus bisa sukses pada turnamen perpisahan mereka

Badminton

Kamis, 11 Agustus 2022

Chico Aura Dwi Wardoyo Tidak Sabar Jalani Debut Kejuaraan Dunia

Chico Aura Dwi Wardoyo sudah tidak sabar menjalani debutnya di Kejuaraan Dunia BWF

Badminton

Kamis, 11 Agustus 2022

Anthony Ginting Selalu Kalah dari Viktor Axelsen, Pelatih Salahkan 'Angin'

Faktor angin disebut pelatih menjadi penyebab rangkaian kekalahan Anthony Sinisuka Ginting dari Viktor Axelsen

Badminton

Kamis, 11 Agustus 2022

Kento Momota: Tunggal Putra Dunia Saat Ini Didominasi Pemain Ofensif

Tunggal putra Jepang tersebut terus mengasah pertahanan melawan smash berkecepatan tinggi dari para rival.

Badminton

Kamis, 11 Agustus 2022

Kejuaraan Dunia BWF 2022: Berpotensi Bertemu Viktor Axelsen, Anthony Ginting Mengaku Siap

Anthony Sinisuka Ginting sudah sangat siap jika nantinya harus bertemu Viktor Axelsen di perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2022
X