Skortips: Mengenal Tarikan dalam Raket Bulu Tangkis, Pilih Sesuai Karakter Bermain

3 Oktober 2021, 20:45 WIB
Editor: Lily Indriyani
Cover artikel bulu tangkis.
Cover artikel bulu tangkis. /(Grafis Dede S. Mauladi / Skor.id)

  • Raket bulu tangkis memiliki tekanan senar yang berbeda-beda.
  • Pemilihan tarikan senar biasanya tergantung tipe permainan dan strategi seorang pemain.
  • Tarikan senar tinggi dan rendah memiliki kekurangan dan kelebihan.

SKOR.id - Seorang pemain bulu tangkis membawa banyak raket dalam sebuah pertandingan. Alasannya, bukan hanya karena sebagai cadangan.

Setiap raket memiliki tarikan senar yang berbeda sehingga seorang pemain perlu menyesuaikan sesuai dengan strategi permainan yang akan diterapkan.

Sebagai informasi, ada dua jenis tarikan senar raket, yakni tinggi dan rendah. Hal itu tergantung dari tekanan raket yang biasanya memakai satuan pon atau lbs.

Raket dengan tarikan yang rendah biasanya bertekanan 22-25 lbs, sedangkan yang tinggi memiliki tensi 26-30 lbs.

Seperti dilansir dari Victor Indonesia, raket dengan tarikan senar tinggi maupun rendah, ada plus dan minusnya.

Tarikan senar tinggi punya kontrol shuttlecock yang lebih baik. Selain itu, membuat shuttlecock menjadi lebih cepat.

Raket dengan tarikan senar yang tinggi akan menguntungkan pebulu tangkis yang hobi bermain di dekat net. 

Di sisi lain, butuh tenaga lebih besar untuk melakukan smes. Beban di pergelangan tangan dan lengan juga lebih teras.

Sedangkan untuk tarikan rendah, senar lebih elastis sehingga pukulan yang dihasilkan bisa menjadi lebih keras.

Raket dengan tarikan senar yang rendah jelas memberi keuntungan bagi pemain dengan tipe menyerang.

Kekurangannya, punya kontrol yang buruk terhadap shuttlecock hingga mempersulit pemain saat di depan net.

Untuk pebulu tangkis ganda, pemain depan seperti Hendra Setiawan, cenderung memilih raket dengan tarikan tinggi.

Sedangkan bagi para "tukang gebuk" seperti Mohamad Ahsan, cenderung memilih raket yang bertarikan rendah.

Raket untuk Pemula

Lalu, untuk Skorer yang ingin mulai bermain bulu tangkis, sesuaikan dengan tipe permainan demi menghemat budget. 

 

Jika lebih sering menjadi pemain depan, maka pilih raket dengan tarikan tinggi. Sebaliknya, untuk yang hobi smes. 

Lebih mudahnya, sebelum membeli raket, Skorer bisa meminjam terlebih dahulu raket milik keluarga atau teman.

Coba raket dengan tarikan rendah maupun tinggi. Rasakan mana raket yang lebih nyaman untuk Skorer gunakan.

Namun, yang perlu dicatat, tinggi dan rendahnya tarikan raket juga wajib disesuaikan.

Bila saat melakukan smash, kekuatan pukulan seperti menghilang saat shuttlecock terkena raket, maka tarikan senar terlalu rendah.

Tanda-tanda tarikan terlalu rendah adalah ketika Skorer bermain drive, kecepatan tembakan terasa lebih lambat dari seharusnya.

Adapun tanda jika tarikan raket terlalu tinggi adalah ketika Skorer seperti butuh lebih banyak tenaga untuk memukul shuttlecock. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Berita Bulu Tangkis Lainnya: 

Final Sudirman Cup 2021: Cina vs Jepang, Sektor Ganda Jadi Pertaruhan

Hasil Sudirman Cup 2021: Bekuk Malaysia, Jepang Tantang Cina di Partai Final

Tag

Video

Berita Terkait

Badminton

Sabtu, 2 Oktober 2021

3 Cerita di Balik Kekalahan Indonesia dari Malaysia pada Sudirman Cup 2021

Bermaterikan para pebulu tangkis terbaik dunia, Indonesia masih belum bisa melangkah jauh pada ajang Sudirman Cup 2021.

Badminton

Sabtu, 2 Oktober 2021

Indonesia Mengkhawatirkan Jelang Thomas Cup, Tunggal Putra dan Ganda Putra Flop di Sudirman Cup

Penampilan Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, serta Minions di Sudirman Cup 2021 menjadi sinyal bahaya bagi Indonesia di Thomas Cup 2021

Terbaru

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Taufik Hidayat Sedih Bendera Merah-Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

Taufik Hidayat sedih lantaran bendera Merah-Putih tak berkibar saat Indonesia juara Thomas Cup 2020

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Kiprah Duo FajRi, Dari Gagal Lolos Olimpiade hingga Jadi Andalan Indonesia di Thomas Cup 2020

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tulang punggung ganda putra Indonesia di Thomas Cup 2020.

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Menpora Minta Maaf karena Bendera Merah Putih Gagal Berkibar di Thomas Cup 2020

Menpora Zainudin Amali mengutarakan permintaan maaf dalam konferensi pers hari Minggu (18/10/2021).

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Takluk di Final Thomas Cup 2020, Lu Guangzu Akui Kehebatan Anthony Ginting

Lu Guangzu menilai bahwa Anthony Ginting sukses bangkit setelah tertinggal di gim pertama final Thomas Cup 2020, Minggu (17/10/2021).

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Leo Carnando/Daniel Marthin, Saksi Kembalinya 2 Trofi Beregu ke Pangkuan Indonesia

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bagian dari tim yang menang Suhandinata Cup 2019 dan Thomas Cup 2020.

Badminton

Senin, 18 Oktober 2021

Sudah Juara Thomas Cup, Hendra Setiawan Bisa Pensiun dengan Tenang

Hendra Setiawan menuntaskan penantian panjangnya meraih Thomas Cup.
X