Strategi Malaysia Hadapi 2 Turnamen Beregu Beruntun di 2021

10 Agustus 2021, 12:50 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Lily Indriyani
Kontingen bulu tangkis Malaysia di Olimpiade Tokyo.
Kontingen bulu tangkis Malaysia di Olimpiade Tokyo. /(instagram.com/ba_malaysia/)

  • Tim bulu tangkis Malaysia tengah menjalani karantina usai tiba dari Olimpiade Tokyo.
  • Fokus berikutnya Aaron Chia dan kawan-kawan adalah Sudirman Cup serta Thomas dan Uber Cup.
  • Sebagian besar skuad Sudirman Cup 2021 akan menjadi bagian dari Thomas dan Uber Cup.

SKOR.id - Tak ada waktu untuk bersantai. Begitulah yang tengah dirasakan tim bulu tangkis Malaysia setelah berakhirnya Olimpiade Tokyo.

Negeri Jiran meninggalkan Olimpiade Tokyo 2020 dengan satu medali perunggu dari ganda putra melalui Aaron Chia/Soh Wooi Yi.

Hi Skorer, jangan lupa untuk segera download app Skor.id biar enggak ketinggalan update dan bisa meraih banyak hadiah menarik.

Sepulangnya dari Jepang, seluruh kontingen Malaysia menjalani karantina 14 hari sebelum melanjutkan aktivitas di dalam negeri.

Direktur Kepelatihan Badminton Malaysia, Wong Choong Hann, mengatakan para pemain hanya akan menikmati liburan pendek. 

"Tes Covid-19 pertama, semua negatif. Jadi, kami akan melakukan aktivitas terbatas di hotel. Tes berikutnya dilakukan di hari ke-10 (setelah karantina)," katanya.

"Kami akan mengizinkan pemain berjumpa dengan keluarga ketika selesai karantina. Namun, jedanya tidak panjang karena harus mempersiapkan turnamen berikutnya."

Target utama tim bulu tangkis Malaysia adalah tampil dalam dua turnamen beregu yang akan berlangsung secara beruntun, tahun ini.

Sudirman Cup 2021 di Vantaa, Finlandia (26 September-3 Oktober) dan putaran final Thomas dan Uber Cup 2020 di Aarhus, Denmark (9-17 Oktober).

"Kami tak punya banyak waktu istirahat setelah ini. Kami harus mengubah fokus ke Sudirman Cup serta Thomas dan Uber Cup," ujar Woong Choong Hann.

Aaron Chia (kiri) dan Soh Wooi Yik (kanan) berpose dengan pelatih Flandy Limpele (tengah) usai merebut medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.
Aaron Chia (kiri) dan Soh Wooi Yik (kanan) berpose dengan pelatih Flandy Limpele (tengah) usai merebut medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020. (INSTAGRAM BAM)

"Kami harus segera finalisasi skuad kami untuk turnamen beregu tersebut tetapi kami sudah mulai mendiskusikannya. Komposisi final akan segera kami umumkan."

Strategi yang mungkin digunakan Malaysia untuk tiga turnamen beruntun adalah mengerahkan sebagian besar skuad Sudirman Cup lanjut ke Thomas dan Uber Cup.

"Sebagian besar pemain di Sudirman Cup juga akan jadi bagian Thomas dan Uber Cup. Beberapa pemain lain terbang dari Kuala Lumpur untuk gabung di Denmark."

Follow dan subscribe akun media sosial Skor.id di InstagramFacebookTwitterYouTubeLinkedInTikTok, dan Helo.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Gagal Bawa Lee Zii Jia Raih Medali di Olimpiade Tokyo, Begini Pembelaan Hendrawan

Berdarah Indonesia, Ade Resky Dwicahyo Cetak Sejarah untuk Azerbaijan di Olimpiade Tokyo

  • Sumber: nst.com.my
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Sabtu, 7 Agustus 2021

    Jadi Pebulu Tangkis Tertua yang Raih Emas, Greysia Polii Disorot Media Amerika Serikat

    Greysia Polii jadi pebulu tangkis tertua yang meraih emas Olimpiade. Ini membuatnya disorot media asing

    Badminton

    Minggu, 8 Agustus 2021

    Terungkap, Hendra Setiawan Sempat Terancam Batal Berangkat ke Olimpiade Tokyo

    Hendra Setiawan bercerita soal pengalamannya nyaris batal tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

    Terbaru

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

    Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Taufik Hidayat Sedih Bendera Merah-Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

    Taufik Hidayat sedih lantaran bendera Merah-Putih tak berkibar saat Indonesia juara Thomas Cup 2020

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Kiprah Duo FajRi, Dari Gagal Lolos Olimpiade hingga Jadi Andalan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tulang punggung ganda putra Indonesia di Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Menpora Minta Maaf karena Bendera Merah Putih Gagal Berkibar di Thomas Cup 2020

    Menpora Zainudin Amali mengutarakan permintaan maaf dalam konferensi pers hari Minggu (18/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Takluk di Final Thomas Cup 2020, Lu Guangzu Akui Kehebatan Anthony Ginting

    Lu Guangzu menilai bahwa Anthony Ginting sukses bangkit setelah tertinggal di gim pertama final Thomas Cup 2020, Minggu (17/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Leo Carnando/Daniel Marthin, Saksi Kembalinya 2 Trofi Beregu ke Pangkuan Indonesia

    Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bagian dari tim yang menang Suhandinata Cup 2019 dan Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Sudah Juara Thomas Cup, Hendra Setiawan Bisa Pensiun dengan Tenang

    Hendra Setiawan menuntaskan penantian panjangnya meraih Thomas Cup.
    X