Suara Hati Seorang Tai Tzu Ying Menjelang Olimpiade Tokyo

8 Juli 2021, 18:20 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Tai Tzu Ying, tunggal putri Taiwan, memenangi BWF World Tour Finals 2020 pada Minggu (31/1/2021) di Impact Arena, Thailand.
Tai Tzu Ying, tunggal putri Taiwan, memenangi BWF World Tour Finals 2020 pada Minggu (31/1/2021) di Impact Arena, Thailand. /(instagram.com/tai_tzuying)

  • Tai Tzu Ying terus mempersiapkan diri menjelang bergulirnya Olimpiade Tokyo.
  • Via Instagram pribadinya, tunggal putri Taiwan tersebut mencurahkan seluruh isi hatinya soal Olimpiade Tokyo.
  • Tai Tzu Ying akan berjuang keras demi Olimpiade terakhirnya tahun ini.

SKOR.id - Pebulu tangkis putri Taiwan, Tai Tzu Ying, terus mempersiapkan diri menuju Olimpiade Tokyo yang akan dibuka secara resmi pada 23 Juli 2021.

Melalui Instagram pribadinya, tunggal putri nomor satu dunia tersebut membagikan potret koper yang akan dibawanya selama bertanding di Olimpiade nanti.

Tak lupa Tai Tzu Ying membagikan isi hatinya mengenai Olimpiade yang dia rencanakan sebagai turnamen mayor terakhir sebelum pensiun sebagai atlet bulu tangkis profesional.

Menurut atlet 27 tahun tersebut Olimpiade Tokyo ibarat ujian akhir setelah rentetan ujian yang harus dihadapinya selama beberapa waktu terakhir, termasuk pandemi Covid-19.

"Tinggal kurang dari dua pekan lagi dan saya terus mendapatkan berbagai jenis tes. Kali ini saya merasa seperti akan menuju ujian terakhir," ucap Tai Tzu Ying dalam unggahan tertanggal 6 Juli 2021.

"Ada berbagai ketidakpastian mengenai perjalanan kali ini. Saya tidak tahu apakah saya siap (mungkin ada saat saya tidak siap)."

"Namun, saya tahu bahwa saya harus memberikan yang terbaik di momen terakhir ajang tertinggi ini (Olimpiade)," kata petenis nomor satu dunia ini.

Tai Tzu Ying kelelahan ketika lawan tunggal putra Tsai Chieh-hao di turnamen internal Taiwan pada Senin (3/8/2020).
Tai Tzu Ying kelelahan ketika lawan tunggal putra Tsai Chieh-hao di turnamen internal Taiwan pada Senin (3/8/2020). YOUTUBE ELTA TV

Atlet yang menargetkan lolos dari trauma 16 besar ini mengaku bahwa ada tekanan besar yang dirasakannya menjelang tampil di Olimpiade ketiganya tahun ini.

Tzu Ying merasa bahwa kerja keras hingga akhir adalah salah satu hal yang bisa dilakukannya sepanjang gelaran Olimpiade Tokyo nanti.

"Apakah saya gugup? Entahlah apakah ini disebut gugup atau justru tertekan. Ini adalah sebuah keharusan. Saya tentu menerapkan tekanan yang lebih tinggi daripada orang lain," tulis Tzu Ying.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Tai Tzu Ying戴資穎 (@tai_tzuying)

"Kerja keras hingga akhir, jangan sampai menyesal, dan menikmati panggung ini dengan baik adalah beberapa hal yang bisa saya lakukan."

Pada Olimpiade Tokyo kali ini, Tai Tzu Ying akan menjadi unggulan kedua di belakang tunggal putri Cina, Chen Yu Fei.

Undian grup penyisihan Olimpiade Tokyo untuk cabang olahraga bulu tangkis akan digelar pada Kamis (8/7/2021) pukul 20.00 WIB dan disiarkan langsung dari kanal YouTube BWF Badminton.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Makin Dewasa, Tai Tzu Ying Justru Khawatir Jelang Olimpiade Tokyo

Mengintip Peta Kekuatan Bulu Tangkis Taiwan di Olimpiade Tokyo 2020

  • Sumber: Instagram
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Kamis, 17 Juni 2021

    Legenda Tunggal Putri Dunia Prediksi Chen Yufei Bersinar di Olimpiade Tokyo

    Zhang Ning optimistis Chen Yufei dan Cina berpeluang meraih medali emas di Olimpiade Tokyo.

    Badminton

    Rabu, 7 Juli 2021

    Patuhi PPKM, PBSI Melepas Atlet ke Olimpiade Tokyo secara Virtual

    Sekjen PBSI, Muhammad Fadil Imran, berpesan agar seluruh anggota tim senantiasa menjaga kesehatan selama Olimpiade Tokyo.

    Terbaru

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

    Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Taufik Hidayat Sedih Bendera Merah-Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

    Taufik Hidayat sedih lantaran bendera Merah-Putih tak berkibar saat Indonesia juara Thomas Cup 2020

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Kiprah Duo FajRi, Dari Gagal Lolos Olimpiade hingga Jadi Andalan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tulang punggung ganda putra Indonesia di Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Menpora Minta Maaf karena Bendera Merah Putih Gagal Berkibar di Thomas Cup 2020

    Menpora Zainudin Amali mengutarakan permintaan maaf dalam konferensi pers hari Minggu (18/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Takluk di Final Thomas Cup 2020, Lu Guangzu Akui Kehebatan Anthony Ginting

    Lu Guangzu menilai bahwa Anthony Ginting sukses bangkit setelah tertinggal di gim pertama final Thomas Cup 2020, Minggu (17/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Leo Carnando/Daniel Marthin, Saksi Kembalinya 2 Trofi Beregu ke Pangkuan Indonesia

    Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bagian dari tim yang menang Suhandinata Cup 2019 dan Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Sudah Juara Thomas Cup, Hendra Setiawan Bisa Pensiun dengan Tenang

    Hendra Setiawan menuntaskan penantian panjangnya meraih Thomas Cup.
    X