Susi Susanti Ungkap Penyebab Tunggal Putri Indonesia Sulit Bersaing

20 April 2022, 18:15 WIB
Penulis: Arin Nabila
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Putri Kusuma Wardani diturunkan sebagai tunggal putri pertama Indonesia saat menghadapi Kazakhstan dalam laga lanjutan babak penyisiha Grup Z BATC 2022 yang digelar di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia pada Rabu (16/2/2022).
Putri Kusuma Wardani diturunkan sebagai tunggal putri pertama Indonesia saat menghadapi Kazakhstan dalam laga lanjutan babak penyisiha Grup Z BATC 2022 yang digelar di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia pada Rabu (16/2/2022). /HUMAS PP PBSI-Indonesia

  • Dari segi prestasi, tunggal putri Indonesia masih jauh tertinggal dibanding sektor lainnya.
  • Susi Susanti mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi penyebab tunggal putri sulit bersaing dengan negara-negara lain.
  • Diantaranya adalah masalah regenerasi pemain putri yang tidak sebagus pemain putra.

SKOR.id - Tunggal putri Indonesia saat ini memang masih menjadi sektor paling tertinggal dari segi prestasi dibanding sektor-sektor lainnya.

Meski belum lama ini, Putri Kusuma Wardani berhasil membawa pulang gelar Orleans Masters Super 100 2022 pada awal bulan lalu, nyatanya pemain tunggal putri Indonesia masih sulit menembus persaingan turnamen internasional diatas level 100.

Seringkali, Gregoria Mariska Tunjung dan kolega gugur di babak-babak awal turnamen dari pemain unggulan atau pemain yang peringkatnya jauh diatas mereka.

Legenda Bulu Tangkis Indonesia, Susi Susanti mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi penyebab tunggal putri sulit bersaing dengan negara-negara lain.

"Pemain-pemain putri kita tidak sebanyak putra bibitnya. Regenerasi pemain juga tidak sebaik di putra, terutama di ganda putra." ujar peraih medali emas Olimpiade Barcelona itu.

"Itulah yang membuat kenapa sampai sekarang di sektor putri sendiri, kita masih belum menunjukkan prestasi yang diharapkan," tambah Susi.

Susi Susanti
Susi Susanti Jessica Margaretha/Skor.id

Namun, Susi meyakini bahwa PP PBSI sudah menyiapkan program pembinaan dan atlet-atlet terbaik untuk SEA Games, Asian Games, dan kejuaraan lainnya.

"Saya percaya bahwa pembinaan, program PBSI sudah dipersiapkan untuk semua sektor, tidak hanya putri, dan memang butuh kerja keras untuk menelurkan bibit-bibit unggul untuk menciptakan prestasi baru," ujar Susi.

Selain itu, istri dari Alan Budi Kusuma ini juga menyoroti beberapa pemain tunggal putri yang saat ini menjadi andalan Merah Putih.

"Gregoria Mariska masih menjadi salah satu pemain unggulan kita. Tetapi ada juga Putri KW (Kusuma Wardani) yang mulai menunjukkan prestasinya," ujar Susi

Berbicara mengenai SEA Games yang akan dihadapi para pebulu tangkis Indonesia pada bulan Mei mendatang, Susi melihat persaingan di sektor tunggal putri sangat ketat.

Sehingga, butuh kerja keras dari para atlet jika ingin menyumbangkan medali.

"Memang kekuatan bulu tangkis dunia, khususnya putri, ada di Asia, sehingga persaingan sangat ketat." lanjut Susi.

"Untuk Indonesia, tentunya kita butuh kerja ekstra keras untuk minimal bisa mendapatkan medali,"

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, saat berlaga di ajang BATC 2022 di Selangor, Malaysia.
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, saat berlaga di ajang BATC 2022 di Selangor, Malaysia. (DOK. PBSI)

Peraih delapan medali emas SEA Games di nomor tunggal putri dan beregu putri tersebut menilai saat ini banyak negara yang patut diwaspadai dalam persaingan di tunggal putri.

"Kalau kita melihat dari ranking dan hasil pertandingan yang selama ini diikuti memang saat ini kekuatan untuk putri Asia cukup ketat, selain China, Jepang, dan Korea Selatan, ada juga China Taipei, Thailand, India, dan ada beberapa pemain dari Hong Kong, Singapura, dan Malaysia," imbuhnya.

Indonesia terakhir meraih medali emas tunggal putri di SEA Games pada tahun 2013 silam di Myanmar. Saat itu Bellaetrix Manuputty menundukkan pemain Thailand, Busanan Ongbamrungphan (9-21, 21-13, 21-13).

Sedangkan di Asian Games, Indonesia hanya pernah sekali mencicipi medali emas tunggal putri.

Dalam ajang Asian Games 1962 yang berlangsung di Jakarta, Minarni meraih medali emas setelah menang di All-Indonesian Final menghadapi Corry Kawilarang.

Baca Berita Bulu Tangkis Lainnya:

SEA Games 2021: Tim Bulu Tangkis Indonesia Ditarget 3 Medali Emas, Nomor Ini Jadi Andalan

SEA Games Hanoi 2021: Tekad Bulat Putri KW Sumbang Emas untuk Indonesia

 

  • Sumber: NOC Indonesia
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Sabtu, 16 April 2022

    Drawing Badminton Asia Championships 2022 Dirilis, 20 Wakil Indonesia Siap Berlaga

    Badminton Asia telah merilis hasil drawing dan bagan turnamen Badminton Asia Championships 2022 pada Jumat (15/4/2022).

    Badminton

    Senin, 18 April 2022

    Skuad Indonesia untuk Thomas & Uber Cup 2022 Diumumkan, Marcus Fernaldi Gideon Absen

    Ini dia daftar pemain di Tim Indonesia di Thomas & Uber Cup 2022

    Badminton

    Selasa, 19 April 2022

    Tantangan Berat Skuad Muda Tim Putri Indonesia di Uber Cup 2022

    Jika hanya dilihat dari peringkat maka skuad Indonesia masih cukup jauh dari rival lain di Grup A Uber Cup 2022.

    Terbaru

    Badminton

    Rabu, 6 Juli 2022

    Malaysia Masters 2022: Lolos 16 Besar, Fajar/Rian Ambil Jeda untuk Pemulihan

    Fajar/Rian lolos 16 besar Malaysia Masters 2022 usai menang atas Goh Sze Fei/Nur Izzuddin pada Selasa (5/7/2022).

    Badminton

    Rabu, 6 Juli 2022

    Jadwal 14 Wakil Indonesia di Hari Kedua Malaysia Masters 2022 Hari Ini, 6 Juli 2022

    Untuk sementara Indonesia telah meloloskan tiga wakil ke 16 besar Malaysia Masters 2022.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Rekap Hasil Malaysia Master 2022, Selasa (5/7/2022): 3 Wakil Indonesia ke 16 Besar, Bagas/Fikri Gugur Prematur

    Hari pertama Malaysia Masters 2022 telah tuntas digelar pada Selasa, (5/7/2022). Indonesia untuk sementara meloloskan tiga wakil ke 16 besar.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Skor 5: GOAT Bulu Tangkis Indonesia dari Masing-masing Nomor

    Berikut pebulu tangkis terbaik sepanjang masa yang pernah dimiliki Indonesia dari masing-masing nomor pertandingan.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Demi Kejuaraan Dunia, Lee Zii Jia Mundur dari 3 Turnamen BWF

    Usai memutuskan mundur dari Commonwealth Games 2022, Lee Zii Jia juga dipastikan absen dalam tiga turnamen BWF bulan ini.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Malaysia Masters 2022: Lolos Babak Utama, Ana/Tiwi Termotivasi Greysia Polii

    Febriana Dwipuji Kusuma atau Tiwi termotivasi untuk menyamai bahkan melampaui prestasi Greysia Polii.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Malaysia Masters 2022: Indonesia Tambah 4 Amunisi untuk Tampil di Babak Utama

    Selasa (5/7/2022), hanya Ruselli Hartawan yang tersingkir di babak kualifikasi Malaysia Masters 2022.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Kalah dari Rinov/Pitha, Chan Peng Soon Bertekad Lebih Agresif di Malaysia Masters 2022

    Chan Peng Soon mengaku bermain terlalu santai dan tidak terlalu agresif selama Malaysia Open 2022 pekan kemarin.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Update Ranking BWF Pekan Ke-27: Apri/Fadia Meroket, Fajar/Rian Tembus Top 5

    Selasa (5/7/2022), Apri/Fadia resmi menduduki peringkat ke-79 dunia setelah juara Malaysia Open 2022.

    Badminton

    Selasa, 5 Juli 2022

    Jadwal Malaysia Masters 2022: 9 Wakil Indonesia Berlaga di Hari Pertama, Termasuk Ahsan/Hendra

    Setelah sukses menggelar Malaysia Open 2022, Negeri Jiran kembali menjadi tuan rumah turnamen bergengsi, Malaysia Masters 2022.
    X