Susy Susanti Menilai Format Perhitungan Poin 11x5 Tidak Menarik

6 April 2021, 16:15 WIB
Penulis: Nizar Galang
Editor: Doddy Wiratama
Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti, mulai menghitung peluang para pemain Indonesia yang akan turun di BWF World Tour Finals 2020. /

  • Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, menyebut format perhitungan poin 11x5 membuat pertandingan tidak menarik.
  • Menurut Susy Susanti, format poin 11x5 membuat pertandingan akan berjalan terlalu cepat.
  • Susy Susanti juga mengatakan bahwa perubahan skor dapat memengaruhi kondisi pebulu tangkis.

SKOR.id - Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, tidak sepaham dengan PBSI terkait dengan pengajuan format perhitungan poin 11x5.

Sebelumnya, Indonesia melalui PBSI menjadi salah satu pihak yang mengajukan ide perubahan sistem skor bulu tangkis kepada Badminton World Federation (BWF).

Wacana penggantian sistem skor dimunculkan kembali oleh PBSI dan Badminton Maladewa setelah keinginan tersebut ditolak pada 2018 lalu.

Format perhitungan poin 11x5 dinilai akan baik buat perkembangan bulu tangkis ke depan. Usulan itu bahkan didukung oleh Badminton Asia.

Akan tetapi, perubahan sistem poin dari 21x3 menjadi 11x5 ini tak mendapat dukungan dari semua pihak. Susy Susanti adalah salah satu yang mengkritisi.

Menurut eks Kepala bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI ini, perubahan sistem skor membuat pertandingan bulu tangkis malah menjadi tidak menarik.

"Saya tidak setuju karena cepat sekali (pertandingannya). Jadi tidak bisa dilihat (dinikmati)," ujar Susy kepada pewarta.

"Ketegangan bulu tangkis kan bisa dilihat saat permainan 21 poin, sedangkan 11 poin terlalu cepat. Saat (pemain) mau berkembang bisa jadi malah sudah kalah."

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, pebulu tangkis ganda putra pelatnas yang tampil dalam Simulasi Thomas Cup 2020 di Cipayung, Jakarta, 1 September 2020.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, pebulu tangkis ganda putra pelatnas yang tampil dalam Simulasi Thomas Cup 2020 di Cipayung, Jakarta, 1 September 2020. (Dok. PBSI)

Susy Susanti mengatakan bahwa perubahan skor juga dapat memengaruhi kondisi pebulu tangkis.

"Dengan 11 poin, bisa jadi (satu gim) tidak sampai lima menit. Sekarang kalau All England atau Olimpiade (dengan sistem skor itu) apa menariknya?" ucap Susy mempertanyakan.

"Kenapa tidak seperti tenis saja yang sudah berabad-abad tidak berubah (sistem poinnya)."

Perubahan sistem skor yang diajukan Indonesia dan Maladewa ini akan dikaji kembali pada rapat umum tahunan BWF ke-82 pada 22 Mei 2021.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Ajukan Perubahan Sistem Skor ke BWF, Ini Alasan PBSI

PBSI Resmi Batalkan Indonesia Masters Super 100, Pandemi Covid-19 Jadi Alasan

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Badminton

Jumat, 2 April 2021

Lee Zii Jia Bertekad Menuju Peringkat Top 5 BWF, Langkahi Ginting dan Jojo

Pebulu tangkis Malaysia, Lee Zii Jia, kini memasang target tinggi untuk menaikkan level kariernya di skena bulu tangkis.

Badminton

Sabtu, 3 April 2021

BWF Singgung Perubahan Skor 11x5, Ternyata Usulan dari Indonesia

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menyinggung rencana perubahan sistem skor dari 21x3 menjadi 11x5.

Badminton

Selasa, 6 April 2021

Legenda Bulu Tangkis Denmark Sebut Level Kento Momota Masih akan Terus Meningkat

Kento Momota bersama Viktor Axelsen dan Anders Antonsen adalah calon legenda baru menurut Peter Gade.

Terbaru

Badminton

Sabtu, 10 April 2021

Setahun Tak Tanding, Ganda Campuran Terbaik Dunia Yakin Kekuatannya Meningkat

Huang Yaqiong mengaku staminanya meningkat dan jangkauan bolanya makin lebar.

Badminton

Sabtu, 10 April 2021

Sebagian Pebulu Tangkis Cina Comeback di India Open 2021

Sebanyak tujuh wakil Cina terdaftar sebagai partisipan India Open 2021 tertanggal 11-16 Mei.

Badminton

Jumat, 9 April 2021

Ketua Umum NOC Indonesia: Sistem Pembinaan PP PBSI Perlu Dicontoh Cabor Lain

Raja Sapta Oktohari menuturkan pembinaan yang dilakukan PP PBSI bisa jadi benchmark untuk cabor lain.

Badminton

Jumat, 9 April 2021

67 Atlet Pelatnas Cipayung Jalani Tes Kesehatan

Sebanyak 67 atlet pelatnas bulu tangkis menjalani serangkaian tes kesehatan, Kamis (8/4/2021).

Badminton

Jumat, 9 April 2021

Menpora: Bulu Tangkis Menjadi Unggulan Pertama dari Desain Besar Olahraga Nasional

Menpora, Zainudin Amali memaparkan Desain Besar Olahraga Nasional saat menghadiri pelantikan Pengurus PBSI.

Badminton

Jumat, 9 April 2021

Pelatih Cina Bocorkan Kekuatan Fantastis Rival Marcus/Kevin

Pelatih timnas bulu tangkis Cina, Zhang Jun, mengklaim penampilan Twin Towers saat ini di atas ekspektasi.

Badminton

Jumat, 9 April 2021

Menpora Zainudin Amali Ingatkan PBSI soal Target Dua Olimpiade

Menpora RI Zainudin Amali ingatkan PBSI soal target dua Olimpiade yang harus dilalui kepengurusan baru.

Badminton

Jumat, 9 April 2021

Pelantikan Pengurus PBSI 2020-2024 Terlambat 4 Bulan, Ini Alasannya

Pelantikan Pengurus PBSI 2020-2024 molor empat bulan. Diumumkan pada 23 Desember 2020, baru dilantik 9 April 2021

Badminton

Jumat, 9 April 2021

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Mundur dari Jabatan Sekjen PBSI

Sekjen PP PBSI, Listyo Sigit Prabowo, mengajukan surat pengunduran diri.

Badminton

Jumat, 9 April 2021

3 Prestasi PP PBSI Era Wiranto yang Ingin Dilanjutkan Agung Firman Sampurna

Agung Firman Sampurna akan melanjutkan apa yang sudah berjalan baik di periode Wiranto
X