Tai Tzu Ying, Ratu Bulu Tangkis tanpa Mahkota di Level Dunia

23 Desember 2021, 20:10 WIB
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama
Tai Tzu Ying, tunggal putri Taiwan, memenangi BWF World Tour Finals 2020 pada Minggu (31/1/2021) di Impact Arena, Thailand.
Tai Tzu Ying, tunggal putri Taiwan, memenangi BWF World Tour Finals 2020 pada Minggu (31/1/2021) di Impact Arena, Thailand. /(instagram.com/tai_tzuying)

  • Saat ini, Tai Tzu Ying tercatat sebagai pemain tunggal putri yang paling lama menyandang predikat pemain nomor satu dunia.
  • Akan tetapi, karier Tai Tzu Ying tak begitu sempurna karena belum memenangi medali emas Olimpiade dan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis.
  • Cela dalam karier Tai Tzu Ying ini mirip dengan kiprah Lee Chong Wei yang jadi raja bulu tangkis tanpa medali emas Olimpiade dan Kejuaraan Dunia.

SKOR.id - Tai Tzu Ying masih menduduki peringkat teratas dalam ranking terbaru BWF, pekan ke-51 musim kompetisi 2021, yang dirilis Selasa (22/12/2021) .

Torehan itu membuat Tai Tzu Ying mempertajam rekornya sebagai pemain tunggal putri yang paling lama menduduki ranking satu dunia.

Secara total, Tai Tzu Ying sudah 195 pekan menyandang predikat ratu bulu tangkis dunia. Ia melampaui rekor 181 pekan milik Susy Susanti yang mengukirnya pada era 90an.

Selain itu, 108.800 poin yang dikantongi Tai Tzu Ying saat ini tercatat sebagai poin terbanyak yang pernah dimiliki seorang pemain tunggal putri dalam sejarah ranking BWF.

Meski begitu dominan dalam ranking dunia, pemain asal Taiwan ini ternyata masih memiliki cela dalam kariernya.

Ketidaksempurnaan yang dimaksud adalah Tai Tzu Ying tak pernah menjuarai dua ajang level dunia, yaitu Olimpiade dan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis.

Perempuan 27 tahun ini tercatat telah mengikuti tiga Olimpiade berbeda, yakni London 2012, Rio 2016, dan Tokyo 2020.

Setelah gagal mendapat medali dalam dua keikutsertaan pertamanya, karena selalu terhenti di babak 16 besar, Tai Tzu Ying akhirnya pecah telur pada musim panas lalu.

Tai Tzu Ying pulang dengan medali perak Olimpiade Tokyo 2020. Ia kalah di partai final kontra wakil Cina, Chen Yu Fei.

Kiprahnya dalam Kejuaraan Dunia pun tak jauh berbeda. Ia menuntasi lima keikutsertaan pertamanya (2013, 2014, 2015, 2018, dan 2019) dengan selalu terhenti di perempat final.

Ia baru bisa meraih medali pada BWF World Championships 2021 yang baru saja berakhir digelar di Huelva, Spanyol pada akhir pekan lalu.

Sayangnya, Tai Tzu Ying tak bisa mengakhiri kebuntuannya dengan hasil maksimal lantaran "hanya" mendapat perak setelah dikalahkan Akane Yamaguchi (Jepang) pada partai final.

Tai Tzu Ying, tunggal putri Taiwan, ketika berpose di lapangan Olimpiade Tokyo.
Tai Tzu Ying, tunggal putri Taiwan, ketika berpose di lapangan Olimpiade Tokyo. (instagram.com/tai_tzuying/)

"Hasil ini bukan yang terbaik tetapi setidaknya saya berhasil melewati pencapaian sebelumnya," ujar Tai Tzu Ying usai kalah di final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021. 

"Meski saya tak puas dengan performa hari ini, saya sudah berusaha yang terbaik. Saya menerima segala ketidaksempuraan dan akan terus memacu diri di masa depan."

Ketidaksempurnaan karier Tai Tzu Ying (sejauh ini) sepintas mengingatkan kita dengan kiprah salah satu tunggal putra terbaik dunia, Lee Chong Wei.

Pemain kebanggaan Malaysia yang pensiun pada 2019 ini tercatat sebagai sosok yang paling lama menduduki peringkat satu dunia untuk nomor tunggal putra, total 407 pekan.

Lee Chong Wei tercatat empat kali ikut Olimpiade. Usai terhenti di babak kedua pada Athena 2004, ia meraih medali perak pada Beijing 2008, London 2012, dan Rio 2016.

Tekadnya untuk mempersembahkan medali emas Olimpiade pertama untuk Negeri Jiran selalu terhalang oleh wakil Cina.

Unggahan Lee Chong Wei, pebulu tangkis Malaysia ketika memutuskan pensiun dari bulu tangkis pada 13 Juni 2019.
Unggahan Lee Chong Wei, pebulu tangkis Malaysia ketika memutuskan pensiun dari bulu tangkis pada 13 Juni 2019. (Instagram.com/leechongweiofficial)

Lee Chong Wei kalah di tangan Lin Dan pada final Olimpiade 2008 dan 2012. Sedangkan pada 2016, ia ditaklukkan Chen Long.

Kisahnya dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis pun tak jauh berbeda. Dari 11 edisi yang diikuti, ia empat kali menembus semifinal secara beruntun (2011, 2013, 2014, dan 2015).

Lagi-lagi, Lee Chong Wei gagal meraih medali emas dalam ajang level dunia karena terhalang oleh wakil Cina.

Sahabat Taufik Hidayat ini gagal jadi juara dunia edisi 2011 dan 2013 karena kalah dari Lin Dan di final, sedangkan Chen Long jadi penghalangnya pada edisi 2014 dan 2015.

Kembali ke Tai Tzu Ying. Ia masih berpeluang untuk menyempurnakan kariernya sebagai pemain bulu tangkis dengan memenangi Olimpiade maupun Kejuaraan Dunia.

Hanya saja, beberapa bulan yang lalu muncul kabar Tai Tzu Ying sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk pensiun.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Pebulu Tangkis Ranking 1 Dunia Sepanjang 2021: Minions dan Tai Tzu Ying Tak Tergoyahkan

Kejurnas Bulu Tangkis Masih Mati Suri, PBSI Gelar Seleknas untuk Rekrutmen

  • Sumber: Badminton Planet, badmintonstatistics.net
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Minggu, 19 Desember 2021

    Gelar Juara Dunia Bikin Perjalanan Bass/Popor Sepanjang 2021 Terasa Makin Manis

    Ganda campuran Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, menkalani musim kompetisi 2021 yang indah.

    Badminton

    Senin, 20 Desember 2021

    3 Laga Terbaik Loh Kean Yew Sepanjang 2021, Juara Dunia Bulu Tangkis Pertama dari Singapura

    Loh Kean Yew membawa panji Singapura terbang tinggi di ajang BWF World Championsips 2021, Minggu (19/12/2021).

    Badminton

    Rabu, 22 Desember 2021

    PBSI Tarik Mundur Pasukan dari Dua Turnamen di India, Ini Tanggapan Taufik Hidayat

    Taufik Hidayat menyebut keputusan PBSI tak mengikutsertakan para atlet dari dua tur bulu tangkis di India dinilai sudah tepat.

    Terbaru

    Badminton

    Rabu, 29 Juni 2022

    Mathias Boe Kritik Perkembangan Lambat Bulu Tangkis Dibanding Cabor Populer Lain di Dunia

    Mathias Boe membandingkan dengan tenis dan sepak bola yang mengundang legenda hidup di pertandingan masa kini.

    Badminton

    Rabu, 29 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: Susul Akane Yamaguchi, Yuta Watanabe/Arisa Higashino Juga Tersingkir Prematur

    Penampilan Yamaguchi dan Watanabe/Higashino di Malaysia Open terbilang menurun jika dibanding dengan Indonesia Open 2022.

    Badminton

    Rabu, 29 Juni 2022

    Rekap Hasil Malaysia Open 2022, Rabu (29/6/2022): Indonesia Tambah 4 Amunisi ke Babak 16 Besar

    Total 12 wakil Indonesia akan tampil di 16 besar Malaysia Open 2022 hari Kamis (29/6/2022).

    Badminton

    Rabu, 29 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: The Daddies Menang meski Sempat Kena Tikung dan Dirugikan Umpire

    Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menang 17-21, 21-15, 21-14 atas wakil Cina di babak pertama Malaysia Open 2022.

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: Raih Kemenangan Perdana, Rinov/PithaTak Terpengaruh Suporter Tuan Rumah

    Melawan wakil tuan rumah, Rinov/Phita mendapat tekanan dari suporter di Axiata Arena.

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Berbeda dengan Lee Zii Jia, Commonwealth Games 2022 Jadi Prioritas Loh Kean Yew

    Commonwealth Games 2022 punya arti yang berbeda bagi dua tunggal putra elit dunia, Lee Zii Jia dan Loh Kean Yew.

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: Rehan/Lisa Ditunggu Peraih Medali Emas Olimpiade di Babak Kedua

    Rehan/Lisa mengaku basih beradaptasi dengan angin Axiata Arena di babak pertama Malaysia Open 2022, Selasa (28/6/2022).

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Rekap Hasil Malaysia Open 2022, Selasa (28/6/2022): Indonesia Loloskan 8 Wakil ke 16 Besar

    8 dari 11 wakil Indonesia yang tampil di hari pertama Malaysia Open 2022 lolos ke babak 16 besar pada Selasa (28/6/2022).

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Praveen Jordan Jalani Operasi Tulang Belakang, Dipastikan Absen di Kejuaraan Dunia 2022

    Pemulihan Praveen Jordan diperkirakan memakan waktu paling cepat tiga bulan lamanya.

    Badminton

    Selasa, 28 Juni 2022

    Malaysia Open 2022: Kekompakan Jadi Senjata Utama Apriyani/Fadia Menangi Laga Pertama

    Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti jadi salah satu wakil Indonesia yang menang di hari pertama Malaysia Open 2022.
    X