Target Richard Mainaky untuk Praveen Jordan/Melati Daeva di Olimpiade Tokyo 2020

13 Juni 2021, 10:10 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Doddy Wiratama
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berpose usai penyerahan medali All England 2020 di Arena Birmingham, Inggris, 15 Maret 2020./PBSI
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berpose usai penyerahan medali All England 2020 di Arena Birmingham, Inggris, 15 Maret 2020./PBSI /PBSI

SKOR.id - Olimpiade sudah makin dekat dan tim bulu tangkis Indonesia, terutama ganda campuran, mulai menyusun strategi pemusatan latihan untuk tim Tokyo 2020.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang jadi satu-satunya wakil Indonesia dari nomor ganda campuran pun terus digembleng oleh Richard Mainaky.

Dalam wawancara TekTokan Ala Butet di kanal YouTube PB Djarum, rilis Sabtu (12/6/2021), sosok yang akrab disapa kak Icad itu mengungkap peta persaingan ganda campuran saat ini.

Berbekal pengalaman 27 tahun sebagai pelatih, ia melihat bahwa peta persaingan generasi Praveen/Melati di Olimpiade Tokyo 2020 sudah berbeda jauh dengan edisi sebelumnya.

Sebagai informasi, Richard Mainaky adalah sosok pelatih yang mengantar Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memenangi medali emas Olimpiade Rio 2016.

"Dengan kualitas generasi sekarang, Ucok (Jordan)/Meli (Melati) harus mewaspadai siapa saja," kata Richard saat ditanya peluang ganda campuran Indonesia di Tokyo 2020.

"Karena waktu kalian (era Tontowi/Liliyana) itu kan kami sudah tahu (siapa lawan yang berat). Kalau sekarang dilihat sudah mulai lebih merata."

"Kami tidak tahu apakah kekuatannya menurun atau persaingannya merata. Itu beda tipis kayaknya," ujar Richard Mainaky.

Melihat kondisi tersebut, Icad merasa bahwa target yang masuk akal untuk dibebankan kepada Praveen/Melati adalah meraih medali.

Namun, ia tidak mengharuskan Praveen/Melati mempertahankan medali emas yang diraih Tontowi/Liliyana pada Olimpiade Rio 2016.

Tontowi Ahmad, Raja Sapta Oktohari, dan Liliyana Natsir, menemui awak media di Rumah Indonesia, usai menyabet medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro pada 18 Agustus 2016.
Tontowi Ahmad, Raja Sapta Oktohari, dan Liliyana Natsir, menemui awak media di Rumah Indonesia, usai menyabet medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro pada 18 Agustus 2016. Skor.id/Lily Indriyani

"Kalau lihat kemarin bisa medali emas tentu ingin 'mempertahankan' kan? Tapi kalau lihat Ucok dan Meli, itu tidak bilang 'oke kita pertahankan' tetapi saya lebih condong ke medali."

"Ya medali. Medali apa saja. Yang penting jangan ditawar lagi," Richard Mainaky kembali menegaskan.

Mendengar jawaban sang pelatih, Tontowi dan Liliyana teringat target yang juga dibebankan kepada mereka sebelum berangkat ke di Rio de Janeiro, Brasil lima tahun silam.

Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet tersebut kompak menyebut bahwa target 'medali' sama persis dengan yang mereka rasakan di Rio 2016.

"Sama seperti kita sih, Wi. Waktu itu, kami targetnya juga bukan medali emas lho, Kak! Kami targetnya medali waktu itu," ujar Butet. "Iya, yang penting medali," Owi menimpali.

"Doa kami ganda campuran terus ada regenerasi. Ya minimal seperti yang tadi saya bilang, mempertahankan medali," kata Liliyana Natsir.

"Warna apa pun medalinya, itulah yang dikasih Tuhan yang penting kita sudah berusaha dan bekerja keras," sosok perempuan berdarah Manado itu memungkasi.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Praveen/Melati Sepakat Denmark Open 2019 Momen Paling Epik Selama Berpasangan

BWF Prediksi 5 Ganda Campuran Favorit di Olimpiade Tokyo, Ada Praveen/Melati

  • Sumber: Youtube, PB Djarum
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Senin, 18 Mei 2020

    Tontowi Ahmad Ungkap 5 Lawan Terberat Selama Berkarier

    Tontowi Ahmad ungkap lima pasang ganda campuran yang merupakan lawan terberatnya bersama Liliyana Natsir.

    Badminton

    Jumat, 22 Mei 2020

    Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad Sempat Terintimidasi dengan Kehadiran Praveen/Debby

    Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad ternyata sempat terintimidasi dengan fenomena Praveen Jordan/Debby Susanto, awal 2016.

    Terbaru

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

    Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Taufik Hidayat Sedih Bendera Merah-Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

    Taufik Hidayat sedih lantaran bendera Merah-Putih tak berkibar saat Indonesia juara Thomas Cup 2020

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Kiprah Duo FajRi, Dari Gagal Lolos Olimpiade hingga Jadi Andalan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tulang punggung ganda putra Indonesia di Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Menpora Minta Maaf karena Bendera Merah Putih Gagal Berkibar di Thomas Cup 2020

    Menpora Zainudin Amali mengutarakan permintaan maaf dalam konferensi pers hari Minggu (18/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Takluk di Final Thomas Cup 2020, Lu Guangzu Akui Kehebatan Anthony Ginting

    Lu Guangzu menilai bahwa Anthony Ginting sukses bangkit setelah tertinggal di gim pertama final Thomas Cup 2020, Minggu (17/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Leo Carnando/Daniel Marthin, Saksi Kembalinya 2 Trofi Beregu ke Pangkuan Indonesia

    Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bagian dari tim yang menang Suhandinata Cup 2019 dan Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Sudah Juara Thomas Cup, Hendra Setiawan Bisa Pensiun dengan Tenang

    Hendra Setiawan menuntaskan penantian panjangnya meraih Thomas Cup.
    X