Tim Bulu Tangkis Cina Libatkan Legenda untuk Persiapan Olimpiade Tokyo 2020

7 Juli 2021, 17:10 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Doddy Wiratama
Tiga penghuni anyar BWF Hall of Fame, Cai Yun, Zhang Ning, dan Fu Haifeng (dari kiri ke kanan).
Tiga penghuni anyar BWF Hall of Fame, Cai Yun, Zhang Ning, dan Fu Haifeng (dari kiri ke kanan). /(INSTAGRAM BWF)

  • Tim bulu tangkis Cina mendapat dukungan langsung dari para legenda selama persiapan menuju Olimpiade Tokyo.
  • Zhang Jun selaku kepala pelatih timnas Cina berharap seluruh pemain melupakan euforia dominasi sebelum pandemi.
  • Olimpiade Tokyo 2020 akan jadi lembar baru bagi seluruh pebulu tangkis Cina.

SKOR.id - Kepala pelatih timnas bulu tangkis Cina, Zhang Jun, memberikan gambaran terbaru terkait persiapan menjelang Olimpiade Tokyo 2020.

Zhang Jun menyadari bahwa ada kecemasan yang dihadapi skuad Cina jelang menghadapi ajang sebesar Olimpiade Tokyo 2020.

Terlebih ajang ini juga menjadi momen comeback Chen Long dan kawan-kawan yang sudah 18 bulan absen dari turnamen internasional karena dampak pandemi Covid-19.

Untuk mengatasi masalah itu, tim kepelatihan coba meningkatkan mental pemain dengan mendatangkan para pemain legendaris Cina ke lokasi pemusatan latihan di Chengdu.

Beberapa legenda hidup Cina yang datang di antaranya adalah Fu Haifeng, Gao Ling, Sun Jun, dan Ge Fei. Mereka aktif berpartisipasi memberi masukan selama sesi latihan.

"Adanya sekelompok para legenda ini adalah sebuah aset berharga bagi kami," ucap Zhang Jun dilansir Skor.id dari aiyuke.com.

"Mereka memberikan bantuan yang sangat penting untuk mempersiapkan perang (Olimpiade) kali ini."

"Mereka juga membagikan pengalaman bertanding di Olimpiade kepada para pemain untuk mengatasi tekanan yang tengah dihadapi," ujarnya.

Zhang yang juga mantan atlet terus menekankan kepada anak didiknya untuk fokus pada kondisi saat ini ketimbang terbebani euforia sebelum pandemi.

Ganda campuran Cina, Zheng Si Wei (kanan)/Huang Ya Qiong, ketika memenangi Indonesia Open 2019.
Ganda campuran Cina, Zheng Si Wei (kanan)/Huang Ya Qiong, ketika memenangi Indonesia Open 2019. instagram.com/zhengsiwei.official

Menurutnya, terus memikirkan hasil pertandingan di masa lalu hanya menjadi beban yang akan menyulitkan pemain itu sendiri di Olimpiade nanti.

"Kami tidak bertanding selama lebih dari setahun. Penilaian para pemain tentang rival dan diri mereka telah berbeda jauh dari sebelumnya," kata Zhang.

"Tak peduli sebagus apa pun penampilan di tahun 2019, itu justru akan jadi bumerang jika terus dipikirkan saat tampil di Olimpiade Tokyo nanti."

"Hal itu dikarenakan kami absen dari turnamen besar selama lebih dari 18 bulan. Hasil perlombaan (sebelum All England 2020) telah berakhir."

"Olimpiade menunjukkan di mana level pemain sesungguhnya. Kami berharap mereka bermain lepas, melupakan kemenangan dan kekalahan yang terdahulu," katanya.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Chen Long Dituntut Pertahankan Medali Emas di Olimpiade Tokyo

Pelatih Timnas Bulu Tangkis Cina Yakin Raih 3 Medali Emas di Olimpiade Tokyo

  • Sumber: aiyuke.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Badminton

    Jumat, 25 Juni 2021

    Chen Qingchen/Jia Yifan Fokus Genjot Rasa Percaya Diri untuk Olimpiade Tokyo 2020

    Chen Qingchen/Jia Yifan juga telah menyiapkan berbagai skenario untuk debut mereka di Olimpiade Tokyo.

    Badminton

    Sabtu, 26 Juni 2021

    Ikuti Jejak Indonesia, Badminton Cina Gelar Simulasi Olimpiade Tokyo

    Cina menggelar simulasi yang dibuat semirip mungkin dengan Olimpiade Tokyo pada 25-27 Juni 2021.

    Terbaru

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

    Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Taufik Hidayat Sedih Bendera Merah-Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

    Taufik Hidayat sedih lantaran bendera Merah-Putih tak berkibar saat Indonesia juara Thomas Cup 2020

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Kiprah Duo FajRi, Dari Gagal Lolos Olimpiade hingga Jadi Andalan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tulang punggung ganda putra Indonesia di Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Menpora Minta Maaf karena Bendera Merah Putih Gagal Berkibar di Thomas Cup 2020

    Menpora Zainudin Amali mengutarakan permintaan maaf dalam konferensi pers hari Minggu (18/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Takluk di Final Thomas Cup 2020, Lu Guangzu Akui Kehebatan Anthony Ginting

    Lu Guangzu menilai bahwa Anthony Ginting sukses bangkit setelah tertinggal di gim pertama final Thomas Cup 2020, Minggu (17/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Leo Carnando/Daniel Marthin, Saksi Kembalinya 2 Trofi Beregu ke Pangkuan Indonesia

    Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bagian dari tim yang menang Suhandinata Cup 2019 dan Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Sudah Juara Thomas Cup, Hendra Setiawan Bisa Pensiun dengan Tenang

    Hendra Setiawan menuntaskan penantian panjangnya meraih Thomas Cup.
    X