Viktor Axelsen Raih Emas Olimpiade Tokyo, Bukti Tempaan Legenda Bulu Tangkis Asia

12 Agustus 2021, 15:15 WIB
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Viktor Axelsen (tengah) meraih medali emas Olimpiade Tokyo diapit Chen Long dengan medali perak (kiri) dan Anthony Sinisuka dengan medali perunggu.
Viktor Axelsen (tengah) meraih medali emas Olimpiade Tokyo diapit Chen Long dengan medali perak (kiri) dan Anthony Sinisuka dengan medali perunggu. /(instagram.com/bwf.official/)

  • Viktor Axelsen kembali berbagi cerita usai menjadi yang terbaik di Olimpiade Tokyo.
  • Medali emas Olimpiade menjadi puncak karier Axelsen setelah melawan banyak pebulu tangkis dalam kariernya.
  • Axelsen juga menyebut nama Lin Dan dan Lee Chong Wei, dua legenda Asia yang berpengaruh dalam kariernya saat ini.

SKOR.id - Juara Olimpiade yang baru telah dinobatkan, sosok Viktor Axelsen menjadi penyabet medali emas di Tokyo 2020.

Gelar ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam kariernya, setelah juara dunia 2017 dan Piala Thomas 2016.

Pemain Denmark berusia 27 tahun ini membagikan pengalamannya menjadi juara Olimpiade 2020, salah satunya terkait dengan laga melawan legenda-legenda bulu tangkis.

Axelsen mengaku bahwa laga lawas melawan Lee Chong Wei dan Lin Dan membangun kemampuannya menuju medali emas di Olimpiade Tokyo.

“Saya benar-benar telah belajar banyak dari bermain melawan orang-orang seperti Lee Chong Wei dan Lin Dan di masa lalu,” kata Axelsen.

“Jadi saya sangat ingin berterima kasih kepada Lin Dan, Lee Chong Wei, Chen Long dan juga lawan saya yang lain karena melalui pertarungan saya sebelumnya dengan mereka masing-masing yang membantu saya menjadi pemain yang lebih baik,” kata sang atlet mengakui.

Cuplikan penampilan Viktor Axelsen di babak ketiga Kejuaraan Eropa 2021.
Cuplikan penampilan Viktor Axelsen di babak ketiga Kejuaraan Eropa 2021. (instagram.com/viktoraxelsen)

Lee Chong Wei adalah salah satu rival Axelsen yang sulit dikalahkan. Atlet Denmark ini hanya berhasil meraih tiga kemenangan dalam 14 pertemuan melawan legenda  Malaysia itu sejak 2011 hingga 2018.

Kemenangan pertama Axelsen atas Lee Chong Wei baru terwujud pada pertemuan ke-10 mereka. Laga tiga gim, 14-21, 21-14, 21-19 di babak penyisihan grup BWF Final Superseries 2016.

Di sisi lain, Axelsen bernasib lebih baik melawan dua kali medalis emas Olimpiade, Lin Dan, dengan memenangkan enam dari sembilan duel mereka.

Kemenangannya yang paling berkesan atas Super Dan adalah menggagalkan gelar dunia keenamnya di final Kejuaraan Dunia BWF 2017 di Glasgow dan merebut medali perunggu di Olimpiade Rio 2016.

Follow dan subscribe akun media sosial Skor.id di InstagramFacebookTwitterYouTubeLinkedInTikTok, dan Helo.

Berita lainnya:

Asa Anthony Ginting Ikuti Jejak Chen Long dan Viktor Axelsen ''Ubah Warna'' Medali Olimpiade

Karpet Merah Digelar, Viktor Axelsen Disambut bak Pahlawan berkat Medali Emas Olimpiade

  • Sumber: TikTok
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Esports

    Kamis, 12 Agustus 2021

    Jelang Playoff LEC, MAD Lions Rekrut Satu Pelatih Anyar

    Dengan hadirnya Vizicsacsi diharapkan mampu mempertahankan performa MAD Lions sebagai juara bertahan.

    Liga 1

    Kamis, 12 Agustus 2021

    Pelatih Persib Ungkap Tantangan Besar Saat Berkompetisi Tanpa Dukungan Suporter

    Bertanding tanpa dukungan suporter bakal menjadi tantangan tersendiri bagi Robert Rene Alberts dan Persib Bandung di Liga 1 2021-2022.

    Liga 1

    Kamis, 12 Agustus 2021

    Resa Aditya Naik Level Bersama Persija, Ini Tekad Sang Pemain Muda

    Salah satu pemain muda dari tim junior Persija Jakarta, Resa Aditya Nugraha mendapatkan kesempatan berlatih dengan tim senior

    Terbaru

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Smash Anthony Sinisuka Ginting Setara Kecepatan Supercar Rimac Nevera

    Smash pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting setara kecepatan mobil buatan Kroasia, Supercar Rimac Nevera.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Momen Taufik Hidayat di Thomas Cup, Jadi Penentu Kemenangan Indonesia atas Cina di Final 2000

    Taufik Hidayat merupakan penentu kemenangan Indonesia saat mengalahkan CIna 3-0 di Final Thomas Cup 2000

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Rising Star di Thomas dan Uber Cup 2020: Tunggal Putri Indonesia Curi Perhatian

    Skor Indonesia memilih empat pemain putra dan putri yang menjadi rising star di ajang Thomas dan Uber Cup ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Hasil Drawing Wakil Indonesia di Denmark Open 2021: Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh

    Ajang BWF World Tour Super 1000, Denmark Open 2021, siap digelar pada pekan ini.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Taufik Hidayat Sedih Bendera Merah-Putih Tak Berkibar di Thomas Cup 2020

    Taufik Hidayat sedih lantaran bendera Merah-Putih tak berkibar saat Indonesia juara Thomas Cup 2020

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Kiprah Duo FajRi, Dari Gagal Lolos Olimpiade hingga Jadi Andalan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi tulang punggung ganda putra Indonesia di Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Menpora Minta Maaf karena Bendera Merah Putih Gagal Berkibar di Thomas Cup 2020

    Menpora Zainudin Amali mengutarakan permintaan maaf dalam konferensi pers hari Minggu (18/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Takluk di Final Thomas Cup 2020, Lu Guangzu Akui Kehebatan Anthony Ginting

    Lu Guangzu menilai bahwa Anthony Ginting sukses bangkit setelah tertinggal di gim pertama final Thomas Cup 2020, Minggu (17/10/2021).

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Leo Carnando/Daniel Marthin, Saksi Kembalinya 2 Trofi Beregu ke Pangkuan Indonesia

    Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi bagian dari tim yang menang Suhandinata Cup 2019 dan Thomas Cup 2020.

    Badminton

    Senin, 18 Oktober 2021

    Sudah Juara Thomas Cup, Hendra Setiawan Bisa Pensiun dengan Tenang

    Hendra Setiawan menuntaskan penantian panjangnya meraih Thomas Cup.
    X