Viktor Axelsen Tanggapi Rencana BWF Ubah Sistem Poin, Hak Pemain Jadi Sorotan

6 April 2021, 17:50 WIB
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama
Ilustrasi artikel bulu tangkis.
Ilustrasi artikel bulu tangkis. /Grafis Dede S. Mauladi/Skor.id

  • Viktor Axelsen turut bereaksi menangapi rencana BWF mengubah sistem penghitungan poin pertandingan bulu tangkis dunia.
  • Pemain Denmark ini tidak secara gamblang memihak sistem 21 poin x 3 gim seperti sekarang atau 11 poin x 5 gim yang tengah digodok.
  • Viktor Axelsen menyoroti peran pemain yang tak dapat hak untuk memilih saat kebijakan penting akan dibuat otoritas bulu tangkis dunia. 

SKOR.id - Polemik terkait rencana BWF melakukan perubahan sistem poin dalam pertandingan bulu tangkis terus bergulir. Kali ini, giliran Viktor Axelsen yang angkat bicara.

Pada Senin (5/4/2021) malam WIB, Viktor Axelsen membuat survei via Instastories untuk menanyakan apakah follower-nya setuju dengan sistem poin baru yang tengah diwacanakan.

Sebelumnya, BWF telah menerima proposal perubahan sistem poin pertandingan bulu tangkis yang sebelumnya 21 poin x 3 gim menjadi 11 poin x 5 gim.

Sistem 11x5 sudah diuji coba dalam beberapa turnamen (tingkat junior) dan nasibnya bakal diputuskan saat Rapat Umum Tahunan ke-82 BWF pada 22 Mei 2021.

Selain menanyakan pendapat follower soal wacana perubahan sistem poin pertandingan bulu tangkis, Viktor Axelsen juga menyelipkan gagasannya dalam sebuah tulisan.

Axelsen tak secara gamblang menunjukkan sikapnya terkait rencana perubahan sistem poin yang kini tengah menuai pro dan kontra.

Tunggal putra andalan Denmark itu justru lebih menyoroti posisi para pemain bulu tangkis yang seolah tak terlalu dilibatkan saat BWF akan mengambil keputusan penting.

"Posisi kami sebagai pemain terlalu lemah dalam olahraga ii. Asosiasi pemain harus jauh lebih kuat," tulis Axelsen.

"Kami harus berdiri bersama dan menuntut hak suara ketika keputusan seperti ini akan dibuat dan juga banyak hal lainnya."

Ekspresi kemenangan Viktor Axelsen di podium juara Yonex Thailand Open 2021.
Ekspresi kemenangan Viktor Axelsen di podium juara Yonex Thailand Open 2021. (instagram.com/viktoraxelsen)

"Saat ini, semuanya harus lewat asosiasi (federasi masing-masing negara). Para pemain juga tidak memungkinkan untuk memilih dalam keputusan besar soal sistem poin ini."

"Bahkan, uang hadiah kejuaraan akan terlebih dahulu di transfer ke asosisasi sebelum akhirnya diberikan kepada para atlet. Ini tidak benar," Axelsen menegaskan.

Menurut Axelsen, asosiasi memiliki kekuatan yang sangat besar dibanding sang atlet dan itu adalah hal yang keliru.

Tunggal putra peringkat dua dunia tersebut pun menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menentang asosiasi. Ia hanya ingin para pemain agar lebih 'dianggap'.

"Saya yakin semua pemain sangat bersyukur atas semua hal yang telah dilakukan asosiasi untuk kami, termasuk saya," ujarnya.

"Namun, ini saatnya untuk meningkatkan bulu tangkis sebagai olahraga dan mencari jalan untuk bekerja bersama."

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita Bulu Tangkis Lainnya:

Ajukan Perubahan Sistem Skor ke BWF, Ini Alasan PBSI

Legenda Bulu Tangkis Denmark Sebut Level Kento Momota Masih akan Terus Meningkat

Tag

Video

Berita Terkait

Badminton

Jumat, 2 April 2021

Terjerat Kasus Pencurian Usia, Pebulu tangkis PB Jaya Raya Dihukum PBSI

Muhammad Sultan Nurhabibullah Mayang terbukti memudakan usia setahun.

Badminton

Sabtu, 3 April 2021

PBSI Restui Jendral Listyo Sigit Prabowo Pimpin Olahraga Balap Sepeda

PP PBSI tidak melarang Listyo Sigit Prabowo menjadi Ketua Umum PB ISSI

Badminton

Selasa, 6 April 2021

PBSI Resmi Batalkan Indonesia Masters Super 100, Pandemi Covid-19 Jadi Alasan

PBSI resmi membatalkan penyelenggaraan Indonesia Masters 2021 Super 100.

Terbaru

Badminton

Sabtu, 25 September 2021

Turunkan Pemain Terbaik, Indonesia Siap Menang di Laga Pertama Sudirman Cup 2021

Indonesia sedang menimbang-nimbang pemain/pasangan yang akan diturunkan pada laga perdana Sudirman Cup 2021 melawan ROC

Badminton

Sabtu, 25 September 2021

Sudirman Cup 2021: Bertemu Indonesia dan Denmark, Pemain Rusia Pilih Nothing to Lose

Tunggal putra Rusia, Vladimir Malkov, mengaku hanya ingin menikmati setiap pertandingan yang dilakoninya di Sudirman Cup 2021.

Badminton

Sabtu, 25 September 2021

Sudirman Cup 2021: Tim Bulu Tangkis Indonesia Mulai Jajal Arena Utama

Tim bulu tangkis Indonesia mulai berlatih di lapangan utama Piala Sudirman 2021, Energia Areena, Vantaa Finlandia.

Badminton

Jumat, 24 September 2021

Sudirman Cup 2021: Intip Kekuatan Lawan Indonesia di Grup C

Indonesia bakal mengawai perjuangan di Sudirman Cup 2021 dengan bersaing di Grup C bersama Denmark, ROC, dan Kanada.

Badminton

Jumat, 24 September 2021

Eng Hian Bicara Fenomena Pelatih Bulu Tangkis Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri

Eng Hian bicara soal fenomena banyaknya pelatih Indonesia yang memilih berkarier di luar negeri.

Badminton

Kamis, 23 September 2021

Ujian Pertama Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021, Pesawat Sempat Gagal Mendarat

Belum juga bertanding, Tim Indonesia di Sudirman Cup 2021 sudah mendapatkan ujian di Finlandia.

Badminton

Rabu, 22 September 2021

Meski Honor Belum Cair, Pengprov PBSI Jatim Tetap Berangkatkan Atlet ke PON Papua

PBSI Jatim tetap memberangkatkan atlet ke PON XX Papua 2021 meski honor belum dibayarkan oleh KONI Jatim.

Badminton

Selasa, 21 September 2021

Targetkan 1 Emas di PON Papua, KONI Jatim Enggan Cairkan Honor Atlet Bulu Tangkis

KONI Jatim bersikukuh tak akan memberikan uang honor kepada belasan pebulu tangkis PON XX Papua.

Badminton

Selasa, 21 September 2021

Jelang PON XX Papua, Honor Belasan Atlet Bulu Tangkis Jatim Belum Cair

Atlet bulu tangkis di Pelatda Jatim belum mendapatkan hak honor jelang keberangkatan ke PON XX Papua 2021.

Badminton

Selasa, 21 September 2021

Wakili Presiden Jokowi, Menpora Pastikan Pengobatan Verawaty Fajrin Ditanggung Pemerintah

Menpora Zainudin Amali memastikan bahwa Pemerintah Indonesia bakal menanggung biaya pengobatan kanker paru-paru Verawaty Fajrin.
X